Redaksiku.com – Kisruh soal makam Musi Rawas dibongkar oleh orang tak dikenal membuat warga heboh dan media sosial ramai membicarakannya. Video yang menampilkan kondisi makam rusak itu menyebar cepat, memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari tindakan pesugihan sampai ritual tertentu yang dianggap melanggar norma.
Peristiwa ini terjadi di Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dan pertama kali diketahui penjaga makam pada Senin pagi (8/12/2025). Dalam video yang viral, terlihat liang makam sudah tergali sekitar 50 cm di bagian kepala, memunculkan dugaan bahwa pelaku berusaha mengambil sesuatu dari jenazah.
Namun, polisi menegaskan bahwa tidak ada bagian tubuh atau barang apa pun yang hilang. Meski begitu, fakta bahwa makam Musi Rawas dibongkar malam hari oleh OTK tetap membuat warga resah dan mempertanyakan motif pelaku yang sampai kini belum teridentifikasi.
Kronologi Penemuan Makam Rusak di Pagi Hari
Kronologi awal terungkapnya kasus makam Musi Rawas dibongkar bermula ketika penjaga makam rutin melakukan pengecekan pada Senin pagi. Ia langsung dibuat terkejut ketika mendapati salah satu makam baru dalam kondisi tergali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Liang makam itu bukan rusak karena hewan atau longsor, tapi terlihat jelas hasil gali tangan manusia. Hanya area kepala yang terbuka, kedalamannya sekitar 50 cm. Keadaan tanah yang berhamburan dan bentuk galian yang kasar memperkuat dugaan bahwa proses ini dilakukan terburu-buru di malam hari.
Penjaga makam pun menghubungi pihak kepolisian dan perangkat desa, sehingga warga sekitar segera berbondong-bondong datang ke lokasi untuk memastikan tidak ada makam lain yang ikut dirusak. Hasil pengecekan mengonfirmasi hanya satu makam yang menjadi sasaran.
Identitas Makam Pria Tua yang Baru Meninggal
Fakta menarik dari kasus makam Musi Rawas dibongkar ini adalah identitas jenazah yang menjadi target pelaku. Menurut Kapolsek Tugumulyo, AKP Rusdan, makam tersebut adalah makam seorang pria tua yang baru meninggal beberapa hari sebelumnya.
Hal ini terasa ganjil karena praktik pesugihan atau ritual tertentu biasanya menjadikan makam gadis, bujang, bayi, atau perempuan meninggal melahirkan sebagai sasaran. Karena itu, warga semakin penasaran apa sebenarnya tujuan pelaku membongkar makam seorang pria lanjut usia.
Kepala desa juga membenarkan bahwa nisan kayu makam tersebut masih baru, bahkan masih terlihat kokoh. Lapisan tanah yang masih lembut memudahkan pelaku menggali tanpa alat berat hal yang makin menguatkan dugaan ritual tertentu dilakukan dengan tangan kosong.
Dugaan Motif Pesugihan, Mengapa Hanya Kepala yang Digali?
Rumor bahwa makam Musi Rawas dibongkar untuk pesugihan langsung mencuat di masyarakat. Hal ini terjadi karena pelaku hanya menggali area kepala jenazah, tanpa menyentuh bagian tubuh lainnya.
Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, beberapa jenis ritual kepercayaan tertentu memang memerlukan bagian kepala mayat, baik untuk kekuatan diri, meningkatkan kekebalan, atau ritual pesugihan yang dipercaya memberi keberuntungan.
Namun, Kapolsek Tugumulyo menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada bagian apa pun yang hilang. Pelaku hanya menggali memakai tangansesuatu yang juga menguatkan dugaan praktik gaib. Meski begitu, polisi belum menyimpulkan motif pasti sebelum pelaku ditemukan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






