Dalam rangka mempercepat transformasi pendidikan di era digital, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan mulai dari TK hingga SMA di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari kebijakan Digitalisasi Sekolah, yang bertujuan memperkuat kompetensi guru, meningkatkan interaktivitas pembelajaran, serta menumbuhkan semangat belajar peserta didik melalui pemanfaatan teknologi.
Interactive Flat Panel (IFP) adalah papan layar sentuh pintar yang menggabungkan fungsi papan tulis, proyektor, dan komputer dalam satu perangkat. Dengan tampilan layar beresolusi tinggi dan fitur interaktif, guru dan siswa dapat menulis, menggambar, serta menayangkan video atau animasi pembelajaran secara langsung di layar.
Kehadiran IFP membawa angin segar bagi dunia pendidikan, terutama di ruang kelas. Pembelajaran yang biasanya bersifat satu arah kini menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Guru dapat menampilkan materi pelajaran dalam bentuk visual dan interaktif, sementara siswa dapat berpartisipasi langsung di depan kelas melalui layar sentuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Kota Tangerang, Mahfud, mengungkapkan bahwa penggunaan IFP membuat suasana belajar lebih hidup.

Sebelumnya siswa cepat bosan saat belajar teori. Sekarang mereka bisa melihat gambar, simulasi, dan video yang langsung kami tampilkan di layar. Anak-anak jadi lebih fokus dan mudah memahami pelajaran, ujarnya dengan penuh semangat.
Selain mempermudah guru dalam menyampaikan materi, IFP juga menghemat waktu dan tenaga. Semua catatan atau tampilan yang digunakan dapat disimpan secara digital dan dibagikan kepada siswa untuk dipelajari kembali di rumah. Fitur ini sangat membantu dalam pembelajaran diferensiasi, di mana siswa dapat mengulang materi sesuai kebutuhan masing-masing.
Guru juga dapat memanfaatkan IFP untuk mengakses berbagai aplikasi pembelajaran digital seperti Google Classroom, Canva, dan Kahoot, sehingga metode belajar tidak monoton dan lebih kreatif. Dalam pembelajaran kelompok, siswa bisa menulis ide secara bergantian di layar, menumbuhkan sikap kolaboratif dan saling menghargai pendapat.
Dengan berbagai manfaatnya, penggunaan Interactive Flat Panel diyakini mampu mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari konvensional menjadi digital. Sekolah kini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang inspirasi bagi guru dan peserta didik untuk berinovasi, berkolaborasi, dan berkreasi di era teknologi.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Muhammad Rinaldy






