Redaksiku.com – Peristiwa menghilangnya sebuah kapal nelayan malang dari Sendangbiru, Kabupaten Malang, bikin banyak pihak was-was sekaligus prihatin.
Kapal itu dikabarkan hilang kontak saat sedang berlayar mencari ikan di perairan Samudera Hindia. Hingga berita ini ditulis, keberadaan kapal beserta empat orang di dalamnya masih belum diketahui.
Kronologi Keberangkatan Kapal
Kapal nelayan yang diberi nama KMN Gangsar Jaya ini awalnya bertolak dari Pelabuhan Sendangbiru pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Rencananya, kapal akan melaut menuju area rumpon atau lokasi pemasangan alat bantu untuk mengumpulkan ikan, yang jaraknya kurang lebih 30 mil dari bibir pantai. Aktivitas semacam ini sudah biasa dilakukan oleh para nelayan Sendangbiru, karena lokasi tersebut dikenal cukup kaya hasil laut.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 19.00 WIB, kapal ini masih sempat bertemu dengan KMN Albakor 01, salah satu kapal nelayan lain yang juga sedang melaut di area sekitar. Setelah itu, masing-masing kapal melanjutkan aktivitas mencari ikan sesuai jalur dan titik tujuannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, seiring berjalannya waktu, tanda-tanda keberadaan KMN Gangsar Jaya justru tidak terdengar lagi. Padahal, biasanya durasi melaut kapal jenis ini berkisar 7 sampai 14 hari. Artinya, kapal sudah seharusnya kembali ke pelabuhan setelah dua minggu. Karena tidak ada kabar dan kapal tak kunjung merapat, pihak keluarga serta komunitas nelayan mulai resah.

Laporan Kehilangan Kontak
Keresahan itu akhirnya dilaporkan secara resmi pada Minggu, 28 September 2025. Laporan diterima oleh aparat kepolisian melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Malang. Kasatpolairud Polres Malang, AKP Yoyok Supandi, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan TNI AL, Basarnas, dan tim SAR setempat untuk melakukan upaya pencarian.
Sekarang upaya pencarian masih terus dilakukan. Kita juga bekerja sama dengan TNI AL dan Basarnas agar bisa lebih maksimal menjangkau wilayah laut yang luas, jelas AKP Yoyok pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Identitas Nahkoda dan Awak Kapal
Dalam laporan resmi, disebutkan bahwa ada empat orang di atas kapal ketika KMN Gangsar Jaya hilang kontak. Mereka adalah:
-
Jumianto Nahkoda kapal, warga Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang.
-
Arifin Awak kapal, juga berasal dari Dusun Sendangbiru, Kabupaten Malang.
-
Dafit Awak kapal, warga Kota Malang.
-
Irfan Awak kapal, juga warga Kota Malang.
Keempat orang ini sebelumnya dikenal sebagai nelayan berpengalaman. Namun kondisi alam di Samudera Hindia memang penuh tantangan. Selain gelombang tinggi, arus laut di sana juga sering berubah-ubah, sehingga risiko kehilangan arah atau mengalami kerusakan kapal selalu ada.
Dugaan Sementara
Berdasarkan analisis sementara, AKP Yoyok menduga kapal kemungkinan terlalu jauh ke tengah laut, hingga mencapai jarak sekitar 50 mil dari garis pantai. Jika benar, hal itu tentu menyulitkan proses pencarian karena area pencarian menjadi lebih luas. Selain itu, faktor cuaca juga bisa memengaruhi.
Di sekitar bulan September hingga awal Oktober, perairan Samudera Hindia sering mengalami angin kencang dan ombak besar, apalagi jika ada perubahan tekanan udara. Situasi seperti ini berpotensi menghambat komunikasi dan bahkan bisa membahayakan keselamatan kapal kecil.
Upaya Pencarian dan Posko Darurat
Untuk menanggapi laporan ini, Satpolairud Polres Malang bersama TNI AL Pos Sendangbiru, Basarnas, tim SAR, serta komunitas nelayan lokal sudah mendirikan posko pencarian. Dari posko tersebut, tim melakukan pemantauan cuaca, koordinasi jalur patroli laut, dan penyusunan strategi penyisiran.
Metode pencarian meliputi:
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






