Isu Dugaan Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi Keamanan

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isu Dugaan Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi Keamanan

Isu Dugaan Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi Keamanan

Redaksiku.com – Isu dugaan kebocoran data kembali menghantui ruang digital Indonesia. Kali ini, perhatian publik tertuju pada platform media sosial Instagram setelah beredar klaim bahwa sebanyak 17,5 juta data pengguna diduga bocor dan diperjualbelikan.

Menyikapi informasi yang menimbulkan keresahan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bergerak cepat dengan memanggil pihak Meta selaku perusahaan induk Instagram untuk memberikan klarifikasi resmi.

Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan keamanan data pribadi masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya ketergantungan publik terhadap platform digital. Instagram sendiri merupakan salah satu media sosial dengan jumlah pengguna terbesar di Indonesia, sehingga setiap isu terkait keamanan data memiliki dampak luas.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa langkah pemanggilan Meta dilakukan untuk meminta penjelasan komprehensif terkait mekanisme keamanan akun pengguna, termasuk proses reset kata sandi yang belakangan dikeluhkan sebagian warganet. Proses reset password dinilai menimbulkan kekhawatiran karena dianggap berpotensi membuka celah akses tidak sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Kemkomdigi, Alexander menegaskan bahwa Meta telah memberikan penjelasan awal mengenai sistem pengamanan akun Instagram. Berdasarkan klarifikasi tersebut, tidak ditemukan indikasi bahwa kata sandi pengguna dapat diakses oleh pihak lain selain pemilik akun itu sendiri.

Tidak ada password pengguna yang bisa diakses atau diperoleh oleh pihak mana pun selain pemilik akun. Selain itu, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan fitur reset kata sandi untuk pengambilan data oleh pihak eksternal, ujar Alexander.

Isu Dugaan Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi Keamanan
Isu Dugaan Kebocoran 17,5 Juta Data Instagram, Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi Keamanan

Meski demikian, pemerintah tidak serta-merta menutup kasus ini. Hingga saat ini, pihak Instagram disebut masih melakukan pendalaman internal untuk memverifikasi keaslian dan sumber data yang diklaim bocor. Proses investigasi ini dinilai penting untuk memastikan apakah data tersebut benar berasal dari sistem Instagram atau merupakan hasil kompilasi dari sumber lain, seperti kebocoran lama atau praktik phishing.

Langkah kehati-hatian ini sejalan dengan prinsip tata kelola keamanan siber yang menekankan verifikasi berbasis bukti sebelum menarik kesimpulan. Kemkomdigi menilai bahwa penyebaran informasi kebocoran data tanpa kejelasan sumber justru berpotensi menimbulkan kepanikan publik dan disinformasi.

Alexander menambahkan, pemanggilan Meta merupakan implementasi kewenangan negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Dalam regulasi tersebut, negara memiliki mandat penuh untuk mengawasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia.

Sebagai PSE global, Meta diwajibkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di Indonesia, termasuk standar keamanan siber, tata kelola data, serta perlindungan data pribadi pengguna. Pemerintah menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi nasional bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab korporasi digital terhadap masyarakat.

Isu dugaan kebocoran data Instagram ini juga memicu diskusi luas di kalangan praktisi keamanan siber. Sejumlah pakar mengingatkan bahwa ancaman terhadap data pribadi tidak selalu berasal dari peretasan langsung ke sistem utama platform. Dalam banyak kasus, data bocor bisa berasal dari serangan phishing, malware, atau praktik pengumpulan data ilegal melalui aplikasi pihak ketiga.

Oleh karena itu, edukasi pengguna menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan digital. Pemerintah dan platform digital sama-sama diharapkan aktif mengingatkan pengguna agar tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, menggunakan kata sandi yang kuat, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor.

Di sisi lain, transparansi dari penyedia platform dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik. Dalam konteks ini, klarifikasi terbuka dari Meta menjadi langkah awal yang penting. Namun, publik juga menanti hasil verifikasi lanjutan yang dilakukan Instagram untuk memastikan tidak adanya pelanggaran serius terhadap keamanan data pengguna.

Kemkomdigi menegaskan bahwa pengawasan terhadap PSE akan terus diperketat, seiring meningkatnya ancaman siber dan kompleksitas ekosistem digital. Pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah lanjutan apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan data pribadi.

Pemanggilan Meta terkait isu ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi data pribadi masyarakat serta menjaga keamanan ruang digital nasional, tegas Alexander.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan data bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau platform digital semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh pengguna. Di era digital yang serba terhubung, satu celah kecil dapat berdampak besar jika tidak diantisipasi dengan baik.

Ke depan, publik berharap adanya peningkatan standar keamanan, respons yang cepat dan transparan dari penyedia layanan digital, serta pengawasan yang konsisten dari regulator. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital dapat terus terjaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apple Pilih Alibaba untuk AI China, Persaingan dengan Huawei Makin Panas
Samsung Galaxy Z Fold8 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Desain Baru dan Harga Mulai Rp28 Jutaan
Kumpulan Prompt AI HUT ke-81 RI 2026, dari Foto Realistis hingga Poster Merah Putih
Baru 2 Tahun Berdiri, Startup Chip AI OLIX Kini Bernilai Rp60 Triliun
Redmi 17 Resmi Meluncur, Baterai 7.500 mAh dan Bisa Jadi Power Bank, Harganya Mulai Rp2 Jutaan
EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile dan Event Terbaru, Ini Cara Klaim Hadiahnya
Rumor iPhone Air 2 Makin Kuat, Kamera Ganda dan Chip 2nm Jadi Sorotan
eDabu BPJS Kesehatan Terbaru, Cara Login, Fungsi, dan Panduan Layanan Badan Usaha

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Apple Pilih Alibaba untuk AI China, Persaingan dengan Huawei Makin Panas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Samsung Galaxy Z Fold8 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Desain Baru dan Harga Mulai Rp28 Jutaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Kumpulan Prompt AI HUT ke-81 RI 2026, dari Foto Realistis hingga Poster Merah Putih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Baru 2 Tahun Berdiri, Startup Chip AI OLIX Kini Bernilai Rp60 Triliun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Redmi 17 Resmi Meluncur, Baterai 7.500 mAh dan Bisa Jadi Power Bank, Harganya Mulai Rp2 Jutaan

Berita Terbaru