Redaksiku.com – Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengonfirmasi bahwa unit Autonomous Rail Transit (ART) atau kereta tanpa rel yang sempat diuji coba di kawasan IKN telah dikembalikan ke China.
Keputusan ini menuai perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi, terutama terkait kelanjutan transportasi ramah lingkungan di ibu kota baru Indonesia tersebut.
Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Sigit Irfansyah, menyatakan bahwa pengembalian kereta ART merupakan bagian dari rencana awal yang telah disepakati antara pihak Indonesia dan China. Ia menegaskan bahwa kehadiran kereta ART di IKN bersifat sementara sebagai bagian dari kegiatan uji coba teknologi, bukan pembelian atau investasi permanen.
Kereta ART dikembalikan ke China karena memang dari awal statusnya hanya untuk uji coba, bukan pengadaan atau pembelian resmi, jelas Sigit dalam keterangannya kepada media, Jumat (26/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Uji Coba Sebagai Evaluasi Teknologi
Uji coba kereta ART di IKN dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengeksplorasi berbagai alternatif moda transportasi modern dan ramah lingkungan yang sesuai dengan visi IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi hijau. Kereta ini diuji di rute pendek untuk menilai performa, kelayakan operasional, dan kecocokannya dengan infrastruktur yang sedang dibangun.
ART merupakan kendaraan listrik tanpa rel yang menggunakan sistem sensor dan kamera untuk mengikuti jalur virtual. Teknologi ini dikembangkan di Tiongkok dan telah dioperasikan di beberapa kota di Asia.
Meski menarik dari sisi inovasi, pemerintah menyatakan masih perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek teknis, biaya operasional, hingga efektivitas penggunaan ART dalam konteks geografis dan kebutuhan transportasi IKN.

Fokus pada Transportasi Ramah Lingkungan
Pengembalian kereta ART bukan berarti pemerintah menghentikan rencana menghadirkan transportasi publik canggih di IKN. Justru sebaliknya, Otorita IKN menegaskan komitmennya dalam menghadirkan berbagai moda transportasi berbasis listrik dan teknologi ramah lingkungan, mulai dari bus listrik, autonomous vehicle (kendaraan otonom), hingga kemungkinan kereta ringan berbasis rel seperti LRT.
Transportasi di IKN akan tetap mengusung prinsip hijau dan berkelanjutan. Kami sedang mengevaluasi sejumlah opsi yang paling efisien dan cocok untuk diterapkan, ujar perwakilan Otorita IKN.
Pemerintah juga tengah membangun infrastruktur jalan yang didesain khusus untuk mendukung kendaraan listrik dan sistem transportasi cerdas berbasis digital. Di antaranya, jaringan jalan khusus untuk kendaraan otonom serta sistem smart traffic management yang akan memantau dan mengatur lalu lintas secara real-time.
Reaksi Publik dan Harapan ke Depan
Meski keputusan ini sempat memicu pertanyaan dari publik, terutama di media sosial, sebagian besar pengamat transportasi menilai langkah pemerintah cukup tepat. Uji coba seperti ini memang diperlukan untuk memastikan kecocokan teknologi luar negeri sebelum diterapkan secara luas.
Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Haryo Wicaksono, menyebut pengembalian ART ke China adalah hal wajar dalam proses seleksi teknologi.
Uji coba memang penting. Kita tidak bisa langsung mengadopsi teknologi tanpa melihat apakah infrastruktur, iklim, dan pola penggunaan masyarakat kita cocok atau tidak, jelasnya.
Haryo juga mengingatkan bahwa pengembangan sistem transportasi untuk IKN adalah proyek jangka panjang yang harus dikaji secara hati-hati agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran di masa depan.
Kesimpulan
Pengembalian kereta ART ke China merupakan bagian dari tahapan uji coba yang telah direncanakan sejak awal. Pemerintah tetap melanjutkan komitmen untuk membangun sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan di IKN, meskipun ART saat ini tidak dipilih untuk tahap awal implementasi.
Dengan pendekatan selektif dan berbasis evaluasi, pemerintah berharap sistem transportasi di IKN dapat menjadi contoh kota masa depan yang efisien, bersih, dan terintegrasi. Masyarakat pun menanti realisasi visi tersebut seiring dengan terus berjalannya pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






