- DI Yogyakarta
- DKI Jakarta
- Bali
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Jawa Barat
- Kalimantan Selatan
- Sumatera Barat
- Riau
- Banten
Urutan di atas menunjukkan provinsi yang secara konsisten memiliki skor TKA 2025 di atas rata-rata nasional. Misalnya, DI Yogyakarta unggul dalam banyak mata pelajaran, terutama Bahasa Indonesia, Matematika, dan PPKN, yang membuatnya menempati posisi tertinggi dalam daftar TKA 2025.
Perlu dicatat bahwa provinsi dengan skor tertinggi tersebut bukan hanya berhasil di satu mata pelajaran, tetapi cenderung memiliki skor seimbang di berbagai mata pelajaran dalam TKA 2025. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengajaran, dukungan sarana belajar, serta kualitas guru berperan besar dalam keberhasilan pendidikan di wilayah tersebut.
Tanggapan DPR Terhadap Hasil TKA 2025
Rendahnya skor TKA 2025 khususnya pada Matematika dan Bahasa Inggris mengundang respons serius dari Komisi X DPR RI. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa TKA 2025 tidak boleh dipahami sekadar angka statistik tanpa makna praktis. Menurutnya, capaian TKA 2025 harus dijadikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Guru perlu diperkuat kompetensinya jika kelemahan ditemukan pada penguasaan materi pembelajaran.
- Sistem pembelajaran harus dievaluasi jika masalah ditemukan pada strategi pengajaran.
- Fasilitas belajar dan pendampingan siswa menjadi poin penting dalam memperbaiki hasil TKA 2025.
Lebih lanjut, DPR meminta agar hasil TKA 2025 dijadikan dasar penyusunan kebijakan baru yang lebih tajam pada peningkatan kualitas kurikulum, pelatihan guru, dan inovasi pembelajaran. Bukan sekadar bahan laporan tahunan, namun langkah nyata perlu dilakukan agar TKA 2025 betul-betul mendorong reformasi pendidikan nasional.
Kesimpulan: Mengapa Hasil TKA 2025 Sangat Penting?
Hasil TKA 2025 menjadi indikator nyata tantangan pendidikan Indonesia saat ini. Terutama pada aspek literasi asing dan numerasi, di mana rata-rata nasional menunjukkan skor yang perlu ditingkatkan.
Dengan memahami daftar nilai tiap provinsi dan mengetahui provinsi dengan skor tertinggi, pemerintah serta pemangku kepentingan dapat bekerja lebih fokus dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah yang tertinggal.
Selain itu, respon DPR terhadap TKA 2025 menunjukkan bahwa asesmen ini harus dipakai tidak hanya untuk evaluasi administratif, melainkan sebagai dasar perubahan konkret dalam sistem pendidikan nasional.
Dengan begitu, hasil TKA 2025 bisa menjadi awal perbaikan yang berkelanjutan, bukan sekadar angka statistik semata.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.