Hasil Survei LSI Kandidat Capres 2024

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2024 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Survei LSI Kandidat Capres 2024

Hasil Survei LSI Kandidat Capres 2024

LSI Denny JA melaporkan bahwa elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, mengalami penurunan yang cukup signifikan, sedangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mengalami peningkatan. Hasil survei yang dilakukan pada November 2023 menunjukkan tren yang berbeda antara kedua pasangan tersebut.

Berdasarkan penjelasan Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, elektabilitas Ganjar-Mahfud pada bulan Oktober 2023 sebesar 36,9 persen, tetapi mengalami penurunan tajam menjadi 28,6 persen pada bulan November 2023. Sementara itu, elektabilitas pasangan AMIN pada bulan Oktober hanya sebesar 8,8 persen, namun melonjak menjadi 20,3 persen pada bulan November.

Hasil Survei LSI Kandidat Capres 2024
Hasil Survei LSI Kandidat Capres 2024

Adjie Al Faraby menyatakan bahwa penurunan elektabilitas Ganjar-Mahfud dapat disebabkan oleh blunder dari kubu Ganjar yang sering menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini. Serangan tersebut membuat pendukung Jokowi beralih dukungan dari Ganjar-Mahfud ke pasangan calon lain. Data menunjukkan bahwa pada bulan Oktober 2023, pemilih yang puas terhadap Jokowi yang memilih Ganjar-Mahfud sebesar 39,4 persen. Namun, pada bulan November 2023, angka tersebut turun menjadi 31,9 persen, mengalami penurunan sebesar 7,5 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adjie juga mencatat bahwa mayoritas pemilih Ganjar adalah mereka yang menyukai dan mengidolakan Jokowi. Oleh karena itu, serangan dari kubu Ganjar yang menyerang Jokowi justru membuat pendukung Jokowi beralih dukungan ke pasangan calon lain.

Peningkatan elektabilitas AMIN, menurut Adjie, berasal dari pemilih yang sebelumnya mendukung Ganjar. Dalam simulasi, terlihat bahwa 40,2 persen pemilih Ganjar beralih mendukung pasangan Anies-Muhaimin.

Lebih lanjut, Adjie menyebut bahwa isu 10 tahun Jawa Tengah sebagai provinsi termiskin kedua di Pulau Jawa di bawah kepemimpinan Ganjar juga turut mempengaruhi penurunan elektabilitasnya. Isu ini menjadi pembicaraan publik dan memiliki dampak pada persepsi masyarakat terhadap Ganjar.

Dalam keseluruhan hasil survei LSI Denny JA, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran masih tertinggi dengan 40,3 persen, diikuti oleh Ganjar-Mahfud 28,6 persen, dan AMIN 20,3 persen. Sebanyak 10,8 persen responden belum atau tidak menjawab.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 6-13 November 2023 dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini sekitar 2,9 persen. Hasil survei dari lembaga Poltracking Indonesia juga mencatat tren peningkatan elektabilitas Prabowo dan Anies, sementara elektabilitas Ganjar mengalami penurunan sejak September hingga Oktober.

Berikut ini perbandingan elektabilitas ketiga capres dalam 3 bulan terakhir versi LSI Denny JA: September Prabowo-Gibran 39,3% Ganjar-Mahfud 36,3% Anies-Cak Imin 15% TT/TJ 8,8% Oktober Prabowo-Gibran 36,8% Ganjar-Mahfud 35,3% Anies-Cak Imin 17,2% TT/TJ 10,7% November Prabowo-Gibran 40,3% Ganjar-Mahfud 28,6% Anies-Cak Imin 20,3% TT/TJ 10,8%

Alasan Elektabilitas Ganjar-Mahfud Turun Pembicara LSI Denny JA Adjie Al Faraby menganalisis lebih lanjut terkait elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Dia menyebut salah satu alasan yang membuat elektabilitas Ganjar-Mahfud turun yakni serangan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Blunder kubu Ganjar atau PDIP, Jokowi semakin diserang justru pendukung Jokowi semakin banyak pergi dari pasangan Ganjar-Mahfud. Ketika kita coba buat breakdown dari simulasi 3 paslon, lalu kita coba buat simulasi breakdown pemilih puas dan kurang puas, pilihan atau dukungan pemilih yang puas terhadap kinerja Jokowi ke pasangan Ganjar-Mahfud justru mengalami penurunan,” kata Adjie saat memaparkan survei, Senin (20/11/2023). Adjie mengatakan serangan kubu Ganjar Pranowo kepada Jokowi justru menyebabkan 7,5% pendukung Jokowi meninggalkan Ganjar. Dia menyebut pendukung Jokowi justru berbalik badan dari Ganjar ketika diserang. “Di Oktober waktu itu di angka 39,4%, di November 2023 turun di angka 31,9%. Jadi ada blunder yang dilakukan kubu Ganjar, karena semakin menyerang Jokowi, ternyata justru dukunganya di pemilih yang puas terhadap Jokowi justru mengalami penurunan. Ada penurunan 7,5% pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi lari dari pemilih Ganjar,” ucapnya.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kaesang Masuk Dapil Puan, Persaingan Pemilu 2029 Mulai Memanas
14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc Lolos Komisi III, Berikut Daftarnya
Apa Tugas BPK? Ini Peran dan Temuan Terbarunya di 2026
Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Perlukah Moratorium Pengangkatan?
Megawati Soekarnoputri Bicara Soal Posisi PDIP, Singgung Hubungan dengan Prabowo
Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik? Pemerintah Siapkan Skema Nasional
Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Termasuk?
Cek Desil Bansos 2026 Pakai NIK, Begini Cara Tahu Masuk Desil 1, 2, 3 atau 4
Tag :

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Kaesang Masuk Dapil Puan, Persaingan Pemilu 2029 Mulai Memanas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:40 WIB

14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc Lolos Komisi III, Berikut Daftarnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Apa Tugas BPK? Ini Peran dan Temuan Terbarunya di 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Megawati Soekarnoputri Bicara Soal Posisi PDIP, Singgung Hubungan dengan Prabowo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik? Pemerintah Siapkan Skema Nasional

Berita Terbaru

Apa Tugas BPK? Ini Peran dan Temuan Terbarunya di 2026

Politik

Apa Tugas BPK? Ini Peran dan Temuan Terbarunya di 2026

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:18 WIB