Redaksiku.com – Yogyakarta. Informasi mengenai gempa Jogja hari ini, Jumat (21/8/2026), masih menjadi perhatian masyarakat setelah gempa bumi dangkal mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis sore, 20 Agustus 2026.
Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. Berdasarkan pembaruan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa ditetapkan pada magnitudo 3,5 dengan pusat gempa berada di darat sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul. Kedalaman hiposenternya tercatat sekitar 21 kilometer.
Gempa ini menjadi perhatian karena getarannya bukan hanya dirasakan di Bantul, tetapi juga menjangkau Kota Yogyakarta hingga sejumlah daerah di Jawa Tengah. BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak.
Gempa M3,5 Berpusat di Darat Bantul
Parameter terbaru mencatat episenter gempa berada di sekitar 7,88 Lintang Selatan dan 110,45 Bujur Timur. Lokasinya berada di darat sehingga guncangan dapat dirasakan cukup jelas oleh masyarakat yang berada tidak jauh dari sumber gempa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantul dan Kota Yogyakarta merasakan guncangan pada intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran dapat terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat menyerupai adanya kendaraan berat atau truk bermuatan yang melintas.
Sementara itu, guncangan dengan intensitas sekitar II MMI dilaporkan menjangkau Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo hingga Magelang. Pada skala tersebut, gempa umumnya dirasakan oleh sebagian orang dan dapat membuat benda ringan yang digantung bergoyang.
Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempanya berada di darat. BMKG juga meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang sumbernya tidak jelas.
BMKG Sebut Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Opak
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa karakter gempa dapat diketahui dengan memperhatikan posisi episenter serta kedalaman hiposenternya.
Dari hasil analisis tersebut, gempa yang mengguncang Bantul dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
Sesar Opak merupakan salah satu struktur geologi aktif yang menjadi perhatian dalam mitigasi gempa di wilayah DIY dan sekitarnya. Karena itu, kejadian gempa dengan magnitudo relatif kecil sekalipun tetap dapat dirasakan cukup nyata ketika sumbernya dangkal dan berada dekat kawasan permukiman.
Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa gempa M3,5 pada Kamis sore bisa dirasakan masyarakat di beberapa kabupaten dan kota meskipun magnitudonya tidak tergolong besar.
Dua Rumah di Umbulharjo Dilaporkan Mengalami Kerusakan Ringan
Informasi mengenai dampak gempa terus berkembang setelah dilakukan pemeriksaan lapangan.
BPBD Kota Yogyakarta mencatat dua rumah di kawasan Nitikan Baru, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada dinding.
Salah satu rumah dilaporkan mengalami retakan dinding sepanjang kurang lebih 5 meter, sementara rumah lainnya mengalami retakan sekitar 3,5 meter. Kerusakan tersebut berada pada bagian ruang tamu.
Tidak terdapat laporan korban meninggal maupun korban luka akibat kerusakan tersebut. Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Yogyakarta telah melakukan assessment untuk memastikan kondisi bangunan dan langkah penanganan berikutnya.
Temuan ini menjadi pembaruan dari informasi awal sesaat setelah gempa, ketika belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan.

20 Perjalanan Kereta Api Sempat Dihentikan
Gempa Bantul juga sempat memengaruhi perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta.
Sebanyak 20 perjalanan kereta api sempat melakukan Berhenti Luar Biasa atau BLB sebagai langkah pengamanan. Penghentian sementara tersebut dilakukan agar petugas dapat memeriksa kondisi jalur rel, jembatan, sarana, serta sejumlah prasarana lain setelah gempa.
Pemeriksaan selesai dalam waktu relatif singkat. Pada sekitar pukul 17.42 WIB, seluruh lintas dinyatakan aman sehingga kereta yang sebelumnya dihentikan dapat kembali melanjutkan perjalanan.
Langkah tersebut merupakan prosedur keselamatan yang dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kerusakan pada infrastruktur perkeretaapian akibat getaran gempa.
Apakah Ada Gempa Baru di Jogja Hari Ini?
Memasuki Jumat pagi, 21 Agustus 2026, informasi gempa Jogja masih banyak dicari masyarakat.
Namun, berdasarkan daftar gempa bumi dirasakan BMKG yang dipantau Jumat pagi, kejadian terbaru yang tercatat antara lain berada di Kabupaten Bandung dan Buton Tengah. Pada pemutakhiran tersebut belum terlihat catatan gempa dirasakan baru di wilayah Yogyakarta pada Jumat pagi.
Artinya, istilah “gempa Jogja hari ini” yang ramai dicari pada Jumat pagi terutama berkaitan dengan perkembangan terbaru pascagempa Bantul yang terjadi pada Kamis sore.
BMKG sebelumnya juga mencatat hingga pukul 17.39 WIB pada Kamis, belum terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan setelah kejadian utama tersebut.
Masyarakat tetap disarankan memantau informasi terbaru karena data gempa dapat terus diperbarui seiring proses analisis.
Warga Diimbau Tetap Tenang dan Periksa Kondisi Bangunan
BMKG dan BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing informasi mengenai prediksi gempa susulan yang tidak berasal dari sumber resmi.
Bagi masyarakat yang rumah atau bangunannya mengalami retakan setelah gempa, kondisi struktur perlu diperiksa terlebih dahulu. Hindari berada terlalu dekat dengan dinding atau bagian bangunan yang terlihat mengalami kerusakan apabila stabilitasnya belum dapat dipastikan.
Peristiwa gempa Bantul juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana tetap penting, terutama di wilayah yang memiliki sumber gempa aktif.
Untuk mendapatkan informasi gempa secara cepat, masyarakat dapat mengikuti kanal resmi BMKG dan BPBD setempat.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Dept Bencana






