Sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di salah satu sudut permukiman padat di Gresik, Jawa Timur.
Seorang perempuan lansia berusia 74 tahun bernama Rami dilaporkan terjebak di celah sangat sempit antara dua bangunan rumahnya sendiri.
Insiden ini terjadi di Dusun Prambon, Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang, dan langsung menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
Nenek tersebut tidak bisa bergerak sama sekali karena badannya terjepit di ruang selebar kurang dari setengah meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi genting itu membuat warga sekitar panik dan segera meminta bantuan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik.
Petugas Damkar Evakuasi Nenek di Gresik yang Terjepit

Saat menerima laporan, tim damkar langsung bergerak cepat ke lokasi dengan mengirimkan lima petugas lengkap dengan satu unit kendaraan operasional.
Mereka tiba pada Senin pagi dan langsung meninjau lokasi yang menjadi titik kejadian.
Di tempat tersebut, mereka mendapati tubuh nenek di Gresik dalam posisi meringkuk dan tak bisa keluar akibat terjebit di sela tembok dua rumah.
Kondisinya membuat proses evakuasi sangat menantang karena akses yang terlalu sempit tidak memungkinkan dilakukan penyelamatan biasa.
Setelah mengevaluasi situasi, petugas memutuskan satu-satunya cara adalah membobol bagian tembok rumah agar ruang bisa diperlebar.
Langkah ini dilakukan dengan hati-hati agar puing tembok tidak melukai tubuh sang nenek yang sudah dalam posisi tidak nyaman cukup lama.
Selama sekitar 30 menit, proses penyelamatan dilakukan perlahan, dengan tetap memperhatikan ketenangan korban agar tidak panik.
Tim juga terus berkoordinasi dengan warga sekitar untuk memastikan keselamatan selama operasi berlangsung.
Beruntung, setelah celah cukup terbuka, tubuh nenek di Gresik berhasil dikeluarkan dari lokasi terjepit dalam keadaan sadar dan selamat.
Setelah Berhasil Dikeluarkan, Nenek di Gresik Dilarikan ke Puskesmas untuk Pemeriksaan
Begitu berhasil dievakuasi, korban langsung mendapat perawatan awal oleh petugas kesehatan yang sudah disiagakan di lokasi.
Kemudian, ia dibawa ke Puskesmas Balongpanggang untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Tim medis menyatakan bahwa luka yang dialami relatif ringan, yakni memar dan lecet di bagian lutut, tanpa cedera berat di bagian tubuh lainnya.
Kondisi nenek di Gresik secara umum stabil, dan ia masih dalam keadaan sadar penuh selama proses penyelamatan berlangsung.
Menurut Kepala Dinas Damkar Gresik, keberhasilan penyelamatan ini tidak lepas dari respon cepat tim di lapangan serta dukungan penuh warga sekitar.
Insiden ini juga menunjukkan bahwa warga telah memahami pentingnya segera menghubungi layanan darurat ketika situasi membahayakan terjadi.
Kejadian Ini Soroti Bahaya Tersembunyi di Area Padat Penduduk Seperti di Desa Klotok
Peristiwa yang dialami nenek di Gresik memberikan pelajaran berharga mengenai risiko tersembunyi yang sering tak disadari masyarakat di kawasan padat.
Celah sempit di antara dua bangunan yang tidak digunakan atau jarang diperiksa dapat menjadi sumber bahaya, terutama bagi anak kecil dan orang lanjut usia.
Pola bangunan yang terlalu mepet tanpa perencanaan ruang darurat bisa menyulitkan proses evakuasi jika ada insiden tak terduga.
Dalam konteks ini, insiden di Desa Klotok harus menjadi momentum bagi warga lain di daerah serupa untuk lebih waspada.
Struktur bangunan di permukiman padat perlu ditinjau ulang agar tidak menyisakan area rawan yang bisa membahayakan.
Pemerintah desa maupun dinas terkait bisa mendorong kampanye sadar ruang aman, khususnya untuk rumah-rumah yang dihuni lansia.
Kisah penyelamatan nenek di Gresik menarik simpati luas dari masyarakat setelah videonya tersebar di berbagai platform digital.
Banyak yang memuji ketangguhan petugas dalam menjalankan tugas dan kekompakan warga yang membantu proses penyelamatan.
Komentar positif membanjiri unggahan video yang memperlihatkan momen pembobolan tembok hingga sang nenek akhirnya dibawa dengan tandu.
Sebagian warganet menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi rumah yang terlalu berdekatan, menyarankan adanya inspeksi lingkungan secara rutin.
Kasus ini menjadi cerminan bahwa keselamatan fisik bangunan tidak boleh diabaikan, terlebih jika di dalamnya ada penghuni yang rentan secara fisik.
Dengan adanya peristiwa ini, semoga semakin banyak pihak yang sadar pentingnya membenahi ruang tinggal agar aman dan layak.
Insiden yang menimpa nenek di Gresik tidak hanya menggugah hati banyak orang, tapi juga menyadarkan bahwa lansia adalah kelompok yang paling rawan saat berada di lingkungan tidak aman.
Tak hanya butuh perhatian secara sosial dan kesehatan, mereka juga perlu dijaga dari risiko-risiko fisik yang mungkin timbul dari kondisi tempat tinggal yang tak memadai.
Kini, sang nenek telah dalam perawatan, namun kisahnya akan terus menjadi pengingat penting tentang peran keluarga, tetangga, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan hunian yang benar-benar aman dan ramah lansia.
Semoga kejadian ini tak terulang, dan semakin banyak keluarga di Indonesia yang peduli pada keselamatan para lansia di rumah mereka masing-masing.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






