Redaksiku.com – Kota Solo kembali menjadi sorotan publik. Salah satu ikon kuliner yang selama ini ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan, Bakso Remaja Gading, resmi ditutup sementara oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta, pada Senin (3 November 2025).
Langkah tegas ini diambil setelah beredar luas dugaan penggunaan bahan baku nonhalal dalam proses produksi bakso di warung yang terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon itu. Kasus ini langsung viral di media sosial sejak akhir pekan lalu dan memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya warga Solo yang selama ini menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi kuliner favorit.
Penutupan Dilakukan Secara Tertib
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah petugas Satpol PP berseragam lengkap tampak sibuk menertibkan area warung. Mereka mengangkat meja-meja berwarna hijau khas Bakso Remaja Gading dari bagian depan warung ke sisi dalam.
Suasana tampak hening, berbeda dari biasanya ketika lokasi ini selalu dipadati pengunjung. Di beberapa meja, gelas berisi minuman dan sisa makanan masih terlihat, seolah menggambarkan bahwa kegiatan makan baru saja terhenti secara mendadak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses penutupan dilakukan dengan tertib. Kami hanya menjalankan tugas sesuai instruksi setelah mendapat laporan dari masyarakat dan hasil pemeriksaan awal, ujar salah satu petugas Satpol PP di lokasi.
Pihaknya memastikan bahwa penutupan bersifat sementara sampai ada kejelasan hasil penyelidikan terkait dugaan penggunaan bahan baku yang tidak sesuai dengan ketentuan halal.
Warung Legendaris yang Kini Sepi
Bakso Remaja Gading dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Kota Solo, berdiri sejak awal 1990-an dan telah memiliki banyak pelanggan tetap. Warung ini bahkan sering masuk dalam rekomendasi wisata kuliner di berbagai platform daring dan media sosial.
Namun, pada hari Senin itu, suasana berbeda total. Warung yang biasanya ramai dan beraroma khas kaldu sapi kini tampak sunyi. Spanduk merah bertuliskan Bakso Remaja Gading yang menggantung di dinding terlihat lusuh tertiup angin, sementara peralatan dapur di bagian belakang tampak berhenti beroperasi.
Beberapa warga sekitar tampak menonton dari kejauhan. Biasanya jam segini sudah ramai. Banyak yang antre, apalagi waktu jam makan siang, ujar Rudi, warga Joyosuran yang mengaku sering makan di tempat tersebut. Kami kaget begitu lihat petugas datang dan langsung menutup warung.

Kronologi Dugaan Penggunaan Bahan Nonhalal
Penutupan warung ini dilakukan setelah muncul laporan warga terkait dugaan penggunaan daging babi dalam adonan bakso. Kabar tersebut pertama kali mencuat di media sosial, di mana beberapa pengguna mengunggah hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel bakso yang diduga berasal dari warung tersebut.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemilik, isu itu dengan cepat viral dan menimbulkan keresahan. Banyak warganet mendesak pemerintah kota untuk segera melakukan pengecekan dan memastikan kebenarannya.
Menanggapi laporan itu, Satpol PP bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Surakarta turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan administratif dan pengambilan sampel bahan baku.
Penutupan dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas sambil menunggu hasil laboratorium resmi dari dinas terkait, ujar Kepala Satpol PP Kota Surakarta dalam pernyataan tertulis.
Suasana Penutupan: Sunyi, Tapi Penuh Perhatian Publik
Di lokasi, suasana penutupan berlangsung tanpa kericuhan. Petugas bekerja dengan cepat namun tetap menghormati pemilik usaha. Pintu utama warung ditutup sebagian, sementara spanduk pengumuman bertuliskan Tutup Sementara dipasang di depan pintu kaca.
Warga yang melintas sempat berhenti untuk mengambil gambar dan video. Beberapa di antaranya mengunggah rekaman ke media sosial, memperlihatkan kondisi interior warung yang sederhana dengan cat dinding krem, meja hijau panjang, dan peralatan dapur tradisional di bagian belakang.
Tempat ini sudah seperti ikon kuliner Solo. Rasanya sulit dipercaya bisa ditutup seperti ini, kata Lia, seorang pengunjung yang datang tanpa mengetahui kabar penutupan.
Respons Pemilik Warung: Tunggu Hasil Resmi
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola Bakso Remaja Gading belum memberikan keterangan resmi. Namun, beberapa karyawan yang ditemui di sekitar lokasi menyebut bahwa pemilik warung masih menunggu hasil uji laboratorium.
Semuanya sedang diperiksa. Kami juga terkejut dengan kabar ini. Selama ini bahan baku kami beli dari pemasok tetap, kata salah seorang pekerja yang enggan disebut namanya.
Ia menegaskan, seluruh kegiatan produksi dihentikan sementara hingga ada keputusan resmi dari pemerintah kota.
Langkah Pemerintah: Verifikasi dan Pengawasan Ketat
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta menjelaskan bahwa proses pemeriksaan bahan baku dilakukan dengan metode uji DNA daging di laboratorium independen. Hasilnya diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Apabila terbukti ada kandungan bahan nonhalal, kami akan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang sesuai regulasi, katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi momentum untuk memperketat pengawasan bahan baku di industri kuliner, terutama yang menggunakan label halal.
Kasus seperti ini menunjukkan pentingnya sistem sertifikasi halal yang benar-benar dijalankan, bukan hanya formalitas, ujarnya.
Reaksi Publik dan Tokoh Agama
Kasus ini memicu diskusi luas di masyarakat, terutama di kalangan warga Solo yang dikenal sangat memperhatikan kehalalan produk konsumsi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta menyatakan bahwa mereka akan turut memantau hasil pemeriksaan bahan baku tersebut.
Kami mendukung langkah pemerintah menutup sementara sampai ada hasil resmi. Prinsip kehati-hatian perlu dijaga agar masyarakat tidak dirugikan, kata salah satu pengurus MUI Solo.
Sejumlah tokoh masyarakat juga mengimbau agar publik tidak tergesa-gesa menyimpulkan sebelum ada hasil final. Kita harus tetap tenang. Pemeriksaan sedang berjalan, jangan sampai isu ini digunakan untuk memperkeruh suasana, ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Penutupan sementara ini berdampak langsung terhadap puluhan karyawan yang bekerja di warung tersebut. Beberapa di antaranya mengaku belum tahu sampai kapan mereka akan dirumahkan.
Kami biasanya kerja dari pagi sampai malam. Sekarang semuanya berhenti. Semoga cepat ada kejelasan, kata Siti, salah satu pelayan.
Dari sisi ekonomi, pedagang bahan baku di sekitar lokasi juga ikut terdampak karena warung tersebut dikenal sebagai salah satu pembeli tetap mereka.
Meski begitu, sebagian warga mendukung langkah tegas pemerintah demi menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan pangan dan sertifikasi halal di Kota Solo.
Penutup: Menunggu Kebenaran dan Kepastian Hukum
Penutupan Bakso Remaja Gading menjadi salah satu peristiwa penting dalam dunia kuliner Solo tahun ini. Kasus ini bukan hanya soal dugaan penggunaan bahan nonhalal, tetapi juga menyangkut kepercayaan konsumen, integritas pelaku usaha, dan pengawasan pemerintah terhadap standar pangan halal.
Publik kini menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dan keputusan dari pemerintah kota. Sementara itu, suasana di Jalan Veteran, yang biasanya dipenuhi aroma kaldu sapi dan suara pelanggan bercakap santai, kini hanya menyisakan keheningan dan papan pengumuman Ditutup Sementara.
Hingga hasil uji keluar dan kebenaran terungkap, Bakso Remaja Gading untuk sementara berhenti beroperasimenyisakan tanda tanya besar di hati para penggemarnya.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






