Redaksiku.com – Pertandingan argentina vs swiss menjadi salah satu laga paling menarik di perempat final Piala Dunia 2026.
Argentina datang sebagai juara bertahan, sementara Swiss membawa kepercayaan diri besar setelah mencetak sejarah dengan menembus delapan besar untuk pertama kalinya dalam 72 tahun.
Laga Argentina vs Swiss dijadwalkan berlangsung di Kansas City Stadium pada 12 Juli 2026 pukul 01.00 UTC atau Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB. FIFA mencatat pertandingan ini sebagai laga perempat final yang mempertemukan Argentina dan Switzerland di Match 100 Piala Dunia 2026.
Jadwal Argentina vs Swiss
Argentina vs Swiss akan dimainkan di Kansas City dalam babak perempat final Piala Dunia 2026. Pemenang laga ini akan melaju ke semifinal dan menghadapi pemenang pertandingan Norwegia vs Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Duel ini bukan pertemuan biasa. Reuters mencatat Argentina dan Swiss kembali bertemu di fase gugur Piala Dunia setelah 12 tahun. Pada Piala Dunia 2014, Argentina mengalahkan Swiss lewat gol Angel Di Maria pada babak tambahan waktu dalam laga yang sangat ketat di Sao Paulo.
Kini, kedua tim kembali bertemu dalam situasi berbeda. Argentina datang dengan status juara bertahan, sedangkan Swiss datang sebagai tim yang sedang membangun kisah bersejarah.
Argentina Datang Setelah Comeback Dramatis
Argentina lolos ke perempat final setelah melewati laga dramatis melawan Mesir. Reuters melaporkan Argentina sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya menang 3-2 lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.
Kemenangan itu menunjukkan mental kuat Argentina. Mereka nyaris tersingkir, tetapi mampu bangkit pada menit-menit akhir. Messi menjadi tokoh penting dalam comeback tersebut, termasuk ketika memberi kontribusi dalam gol pertama dan mencetak gol penyama kedudukan.
Meski menang, Argentina juga mendapat catatan penting. Reuters menyoroti bahwa Argentina sudah kebobolan empat gol dalam dua laga fase gugur, setelah sebelumnya hanya kebobolan satu gol sepanjang fase grup.

Swiss Cetak Sejarah Setelah Singkirkan Colombia
Swiss datang ke laga ini dengan momentum besar. Mereka lolos ke perempat final setelah mengalahkan Colombia lewat adu penalti 4-3, setelah pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Penjaga gawang Swiss, Gregor Kobel, menjadi salah satu pahlawan setelah menggagalkan penalti Cucho Hernandez. Reuters mencatat kemenangan itu membawa Swiss ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Kobel menyebut pencapaian tersebut sebagai momen luar biasa bagi Swiss. Menurutnya, berada di antara delapan tim terbaik dunia adalah prestasi besar untuk negara kecil seperti Swiss.
Messi Tetap Jadi Sorotan Utama
Sorotan terbesar dalam Argentina vs Swiss tentu tertuju kepada Lionel Messi. Di usia 39 tahun, Messi masih menjadi pusat permainan Argentina dan kembali membuktikan perannya di laga melawan Mesir.
Reuters mencatat Messi sudah menjadi bagian dari pertemuan Argentina dan Swiss pada Piala Dunia 2014. Dari skuad yang bertemu 12 tahun lalu, hanya Messi, Granit Xhaka, dan Ricardo Rodriguez yang masih tersisa.
Swiss pun sangat menyadari ancaman Messi. Ricardo Rodriguez menyebut Argentina sebagai tim kuat dengan pelatih bagus dan pemain hebat, serta menegaskan bahwa mereka memiliki “yang terbaik” dalam diri Messi.
Swiss Percaya Argentina Bisa Dikalahkan
Meski menghormati Argentina, Swiss tidak datang hanya untuk bertahan. Pelatih Murat Yakin menilai Argentina bukan tim yang tidak bisa dikalahkan. Ia melihat kesulitan Argentina saat melawan Cape Verde dan Mesir sebagai tanda adanya celah yang bisa dimanfaatkan Swiss.
Komentar Yakin membuat laga ini semakin menarik. Swiss kemungkinan akan mencoba bermain disiplin, menutup ruang antarlini, dan memaksa Argentina frustrasi seperti yang pernah mereka lakukan terhadap Colombia.
Namun, menghadapi Argentina tetap menjadi ujian besar. Manuel Akanji mengakui Swiss akan berhadapan dengan juara bertahan dan tantangan akan semakin berat di setiap babak.
Kunci Pertandingan Argentina vs Swiss
Kunci utama Argentina vs Swiss ada pada kemampuan Argentina membongkar pertahanan rapat Swiss. Jika Swiss bermain disiplin dan memaksa Argentina kehilangan tempo, laga bisa berjalan sulit bagi Lionel Scaloni dan anak asuhnya.
Argentina perlu lebih efektif sejak awal. Saat melawan Mesir, mereka menciptakan banyak peluang tetapi sempat gagal memaksimalkannya, termasuk penalti Messi yang ditepis kiper Mesir.
Bagi Swiss, kunci pertandingan ada pada konsentrasi bertahan dan transisi cepat. Granit Xhaka akan menjadi pemain penting untuk menjaga ritme, sementara Gregor Kobel bisa kembali menjadi pembeda jika laga berjalan ketat atau harus ditentukan lewat adu penalti.
Duel Lini Tengah Jadi Penentu
Pertarungan lini tengah akan sangat menentukan arah laga. Argentina memiliki Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul, dan Leandro Paredes sebagai opsi untuk mengatur tempo. Sementara Swiss mengandalkan pengalaman Granit Xhaka dan kedisiplinan kolektif.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






