Redaksiku.com – Terpaksa memendam emosi karena tidak ingin memperpanjang masalah dan ingin semua terlihat baik-baik saja ketika dihadapan orang lain, ternyata jika keterusan dampaknya bisa buruk bagi perempuan terutama di kesehatannya.
Apakah perempuan bebas mengeluarkan emosinya?
Tentu saja tidak, tidak boleh memendam emosi bukan berarti perempuan bebas mengeluarkan emosi nya kapan pun itu. Tetapi jika ingin mengeluarkan seluruh emosinya maka perempuan harus bisa juga mengontrol emosinya, agar tidak sampai kelepasan sampai melukai perasaan orang lain.
Terkadang perempuan saking lamanya memendam emosi atau pada saat sangat emosi, rata-rata dari mereka tanpa berpikir panjang mengeluarkan seluruh uneg-unegnya tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Akibatnya orang lain terluka dengan ucapannya dan akhirnya setelah emosi reda mereka juga menyesal.
Dampak Memendam Emosi untuk Perempuan
1. Mudah marah
Perempuan yang sedang memendam emosi mudah sekali untuk marah karena hal yang sepele, alasan lain perempuan mudah marah karena sebenarnya mereka juga membutuhkan tempat pelampiasan untuk mengeluarkan emosinya agar merasa sedikit lega.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun terkadang membutuhkan tempat pelampiasan untuk mengeluarkan emosinya, terkadang perempuan ketika emosi memilih untuk menjaga jarak dari orang lain karena mereka takut melukai perasaan orang lain. Namun meskipun sudah menjaga jarak terkadang kalau perempuan sedang emosi, selalu ada saja hal-hal sepele yang mereka timbulkan sendiri yang bikin tambah emosi.
2. Stres
Terlalu lama memikirkan dan memendam emosi dapat membuat perempuan menjadi mudah stres dan tidak tenang, meskipun dari luar mereka tampak ceria tetapi di dalam dirinya sedang memendam emosi yang cukup besar. Jika perempuan tidak bisa menerima dan berdamai dengan emosinya, maka yang dikhawatirkan emosi bisa berubah menjadi dendam.
Perempuan mempunyai daya ingat yang sangat kuat sekali, tentu melupakan hal yang membuat dirinya merasa kesal bukan suatu hal yang mudah. Mereka terus memikirkan hal-hal yang membuatnya kesal sampai stress dan akibatnya fisik mengalami kelelahan dan penurunan kesehatan.
3. Mempengaruhi haid
Dampak memendam emosi untuk perempuan yang selanjutnya yaitu memendam emosi bisa mempengaruhi haid, jika perempuan merasa tertekan dan stres karena suatu hal maka banyak dari mereka yang mengeluhkan telat haid ataupun masalah haid lainnya.
Jika sudah telat haid biasanya perempuan menjadi tambah lebih panik lagi dan hal itu lah yang bisa mempengaruhi kesehatan reproduksinya, untuk itu penting sekali bagi wanita untuk tidak menyimpan emosi dan beban pikiran agar tubuh tidak terbebani.
4. Cepat tua
“Jangan marah-marah nanti cepat tua lo” kalimat tersebut memang terbukti adanya, memendam emosi dapat membuat aura seseorang menjadi redup. Bagaimana bisa? Jika seseorang sedang memendam emosi biasanya mereka malas tersenyum, rambut mengalami kerontokan akibat stres hingga kening berkerut karena banyak pikiran dan hal itu yang membuatnya terlihat lebih tua.
Jika kamu salah satu perempuan yang selalu menjaga penampilan diri dan sudah memasuki usia dewasa ataupun lanjut usia, coba kurang-kurangi marah dan memendam emosi agar tetap awet muda karena menjaga kestabilan emosi sangat berpengaruh bagi kesehatan dan kecantikan.
Daripada memendam emosi yang bisa berdampak buruk bagi diri, lebih baik cari seseorang yang bisa kamu percayai untuk curhat. Jika kamu benar-benar tidak ingin berbicara kepada siapapun coba tuang semua emosi kamu dalam bentuk rangkaian kata di buku diary, di catatan hp ataupun bisa curhat dengan chat gpt.
Hal yang tidak boleh kamu lakukan yaitu meluapkan emosi melalui story sosial media, karena itu sama sekali tidak elegan. Jangan jadikan emosi kamu sebagai bahan yang bisa dikonsumsi oleh publik.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest
Penulis : Argafica
Editor : Argafica






