Redaksiku.com – Sebanyak 11 orang utan harus dievakuasi dari kawasan Sekolah Hutan Jejak Pulang di KHDTK Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada hari Kamis, 3 September 2026, setelah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin mendekati habitat mereka.
Seluruh satwa dilindungi tersebut kemudian dipindahkan secara darurat ke fasilitas kandang rawat sementara yang berlokasi di Kilometer 38 Samboja demi menghindari paparan asap pekat serta kobaran api.
Ancaman bencana lingkungan ini memaksa tim gabungan bergerak cepat demi keselamatan satwa liar yang berada di pusat rehabilitasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses Evakuasi di Tengah Kepulan Asap
Status darurat terpaksa diaktifkan di kawasan Sekolah Hutan Jejak Pulang untuk mengantisipasi kepulan asap pekat dan kobaran api yang kian mendekati wilayah konservasi.
Status darurat terpaksa diaktifkan di kawasan Sekolah Hutan Jejak Pulang pada 1 September 2026 pukul 16.00 WITA untuk menghindari risiko dari kepulan asap pekat dan kobaran api.
Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA bersama para perawat satwa mengevakuasi orang utan satu per satu dengan cara membimbing serta menggendong satwa menuju kendaraan evakuasi.
Penyelamatan tersebut dilakukan di tengah kondisi lingkungan yang cukup menantang akibat kabut asap yang membuat jarak pandang mulai meredup secara signifikan.
Seluruh 11 orang utan berhasil dipindahkan dengan selamat ke fasilitas kandang rawat di Kilometer 38 Samboja pada pukul 18.00 WITA.
Kondisi Satwa dan Pemulihan
Setelah proses evakuasi selesai dilaksanakan, tim medis segera memeriksa kesehatan seluruh satwa untuk memastikan tidak ada dampak buruk dari paparan asap kebakaran.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kesebelas orang utan tersebut berada dalam kondisi sehat serta aman dari gangguan pernapasan akibat polusi asap.
Selama berada di kandang rawat sementara, program rehabilitasi tetap berjalan normal termasuk pemenuhan pakan harian dan pengayaan perilaku untuk menjaga insting alami mereka.
“Langkah evakuasi yang disertai pemantauan kesejahteraan satwa ini menjadi wujud komitmen perlindungan keanekaragaman hayati Nusantara dari ancaman bencana lingkungan.”
— M Ari Wibawanto
Upaya mitigasi darurat ini diharapkan mampu menjaga populasi orang utan tetap aman hingga situasi di kawasan hutan kembali kondusif sepenuhnya.
Pemantauan intensif terus dilakukan di sekitar kawasan konservasi untuk mengantisipasi potensi susulan karhutla di musim kemarau ini.
Pertanyaan Umum
Kapan evakuasi orang utan dilakukan?
Evakuasi darurat ini diaktifkan sejak tanggal 1 September 2026 menyusul ancaman kebakaran hutan dan lahan yang semakin mendekati kawasan konservasi.
Berapa banyak orang utan yang diselamatkan?
Terdapat total 11 individu orang utan dari kawasan Sekolah Hutan Jejak Pulang yang berhasil dievakuasi ke lokasi aman.
Di mana lokasi penampungan sementara satwa tersebut?
Seluruh satwa dipindahkan ke fasilitas kandang rawat sementara yang berada di wilayah Kilometer 38 Samboja, Kutai Kartanegara.
Ringkasan
Sebanyak 11 orang utan di Samboja, Kalimantan Timur, berhasil dievakuasi akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan yang mendekati habitat mereka.






