Seorang WNA Rusia, Khasan Askhabov, yang sebelumnya ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, atas dugaan keterlibatan dalam perampokan brutal, akhirnya dibebaskan oleh Polda Bali.
Polisi tidak menemukan bukti yang cukup untuk menjeratnya sebagai pelaku dalam aksi kriminal tersebut.
Penangkapan WNA Rusia, Khasan Askhabov di Bali

Khasan Askhabov ditangkap pada saat hendak terbang ke Dubai karena diduga terlibat dalam kasus penculikan dan perampokan terhadap warga negara Ukraina, Igor Lermakov.
Peristiwa tersebut terjadi pada 15 Desember 2024 di Bali, ketika korban dihadang oleh kelompok bersenjata dan dibawa ke sebuah vila untuk dipaksa menyerahkan aset kripto senilai Rp3,4 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan awal menunjukkan adanya dugaan keterlibatan Khasan Askhabov dalam aksi kriminal tersebut.
Namun, setelah dilakukan investigasi mendalam, polisi menemukan fakta bahwa Askhabov tidak berada di Bali pada saat kejadian berlangsung.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Ariasandy, mengonfirmasi bahwa Khasan Askhabov terbukti tidak berada di lokasi kejadian pada saat perampokan berlangsung.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan. Karena pada saat kejadian, yang bersangkutan berada di Dubai,” ujar Ariasandy pada Minggu, 2 Februari 2025.
Kronologi Perampokan Brutal yang Menggegerkan Bali
Kasus yang diduga melibatkan WNA Rusia ini bermula saat Igor Lermakov dan sopirnya sedang mengendarai mobil BMW putih di Jalan Tundun Penyu Dipal, Desa Ungasan, Kuta Selatan.
Saat melaju di jalan tersebut, tiba-tiba dua mobil menghadang mereka, memaksa kendaraan korban berhenti di tengah jalan.
Dari dalam mobil tersebut, keluar empat orang berpakaian hitam, mengenakan masker, dan membawa senjata tajam, palu, serta pistol.
Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menyergap korban dan sopirnya, memborgol tangan mereka, serta menutup kepala mereka dengan kain hitam sebelum membawa mereka ke sebuah vila di daerah Kuta Selatan.
Di dalam vila tersebut, korban mengalami tindakan kekerasan fisik yang cukup brutal.
Para pelaku memukuli korban dan mengancamnya dengan senjata agar ia mau menyerahkan aset kripto yang dimilikinya.
Setelah mendapat ancaman dan pemukulan berulang kali, korban akhirnya terpaksa mentransfer uang sebesar Rp3,4 miliar ke akun yang diduga milik pelaku.
Polisi yang menerima laporan ini langsung melakukan penyelidikan mendalam. Beberapa waktu kemudian, mereka menangkap Khasan Askhabov di Bandara Ngurah Rai ketika ia hendak berangkat ke Dubai.
Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, terbukti bahwa Askhabov tidak berada di Bali saat kejadian berlangsung, sehingga ia tidak dapat dikategorikan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Pembebasan Khasan Askhabov dan Fakta yang Terungkap
Kuasa hukum Khasan Askhabov, Edward Pangkahila, menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak terlibat dalam aksi penculikan dan perampokan yang menimpa Igor Lermakov.
Bahkan, saat dilakukan konfrontasi, Lermakov sendiri mengaku tidak yakin apakah Askhabov adalah salah satu pelaku.
“Kami sudah menunjukkan bukti-bukti kuat bahwa KA tidak berada di Bali saat kejadian. Bahkan, korban sendiri tidak yakin dengan tuduhannya terhadap KA,” ujar Edward.
Edward menambahkan bahwa tuduhan terhadap Askhabov tidak berdasar dan hanya menimbulkan ketidakadilan bagi kliennya.
Dengan bukti yang sudah diperiksa secara mendalam oleh penyidik, akhirnya tuduhan terhadap Askhabov gugur dan ia dibebaskan dari segala status hukum di Indonesia.
Setelah dinyatakan bebas, Khasan Askhabov langsung melanjutkan perjalanannya ke Dubai untuk bertemu dengan keluarganya.
Polisi Masih Memburu Delapan Pelaku Lainnya
Meskipun WNA Rusia Khasan Askhabov telah dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku sebenarnya di balik perampokan brutal ini.
Hingga saat ini, polisi masih memburu delapan orang lainnya yang diduga kuat terlibat dalam penculikan dan perampokan terhadap Igor Lermakov. Para pelaku yang masih buron diyakini sebagai dalang utama dalam aksi kriminal ini.
Polda Bali menegaskan bahwa mereka akan menangani kasus ini dengan serius dan menindak tegas para pelaku yang terbukti terlibat.
Polisi juga mengimbau masyarakat, terutama warga asing yang tinggal di Bali, agar tetap waspada terhadap kejahatan yang menyasar mereka.
Kasus perampokan brutal ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Oleh karena itu, keamanan dan ketelitian dalam beraktivitas di tempat umum harus selalu diperhatikan.
Pembebasan Khasan Askhabov menjadi bukti bahwa proses hukum harus didasarkan pada bukti yang kuat.
Meskipun sempat menjadi tersangka, akhirnya WNA Rusia ini terbukti tidak terlibat dalam perampokan yang terjadi di Bali. Sementara itu, polisi masih terus bekerja keras untuk menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas kejahatan ini. (*)
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






