Redaksiku.com – Kasus ibu di Medan tewas ditusuk menyisakan tanda tanya besar setelah berbagai kejanggalan bermunculan dari kesaksian keluarga.
Tragedi yang menimpa Faizah Soraya itu tak hanya memicu duka mendalam, tetapi juga membuka tabir kehidupan rumah tangga yang rupanya sudah lama tidak harmonis.
Nama Faizah mendadak viral setelah ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di kawasan Jalan Dwikora, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, pada Rabu (10/11/2025).
Ia disebut mengalami 20 luka tusuk di tubuhnya, dan pelaku yang diamankan adalah anak bungsunya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Publik semakin bingung ketika mengetahui bahwa suami korban, Alham Wumala Siagian, yang disebut sudah lama pisah ranjang, ternyata berada di rumah saat ibu di Medan tewas ditusuk.
Padahal, menurut keterangan keluarga, Alham hampir setahun tidak tinggal di sana setelah ketahuan selingkuh dan meminta cerai.
Kondisi Rumah Tangga yang Lama Tidak Harmonis
Sebelum ibu di Medan tewas ditusuk, keluarga telah mengetahui bahwa pernikahan Faizah dan Alham berada di ujung tanduk selama lima tahun terakhir.
Banyak cekcok, perselingkuhan, dan ketidakstabilan emosional yang membuat hidup Faizah terasa berat. Sang suami disebut sering ketahuan berselingkuh, bahkan sudah terang-terangan meminta bercerai.
Namun Faizah enggan menyetujui permintaan cerai tersebut. Ia berasal dari keluarga broken home dan tidak ingin kedua anaknya mengalami trauma yang sama.
Keputusan itu membuatnya memilih bertahan meski sadar bahwa hubungan mereka sudah tidak sehat. Keluarga mengungkapkan bahwa Faizah sering memendam masalahnya sendirian tanpa mencari bantuan siapa pun.
Pada malam kejadian, Faizah tidur di lantai bawah bersama anak-anaknya, sementara Alham tidur sendiri di lantai dua. Pola tidur ini telah berlangsung lama, menandakan bahwa mereka benar-benar hidup terpisah meski masih serumah.
Posisi Suami pada Malam Kejadian jadi Sorotan
Salah satu kejanggalan paling besar dalam kasus ibu di Medan tewas ditusuk adalah keberadaan Alham di rumah tersebut.
Menurut keluarga, Alham sudah tidak tinggal dengan Faizah karena hubungan mereka memburuk dan sudah pisah ranjang. Meski begitu, ia tiba-tiba ada di rumah pada malam tragedi.
Keluarga mempertanyakan alasan Alham berada di lantai dua ketika kejadian berlangsung. Mereka menyebut tidak ada informasi jelas mengapa dia kembali ke rumah tersebut, atau sejak kapan ia datang. Lebih janggal lagi, Alham mengaku tidak tahu apa pun karena sedang tidur saat pembunuhan terjadi.
Keluarga menilai pernyataan itu janggal mengingat Faizah mengalami 20 luka tusuk, yang hampir pasti menimbulkan keributan atau suara yang seharusnya terdengar oleh penghuni rumah lainnya.
Keraguan Keluarga Terhadap Pengakuan Sang Anak
Pelaku awal yang diamankan polisi adalah SAS, anak bungsu korban. Polisi menyebut pisau masih berada di tangan SAS saat ditemukan. Namun pihak keluarga tidak yakin anak berusia 12 tahun itu mampu melakukan tindakan sebrutal itu.
Menurut keluarga, SAS adalah anak yang sangat dekat dengan ibunya. Mereka menilai tidak realistis jika seorang anak SD mampu menusuk ibunya sebanyak 20 kali tanpa membuat suara atau teriakan yang terdengar tetangga maupun sang ayah yang berada di lantai dua.
Beberapa anggota keluarga juga mempertanyakan kemampuan fisik seorang anak untuk melakukan tindakan itu tanpa mengalami shock atau menunjukkan ketakutan ekstrem setelah kejadian.
Hal inilah yang membuat mereka curiga bahwa SAS mungkin hanya dijadikan kambing hitam dari kejadian yang sebenarnya.
Dugaan Perselingkuhan, Utang, dan Motif yang Belum Terungkap
Dalam unggahan akun keluarga yang viral, disebutkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, rumah tangga Faizah dihancurkan oleh perselingkuhan berulang yang dilakukan Alham.
Tak hanya itu, suami korban juga diduga memiliki utang akibat judi online (judol), sehingga memicu berbagai konflik.
Unggahan tersebut menyebut Alham beberapa kali ketahuan selingkuh meski sudah memiliki dua anak. Faizah memilih bertahan karena tidak ingin anak-anaknya hidup tanpa ayah. Namun kondisi rumah tangga tetap tidak membaik.
Kecurigaan keluarga pada Alham semakin besar karena mereka menganggap situasi keuangan, emosi, dan hubungan rumah tangga yang kacau bisa saja menjadi pemicu tragedi malam itu.
Kesaksian Anak Sulung yang Pertama Menemukan Jenazah
Dalam kasus ibu di Medan tewas ditusuk, anak sulung Faizah menjadi saksi kunci. Dialah yang pertama kali menemukan ibunya dalam kondisi berlumuran darah sekitar pukul 05.00 WIB. Tangis histerisnya membuat para tetangga berhamburan keluar rumah.
Keterangan anak sulung ini masih terus didalami pihak kepolisian, karena ia berada satu ruangan dengan ibu dan adiknya ketika peristiwa terjadi.
Sampai saat ini, belum banyak informasi yang dibuka ke publik mengenai apa yang dilihat anak sulung sebelum dan setelah kejadian.
Polisi Minta Waktu Selidiki Kejanggalan Kasus
Polisi sejauh ini masih menyatakan bahwa penyidikan berjalan hati-hati karena menyangkut anak di bawah umur. Dalam pernyataan resmi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan pihaknya masih mendalami semua fakta termasuk keberadaan pisau di tangan SAS.
Pihak keluarga mendesak agar dugaan keterlibatan suami tidak diabaikan begitu saja. Mereka meminta agar alibi Alham diperiksa ulang, terutama karena banyak hal yang dianggap tidak masuk akal. Hingga kini, polisi belum memberikan titik terang mengenai kemungkinan adanya tersangka lain selain SAS.
Kasus ibu di Medan tewas ditusuk pun semakin menarik perhatian publik karena dianggap penuh misteri dan kejanggalan yang belum terjawab.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau






