Redaksiku.com – Kabar ledakan rumah di Pacitan membuat publik terhenyak setelah sebuah rekaman video amatir menunjukkan kondisi tiga rumah yang hancur rata dengan tanah di Desa Tahunan Baru, Kecamatan Tegalombo.
Kejadian yang berlangsung subuh itu langsung viral, memicu rasa penasaran warganet dan warga Jawa Timur. Ledakannya terdengar hingga radius ratusan meter dan membuat warga panik berhamburan keluar rumah.
Setelah laporan masuk, kepolisian bergerak cepat. Polsek Tegalombo bersama tim Inafis Polres Pacitan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Seiring proses penyelidikan, polisi memastikan adanya temuan penting di lokasi, yaitu material serbuk mercon yang diduga menjadi sumber ledakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Viralnya rekaman ledakan rumah di Pacitan membuat banyak pihak meminta penjelasan resmi. Melalui keterangan Kapolsek Tegalombo, Iptu Fathur Rahman, polisi memastikan sudah lima korban mengalami luka-luka, sementara penyelidikan mengenai penyebab pasti ledakan masih terus berlanjut.
Kronologi Ledakan Subuh yang Menggegerkan Warga
Peristiwa ledakan rumah di Pacitan terjadi sekitar pukul 05.40 WIB ketika sebagian besar warga masih bersiap menjalankan aktivitas pagi.
Suara dentuman keras mengejutkan warga RT 04 Dusun Semanding yang awalnya mengira terjadi gempa kecil atau tabrakan besar. Namun saat mereka keluar rumah, terlihat kepulan debu dan serpihan bangunan berterbangan.
Ledakan itu menghancurkan tiga rumah sekaligus, masing-masing milik keluarga yang tinggal berdekatan. Konstruksi rumah yang sebagian besar berupa bata dan kayu tidak mampu menahan tekanan ledakan sehingga hancur berkeping-keping.
Dalam beberapa menit, warga mulai merekam kondisi setelah ledakan. Rekaman berdurasi 1 menit 35 detik itulah yang kemudian viral, memperlihatkan dinding rumah roboh, atap terbang, dan barang-barang rumah tangga berserakan di tanah.
Polisi Temukan Serbuk Mercon, Perkembangan Penting dalam Olah TKP
Penemuan serbuk mercon menjadi bagian paling krusial dari penyelidikan ledakan rumah di Pacitan. Tim Inafis menemukan sisa-sisa material bahan peledak rumahan di area reruntuhan rumah yang paling terdampak.
Serbuk itu berwarna khas, dan bentuk sebarannya menunjukkan bahwa bahan tersebut kemungkinan disimpan dalam wadah sebelum akhirnya meledak.
Kepolisian belum merinci berapa banyak serbuk yang ada, namun menyebut jumlahnya cukup besar hingga mampu menghasilkan ledakan sedahsyat itu.
Menurut Kapolsek Tegalombo, serbuk mercon bukan hal asing menjelang musim perayaan tertentu. Namun penyimpanan dalam jumlah besar dalam rumah jelas berbahaya.
Hingga kini, polisi masih menelusuri siapa pemilik serbuk tersebut dan apakah ada unsur kelalaian atau pembuatan bahan peledak rumahan secara ilegal.
Korban Bertambah Menjadi Lima Orang, Kondisi Terbaru Mereka
Seiring pendataan lanjutan, jumlah korban ledakan rumah di Pacitan bertambah menjadi lima orang. Mereka adalah Sidiq Sarofudin, Cantik Noviana Ristasari, Sutini, Arba Sarifudin, dan Indro Dwi Nurfidayanto. Seluruhnya berada di dalam rumah ketika ledakan terjadi.
Empat korban mengalami luka memar dan dibawa ke Puskesmas Gemaharjo untuk perawatan. Sementara satu korban dirujuk ke RSUD di Ponorogo karena mengalami sesak napas dan perlu penanganan lebih intensif.
Ledakan yang menghasilkan tekanan kuat membuat sebagian korban terpental beberapa meter dari posisi awal.
Petugas medis menyebut kondisi mereka stabil, namun observasi tetap dilakukan karena korban terpapar puing dan debu tebal akibat ledakan.
Kerusakan Tiga Rumah Sangat Parah, BPBD Lakukan Pendataan
Dampak ledakan rumah di Pacitan terlihat jelas dari skala kerusakan tiga rumah yang terdampak langsung.
Tiang-tiang penyangga patah total, dinding ambruk, dan sebagian besar atap hilang atau berserakan dalam bentuk potongan kecil. Tidak ada bagian rumah yang dapat dipertahankan.
BPBD Pacitan menyebut kerusakan berada pada kategori berat, mengingat struktur bangunan tidak lagi dapat ditempati.
Pendataan tengah dilakukan untuk menghitung estimasi kerugian material dan menentukan langkah penanganan bagi para pemilik rumah.
Selain itu, beberapa rumah di radius sekitar juga mengalami retak pada dinding dan kaca jendela pecah akibat getaran.
Rekaman Viral Picu Diskusi Publik Soal Keselamatan Bahan Peledak Rumahan
Video amatir ledakan rumah di Pacitan menyebar cepat di media sosial hingga menjadi trending topik.
Banyak warganet menyoroti bahaya penyimpanan serbuk mercon di rumah, terutama menjelang musim perayaan saat warga tertentu mulai membuat bahan peledak secara manual.
Netizen juga mempertanyakan bagaimana bahan tersebut bisa ada dalam jumlah besar di rumah warga tanpa ada yang mengetahui sebelumnya.
Beberapa komentar menyoroti kurangnya pengawasan dan edukasi mengenai risiko fatal bahan peledak rumahan.
Polisi dan BPBD Lanjutkan Investigasi untuk Ungkap Pihak Bertanggung Jawab
Hingga kini, penyelidikan ledakan rumah di Pacitan masih berlangsung. Polisi memeriksa ulang material serbuk mercon, memintai keterangan warga sekitar, serta menunggu hasil laboratorium dari sampel material yang dikumpulkan di lokasi.
BPBD Pacitan juga melakukan analisis teknis untuk memastikan tidak ada bahan sisa yang berpotensi meledak kembali.
Selain itu, penelusuran terhadap proses masuknya serbuk mercon ke rumah tersebut menjadi fokus utama. Diduga, bahan tersebut sudah disimpan cukup lama atau baru dirakit beberapa waktu sebelum meledak.
Kepolisian berjanji akan mengungkap pihak yang bertanggung jawab, baik jika ada unsur kelalaian maupun perakitan bahan peledak secara ilegal.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau






