Tes Calistung SD 2025 Resmi Ditiadakan oleh Kemendikdasmen, Inilah Alasan dan Dampak Positifnya bagi Murid Baru

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Kemendikdasmen resmi hapus kebijakan Tes Calistung SD 2025 demi kesiapan psikologis dan peluang belajar yang lebih baik. (Foto: tangerangkota.go.id)

Ilustrasi. Kemendikdasmen resmi hapus kebijakan Tes Calistung SD 2025 demi kesiapan psikologis dan peluang belajar yang lebih baik. (Foto: tangerangkota.go.id)

Tes Calistung SD 2025 menjadi perhatian utama setelah Kemendikdasmen mengumumkan penghapusannya dari proses penerimaan murid baru jenjang sekolah dasar.

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendiknas) Nomor 3 Tahun 2025 yang mengatur sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Penghapusan Tes Calistung SD 2025 bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak, tanpa harus melalui ujian baca, tulis, dan hitung yang selama ini menjadi syarat masuk SD.

Kebijakan ini diharapkan membuat proses pendaftaran menjadi lebih inklusif dan mengurangi beban psikologis pada anak-anak di masa awal pendidikannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan dan Manfaat Penghapusan Tes Calistung SD 2025

Ilustrasi. Kemendikdasmen resmi hapus kebijakan Tes Calistung SD 2025 demi kesiapan psikologis dan peluang belajar yang lebih baik. (Foto: tangerangkota.go.id)
Tes Calistung SD 2025 Resmi Ditiadakan oleh Kemendikdasmen, Inilah Alasan dan Dampak Positifnya bagi Murid Baru

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pada Sabtu, 24 Mei 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa penghapusan Tes Calistung ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak tanpa melihat kemampuan akademik awal mereka.

Kemendikdasmen menekankan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah agar semua anak dapat bersekolah dengan adil dan tanpa diskriminasi berdasarkan hasil tes baca, tulis, dan hitung.

Penghapusan Tes Calistung SD 2025 juga didasarkan pada pemikiran mendalam bahwa kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan menghitung seharusnya tidak menjadi hambatan utama bagi anak-anak dalam memperoleh akses pendidikan dasar.

Setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda-beda, sehingga pemberian tes calistung sebagai syarat penerimaan dianggap kurang tepat dan berpotensi menimbulkan tekanan yang tidak perlu.

Penilaian yang hanya berfokus pada kemampuan akademik awal ini dapat mengabaikan aspek lain yang sama pentingnya, seperti kesiapan mental dan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Dengan menghapus Tes Calistung SD 2025, diharapkan sekolah dapat lebih menitikberatkan perhatian pada kesiapan psikologis dan bakat alami anak, yang merupakan fondasi penting dalam proses belajar yang menyenangkan dan efektif.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka tanpa terbebani oleh standar akademik yang kaku di usia dini.

Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan yang mengutamakan perkembangan holistik, tidak hanya dari segi kognitif, tetapi juga dari aspek emosional dan sosial.

Lebih jauh, kebijakan ini juga berperan dalam mendorong pemerataan pendidikan di Indonesia.

Dengan menghilangkan tes yang dianggap selektif dan menekan tersebut, anak-anak dari berbagai latar belakang, khususnya yang berasal dari daerah terpencil atau keluarga kurang mampu, mendapatkan kesempatan yang lebih adil untuk diterima masuk sekolah dasar.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan yang selama ini ada, sehingga semua anak dapat memiliki akses yang sama dalam memulai perjalanan pendidikan mereka.

Selain itu, tanpa adanya Tes Calistung, proses penerimaan murid baru menjadi lebih inklusif dan memprioritaskan aspek kesiapan anak secara menyeluruh, termasuk kesiapan psikologis yang sangat penting agar anak dapat beradaptasi dan menikmati proses belajar dengan baik.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya akan lebih siap secara akademik, tetapi juga lebih bahagia dan percaya diri dalam menjalani masa sekolah dasar.

Penekanan pada Usia dalam Penerimaan Murid Baru SD 2025

Selain penghapusan tes calistung SD, Permendiknas Nomor 3 Tahun 2025 menegaskan batasan usia sebagai syarat utama masuk SD.

Anak yang mendaftar harus minimal berusia 5 tahun 6 bulan per 1 Juli 2025, dengan prioritas utama pada usia 7 tahun.

Penekanan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik dan psikologis anak dalam mengikuti proses belajar di sekolah dasar.

Batasan usia yang jelas juga membantu sekolah merancang kurikulum yang lebih sesuai dengan perkembangan anak pada jenjang tersebut.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gantikan PPDB dengan Kebijakan Baru

Tahun ajaran 2025/2026 menandai perubahan besar dengan berakhirnya penggunaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diterapkan era Mendikbudristek Nadiem Makarim dan penggantinya, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Melalui SPMB, kuota penerimaan murid SD diatur dengan lebih terstruktur: jalur domisili minimal 70 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur mutasi maksimal 5 persen, dan penghapusan jalur prestasi.

Kebijakan ini mendukung penghapusan Tes Calistung SD 2025 dan mendorong proses penerimaan yang transparan dan adil.

Penghapusan Tes Calistung SD 2025 diharapkan dapat menghilangkan beban psikologis dan menjadikan pendidikan dasar lebih inklusif. Anak-anak bisa menikmati proses belajar tanpa tekanan berlebih di awal sekolah mereka.

Namun, tantangan terbesar terletak pada penyesuaian metode pembelajaran dan kemampuan guru dalam mengidentifikasi potensi dan kesulitan anak tanpa tolok ukur tes calistung.

Sekolah perlu mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih holistik dan berorientasi pada perkembangan anak secara menyeluruh.

Dengan demikian, kebijakan penghapusan Tes Calistung SD 2025 bukan hanya langkah administratif, melainkan bagian dari perubahan paradigma pendidikan dasar Indonesia menuju sistem yang lebih adil dan manusiawi.

Kebijakan ini juga mendorong orang tua untuk lebih fokus mendukung perkembangan psikologis dan sosial anak daripada sekadar hasil tes akademik.

Sekolah diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada setiap anak sesuai kebutuhan belajarnya.

Dengan begitu, proses pendidikan dasar dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan bagi semua siswa.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Suci di Dunia: Dari Fuji hingga Olympus
Desta Mundur dari Vindes Corp, Tegaskan Hubungan dengan Vincent
Server RP GTA V NoPixel Resmi Diresmikan Rockstar
Proyek Rampung, Denda Rp525 Juta Masih Misteri di Parepare
Square Enix Bantah Rumor Jadi Perusahaan Tertutup
Kasus Botol Minuman Anak Dewan, Unity School Malah Dibully
CD Projekt Red Bantu Developer Korban Pencurian di Gamescom 2026
Cara Mengamalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:00 WIB

Gunung Suci di Dunia: Dari Fuji hingga Olympus

Kamis, 3 September 2026 - 18:00 WIB

Desta Mundur dari Vindes Corp, Tegaskan Hubungan dengan Vincent

Kamis, 3 September 2026 - 17:45 WIB

Server RP GTA V NoPixel Resmi Diresmikan Rockstar

Kamis, 3 September 2026 - 17:11 WIB

Proyek Rampung, Denda Rp525 Juta Masih Misteri di Parepare

Kamis, 3 September 2026 - 15:54 WIB

Square Enix Bantah Rumor Jadi Perusahaan Tertutup

Berita Terbaru

Toyota Avanza tipe E dan G mempertahankan posisinya di pasar MPV Indonesia pada September 2026.

Panduan & Review

Harga OTR Avanza September 2026: Tipe E dan G

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:18 WIB

Honda Brio tetap menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan yang mencari kendaraan kompak dan efisien.

Panduan & Review

Harga Honda Brio September 2026 dan Daftar OTR Terbaru

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:16 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas ketidakhadirannya di KTT ASEAN-Rusia.

Diplomasi

Prabowo Minta Maaf ke Putin Tak Hadir di KTT Rusia-ASEAN

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:15 WIB

Eksperimen penggunaan teknologi DLSS 5 pada kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 3080 menghasilkan penurunan performa yang drastis.

Teknologi

DLSS 5 di RTX 3080: Frame Rate Sangat Rendah

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:14 WIB

Pesan Getting Things Ready muncul pada layar Windows saat perangkat dinyalakan atau selesai instalasi ulang.

Teknologi

Arti Layar Getting Things Ready Windows dan Prosesnya

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:14 WIB