Terungkap! Polda Riau Tangkap Dua Transportir PMI Ilegal dari Malaysia, 22 Korban Diselamatkan

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditreskrimum Polda Riau sebut penangkapan transportir PMI ilegal dari Malaysia ungkap jalur ilegal rawan dimanfaatkan, tersangka terancam hukuman 15 tahun. (Foto: Dok. TBN Polri)

Ditreskrimum Polda Riau sebut penangkapan transportir PMI ilegal dari Malaysia ungkap jalur ilegal rawan dimanfaatkan, tersangka terancam hukuman 15 tahun. (Foto: Dok. TBN Polri)

Masuknya PMI ilegal dari Malaysia kembali menjadi sorotan setelah Polda Riau menangkap dua transportir PMI ilegal jaringan ini.

Penangkapan dilakukan beberapa waktu lalu di Kota Dumai, Riau. Para pekerja migran ini diketahui masuk ke Indonesia tanpa prosedur resmi imigrasi.

Kedua tersangka menggunakan mobil dan telepon genggam untuk memfasilitasi perpindahan korban.

Kasus ini menunjukkan bahwa jalur laut ilegal di wilayah Riau masih rawan dimanfaatkan oleh sindikat PMI ilegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Penangkapan Transportir PMI Ilegal dari Malaysia

Terungkap! Polda Riau Tangkap Dua Transportir PMI Ilegal dari Malaysia, 22 Korban Diselamatkan
Terungkap! Polda Riau Tangkap Dua Transportir PMI Ilegal dari Malaysia, 22 Korban Diselamatkan

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menangkap tersangka berinisial DA (49) dan MR (29).

Penangkapan berlangsung di Jalan Arifin Ahmad Selinsing, Kelurahan Pelintung, Kota Dumai.

Kedua tersangka berperan sebagai transportir PMI ilegal dari Malaysia. Mereka menjemput para pekerja migran yang masuk melalui pelabuhan tikus di perbatasan DumaiBengkalis, kemudian membawa mereka ke lokasi penampungan sementara.

Polisi mengamankan dua unit mobil Toyota Avanza dan dua unit telepon genggam yang digunakan untuk berkoordinasi dengan jaringan pelaku.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan arus masuk PMI ilegal dari Malaysia.

Para korban pulang tanpa prosedur resmi, sehingga masuk kategori PMI ilegal.

Identitas Korban PMI Ilegal dari Malaysia

Hasil penyelidikan mengungkapkan ada 22 korban yang diselamatkan. Mereka terdiri dari 17 laki-laki, 4 perempuan, dan 1 anak-anak.

Para pekerja migran ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Jambi, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan jalur laut ilegal di Riau masih rawan dimanfaatkan oleh sindikat PMI ilegal dari Malaysia.

Polisi berkomitmen memperketat pengawasan dan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Penyelidikan juga menunjukkan bahwa para korban sebelumnya tidak memiliki dokumen resmi untuk perjalanan pulang dari Malaysia. Hal ini membuat mereka rentan dieksploitasi oleh jaringan transportir ilegal.

Modus Operandi Transportir PMI Ilegal dari Malaysia

Kedua tersangka menjemput PMI ilegal dari pelabuhan tikus yang berada di perbatasan DumaiBengkalis.

Para pekerja migran kemudian dibawa ke lokasi penampungan sementara sebelum diteruskan ke tujuan akhir.

Para tersangka menggunakan komunikasi via telepon genggam untuk koordinasi dengan anggota jaringan lainnya.

Dua unit mobil Toyota Avanza yang diamankan berfungsi sebagai alat transportasi utama untuk memindahkan korban.

Modus ini memperlihatkan adanya organisasi terstruktur dalam jaringan PMI ilegal dari Malaysia.

Ancaman Hukum bagi Transportir PMI Ilegal dari Malaysia

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 4 jo Pasal 10 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 120 ayat (1) UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Jika terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera bagi jaringan transportir PMI ilegal dari Malaysia lainnya.

Upaya Kepolisian dan Pencegahan PMI Ilegal dari Malaysia

Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat di jalur laut perbatasan DumaiBengkalis. Polda Riau terus memperkuat patroli dan pengawasan agar jalur ilegal tidak dimanfaatkan lagi oleh sindikat PMI ilegal dari Malaysia.

Kepolisian juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak hukum dari PMI ilegal. Semua pihak diimbau untuk mematuhi prosedur resmi keimigrasian agar terhindar dari jerat hukum.

Selain itu, koordinasi antara aparat kepolisian, imigrasi, dan pihak terkait lainnya diperkuat untuk menutup jalur ilegal.

Polda Riau berencana meningkatkan operasi rutin di wilayah pesisir dan pelabuhan tikus yang rawan dimanfaatkan jaringan PMI ilegal.

Kesimpulan

Penangkapan dua transportir PMI ilegal dari Malaysia oleh Polda Riau berhasil menyelamatkan 22 pekerja migran Indonesia. Kasus ini menegaskan bahwa jalur laut ilegal masih rawan dimanfaatkan oleh sindikat.

Upaya kepolisian dalam memberantas PMI ilegal dari Malaysia perlu dukungan masyarakat agar kasus serupa tidak terulang.

Kedua tersangka kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara sesuai UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan UU Keimigrasian.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa keamanan jalur laut, pengawasan imigrasi, dan penegakan hukum harus terus ditingkatkan.

Dengan langkah tegas, diharapkan jaringan PMI ilegal dari Malaysia dapat dibongkar lebih luas lagi, dan masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri pulang melalui jalur resmi.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nama Febrio Adiono Muncul dalam Kasus Sutrimo, Kejagung Ungkap Status Sebenarnya
Deadline Refund Lewat, Jaminan Tampia Tour ke UMKO Kini Dipertanyakan
Terekam CCTV, 4 Pencuri Kabel Penangkal Petir TVRI Diringkus, Kerugian Rp80 Juta
Babah Alun Borong 61 Land Cruiser FJ Sekaligus, Ternyata Bukan untuk Koleksi
Daftar Promo Double Date Agustus 2026, Banyak Diskon Spesial 8.8 di HokBen hingga Burger King ‎
BPK Ungkap Cerita di Balik Tagihan Listrik Rumah Dinas Parepare
BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?
Fan ENHYPEN Meninggal Setelah Dihujani Komentar Kebencian, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Nama Febrio Adiono Muncul dalam Kasus Sutrimo, Kejagung Ungkap Status Sebenarnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Deadline Refund Lewat, Jaminan Tampia Tour ke UMKO Kini Dipertanyakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Terekam CCTV, 4 Pencuri Kabel Penangkal Petir TVRI Diringkus, Kerugian Rp80 Juta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Babah Alun Borong 61 Land Cruiser FJ Sekaligus, Ternyata Bukan untuk Koleksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Daftar Promo Double Date Agustus 2026, Banyak Diskon Spesial 8.8 di HokBen hingga Burger King ‎

Berita Terbaru