Teh Celup Kulit Buah Naga, Inovasi Mahasiswa Unair

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teh Celup Kulit Buah — Tiga mahasiswa Universitas Airlangga memamerkan produk teh celup Teanaga berbahan kulit buah naga

Mahasiswa Universitas Airlangga berhasil mengolah limbah kulit buah naga menjadi produk teh celup inovatif bernama Teanaga.

Redaksiku.com – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam Tim Trio Mawapres berhasil mengubah limbah kulit buah naga menjadi produk teh celup inovatif bernama Teanaga. Minuman fungsional kemasan praktis ini resmi diperkenalkan pada Kamis (10/9/2026) sebagai solusi kreatif dalam mengurangi timbulan sampah organik di perkotaan.

Inovasi ini diinisiasi oleh Khaerul dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama dua mahasiswa Fakultas Vokasi, yakni Ellien Meyrani dan Fauziah Laili Romadhon. Ketiganya memadukan keilmuan manajemen dan keterampilan terapan untuk melahirkan produk olahan pangan yang bernilai jual sekaligus ramah lingkungan.

Kolaborasi Bersama Pelaku Usaha Lokal Surabaya

Guna menjaga ketersediaan bahan baku, tim mahasiswa ini menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah pedagang jus buah di wilayah Surabaya. Selama ini, para pelaku usaha mikro tersebut kerap membuang kulit buah naga begitu saja ke tempat pembuangan akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemitraan tersebut memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak. Pedagang jus terbantu dalam pengelolaan sampah harian, sementara tim peracik teh mendapatkan pasokan kulit buah segar dalam jumlah stabil tanpa biaya bahan baku yang tinggi.

Pengumpulan bahan baku dilakukan secara berkala dari lapak-lapak yang telah disortir kebersihannya. Langkah ini memastikan kualitas kulit buah tetap prima sebelum masuk ke tahap pemrosesan lanjutan di laboratorium mini mereka.

Kemitraan dengan pelaku UMKM jus buah di Surabaya menjadi kunci utama rantai pasok bahan baku kulit buah naga yang berkelanjutan.

Potensi Nutrisi dan Kandungan Senyawa Alami

Gagasan pembuatan teh celup ini berawal dari penelusuran informasi di media sosial mengenai kandungan nutrisi tersembunyi pada kulit buah naga. Penasaran dengan potensi tersebut, mereka menelaah berbagai literatur ilmiah dan menemukan bahwa bagian terluar buah ini menyimpan manfaat kesehatan yang melimpah.

Kulit buah naga merah terbukti kaya akan senyawa antosianin dan berbagai zat antioksidan. Pigmen alami ini tidak hanya memberikan warna merah keunguan yang memikat saat diseduh, tetapi juga berfungsi menangkal paparan radikal bebas dalam tubuh.

Kandungan nutrisi lain yang terdapat di dalamnya meliputi vitamin C, serat pangan, serta mineral mikro. Berbagai komponen aktif tersebut diyakini mampu mendukung pemeliharaan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan saluran pencernaan harian.

Tahapan Pengolahan Menjadi Teh Siap Seduh

Mengubah limbah kulit buah menjadi produk pangan siap konsumsi menuntut proses higienisasi yang sangat ketat. Tim Trio Mawapres menerapkan serangkaian prosedur pengolahan terstandar guna memastikan produk akhir aman dikonsumsi dan bebas kontaminan.

  • Pembersihan dan pencucian kulit buah naga menggunakan air mengalir untuk melarutkan sisa kotoran serta getah alami.
  • Pemisahan bagian sisik luar yang keras dan perajangan daging kulit menjadi potongan tipis agar kadar air mudah menguap.
  • Pengeringan menggunakan oven bersuhu stabil demi menjaga kestabilan senyawa antioksidan dan warna alami antosianin.
  • Penghalusan bahan kering hingga mencapai ukuran partikel optimal sebelum dimasukkan ke dalam kantung teh ramah lingkungan.

Melalui proses pengeringan terkontrol, aroma khas tanaman tetap terjaga lembut tanpa memerlukan tambahan pewarna sintetis. Teh yang dihasilkan memberikan sensasi rasa segar dengan semburat asam ringan yang nyaman dinikmati hangat maupun dingin.

Peluang Ekonomi dan Konsep Nir-Limbah

Kehadiran Teanaga menjadi bukti nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular pada sektor pangan fungsional. Konsep ini menitikberatkan pada pemanfaatan kembali material sisa produksi agar tidak berakhir menjadi beban bagi lingkungan hidup.

Dari segi komersial, produk minuman herbal berbasis limbah buah memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Tren gaya hidup sehat masyarakat perkotaan mendorong tingginya permintaan terhadap minuman alami yang praktis dan berkhasiat.

Kombinasi keahlian Khaerul dalam menganalisis pasar dan kemampuan teknis Ellien serta Fauziah dalam formulasi pangan menciptakan fondasi bisnis yang solid. Mereka merancang kemasan yang menarik agar produk dapat bersaing di pasar ritel modern dan platform digital.

Pertanyaan Umum

Apa itu produk Teanaga?

Teanaga adalah produk teh celup inovatif yang dibuat dari olahan limbah kulit buah naga merah oleh tim mahasiswa Universitas Airlangga.

Apa saja manfaat kesehatan dari kulit buah naga?

Kulit buah naga kaya akan antioksidan, antosianin, serat alami, dan vitamin C yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas serta mendukung imunitas tubuh.

Dari mana bahan baku kulit buah naga diperoleh?

Bahan baku diperoleh melalui kerja sama langsung dengan pedagang jus buah dan pelaku UMKM minuman di sekitar kawasan Surabaya.

Ringkasan

Teanaga adalah inovasi teh celup dari kulit buah naga yang dikembangkan mahasiswa Universitas Airlangga untuk mengurangi limbah organik. Produk ini kaya akan antioksidan, antosianin, dan vitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pengungsian di Jayapura Mulai Jenuh Setelah 8 Hari
AHY ke Prabowo: Kompetisi Politik Jangan Rusak Persahabatan
Manfaat E-Meterai untuk Digitalisasi Dokumen Legal yang Sah
Gaji 4.105 PPPK Sigi Aman Berkat Tambahan Dana TKD Pemerintah Pusat
Penyaluran Biodiesel B50 Capai 3,42 Juta KL di 94% SPBU Nasional
Penanganan Korban Kebakaran Harus Berlanjut Pasca-Tanggap Darurat
Dampak Ekonomi MTQ Nasional 2026 di Jateng Tembus Rp1,2 T
Gubernur Lampung Imbau Warga Shalat Istisqa Atasi Kemarau

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:19 WIB

Warga Pengungsian di Jayapura Mulai Jenuh Setelah 8 Hari

Kamis, 10 September 2026 - 22:13 WIB

AHY ke Prabowo: Kompetisi Politik Jangan Rusak Persahabatan

Kamis, 10 September 2026 - 22:03 WIB

Manfaat E-Meterai untuk Digitalisasi Dokumen Legal yang Sah

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Gaji 4.105 PPPK Sigi Aman Berkat Tambahan Dana TKD Pemerintah Pusat

Kamis, 10 September 2026 - 21:33 WIB

Penyaluran Biodiesel B50 Capai 3,42 Juta KL di 94% SPBU Nasional

Berita Terbaru

Ibu rumah tangga kini bisa merintis bisnis rumahan dari hobi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Peluang Usaha

5 Ide Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga Berawal dari Hobi

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:27 WIB

BAZNAS Jabar mengadakan program hapus tato gratis untuk membantu masyarakat mendapatkan peluang kerja yang lebih luas.

Uncategorized

Program Hapus Tato Gratis BAZNAS Jabar untuk Bantu Cari Kerja

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:23 WIB

Warga pengungsi korban kebakaran di kawasan Dok Lima, Jayapura, mulai merasa jenuh setelah delapan hari menempati tenda darurat.

Viral

Warga Pengungsian di Jayapura Mulai Jenuh Setelah 8 Hari

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:19 WIB