Tagar RIP Indonesia’s Democracy kemudian dipakai warganet sebagai simbol bahwa kejadian ini tidak hanya persoalan individu, tetapi juga tentang rusaknya tatanan demokrasi yang seharusnya menjamin keselamatan rakyat.
Makna Simbolik RIP Indonesia’s Democracy
Banyak pihak menilai bahwa viralnya RIP Indonesia’s Democracy adalah peringatan penting bagi pemerintah. Tagar tersebut mencerminkan perasaan rakyat yang kecewa karena hak untuk menyampaikan pendapat di ruang publik justru berujung pada korban jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para akademisi politik menyebut, demokrasi sejati tidak hanya diukur dari kebebasan berdemonstrasi, tetapi juga dari bagaimana negara menghormati hak-hak warga sipil. Saat seorang ojol yang sama sekali tidak terlibat aksi malah menjadi korban, kepercayaan publik runtuh.
Dalam konteks yang lebih luas, RIP Indonesia’s Democracy dianggap sebagai kritik keras terhadap lemahnya penegakan SOP aparat keamanan. Situasi ini berpotensi memperlebar jarak antara rakyat dan institusi negara jika tidak segera diperbaiki.
Reaksi Publik dan Tuntutan Keadilan
Ribuan driver ojol dari berbagai daerah kemudian menggelar aksi solidaritas, mendatangi Markas Brimob sebagai bentuk protes atas kematian rekannya. Mereka membawa poster dengan tulisan Keadilan untuk Affan dan meneriakkan tagar RIP Indonesia’s Democracy di jalanan.
Di sisi lain, DPR, lembaga HAM, dan sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Kapolri sendiri telah meminta maaf, namun publik menuntut langkah konkret berupa proses hukum terhadap anggota Brimob yang terlibat.
Jika keadilan tidak ditegakkan, bukan tidak mungkin RIP Indonesia’s Democracy akan terus menghantui citra pemerintah di mata rakyat maupun dunia internasional.
Sebagai penutup, kematian Affan Kurniawan dalam tragedi demo buruh bukan hanya kehilangan bagi keluarganya, tetapi juga luka mendalam bagi demokrasi Indonesia. Viral-nya tagar RIP Indonesia’s Democracy membuktikan bahwa rakyat tidak tinggal diam melihat ketidakadilan.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah dan aparat keamanan. Transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang tegas akan menentukan apakah demokrasi Indonesia benar-benar sedang sekarat, atau masih punya harapan untuk diselamatkan.
Tagar RIP Indonesia’s Democracy seharusnya menjadi cermin bagi bangsa ini: bahwa suara rakyat harus didengar, bukan dibungkam dengan kekerasan.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.