Rupiah Melemah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grafik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah akibat kenaikan harga minyak dunia.

Nilai tukar rupiah melemah tipis terhadap dolar AS akibat tekanan dari kenaikan harga minyak dunia pada perdagangan akhir pekan.

Redaksiku.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami tekanan pada perdagangan akhir pekan ini. Mata uang Garuda tercatat melemah 38 poin atau sekitar 0,22 persen ke level Rp17.585 per dolar AS pada Jumat pagi, turun dari posisi penutupan sebelumnya di angka Rp17.547 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi di tengah gelombang sentimen global yang cukup kuat, mulai dari lonjakan komoditas energi hingga rilis data ekonomi dari Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan internasional.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa pergerakan negatif rupiah sangat dipengaruhi oleh eskalasi di pasar energi global. Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan dan menjadi salah satu beban utama bagi mata uang di negara berkembang, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga minyak Brent menembus level psikologis penting di angka 100 dolar AS per barel akibat memanasnya situasi geopolitik.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam menyusul klaim Iran yang melancarkan serangan terhadap sepuluh kapal di sekitar Selat Hormuz. Aksi tersebut merupakan respons langsung setelah militer Amerika Serikat menenggelamkan lima kapal tanker milik Iran di kawasan perairan yang sama.

Kondisi ini langsung direspons cepat oleh para pelaku pasar global. Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran klasik di kalangan investor terhadap risiko pelebaran defisit kembar atau twin deficits yang mencakup defisit transaksi berjalan serta defisit fiskal domestik.

Faktor Tekanan dari Data Inflasi Amerika Serikat

Selain faktor komoditas energi, tekanan terhadap rupiah juga datang dari rilis data ekonomi domestik Paman Sam yang menunjukkan tren inflasi produsen masih cukup liat. Data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat untuk periode Agustus 2026 tercatat berada di atas ekspektasi pasar secara keseluruhan.

Berdasarkan catatan resmi, indeks harga produsen tersebut meningkat menjadi 5,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 4,8 persen yoy, sekaligus melampaui konsensus analis di kisaran 5,3 persen yoy.

Kenaikan inflasi tingkat produsen tersebut terutama didorong oleh lonjakan biaya energi yang terus mendesak sektor industri. Kondisi ini membuat bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menghadapi dilema dalam menentukan arah kebijakan moneternya ke depan.

Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada FOMC September 2026 melonjak di atas 70 persen setelah rilis data PPI terbaru.

Ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan tersebut secara langsung mendongkrak penguatan indeks dolar AS serta imbal hasil atau yield US Treasury di pasar keuangan global. Kombinasi faktor eksternal ini membuat ruang gerak rupiah semakin terbatas selama sesi perdagangan di kawasan Asia.

Melihat berbagai dinamika eksternal yang sedang terjadi, pengamat pasar keuangan memproyeksikan mata uang lokal masih akan berada dalam fase konsolidasi melemah sepanjang hari ini.

Pergerakan rupiah diperkirakan akan berada dalam rentang harga yang cukup lebar seiring tingginya volatilitas pasar global. Pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan lanjutan dari otoritas moneter global.

Pertanyaan Umum

Mengapa rupiah melemah terhadap dolar AS?

Rupiah melemah akibat kombinasi lonjakan harga minyak mentah dunia di atas 100 dolar AS per barel dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menyusul data inflasi produsen AS yang di atas perkiraan.

Berapa kisaran pergerakan rupiah hari ini?

Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.575 hingga Rp17.700 per dolar AS seiring tingginya tekanan sentimen global.

Apa pengaruh kenaikan harga minyak bagi rupiah?

Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran investor terhadap risiko pelebaran defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal, yang kemudian menekan stabilitas mata uang domestik.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah melemah 38 poin ke level Rp17.585 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus 100 dolar AS per barel dan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed.

Pelemahan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta data inflasi produsen AS (PPI) Agustus 2026 yang naik menjadi 5,4 persen, yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko defisit anggaran domestik.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp 17.622 per Dolar AS, Terlemah di Asia
Amman Mineral Incar Rp 17,6 Triliun Lewat IPO di Hong Kong
Pertamina Alih Kelola 6 SPBU Pelanggar Aturan di Sumbar
Rupiah Melemah ke Rp 17.580 per Dolar AS pada 11 September 2026
PTPP Teken Restrukturisasi Kredit Rp 18,2 Triliun dengan 4 Bank
Puradelta (DMAS) Incar Lahan Data Center 85 Ha dan Sediakan 60 Ha
Prospek Kinerja HEAL 2026 dan Tantangan Margin Keuntungan
4 Hal Penting Sebelum Membeli Saham Dividen

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:55 WIB

Rupiah Melemah ke Rp 17.622 per Dolar AS, Terlemah di Asia

Jumat, 11 September 2026 - 12:52 WIB

Amman Mineral Incar Rp 17,6 Triliun Lewat IPO di Hong Kong

Jumat, 11 September 2026 - 12:31 WIB

Rupiah Melemah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia

Jumat, 11 September 2026 - 12:17 WIB

Pertamina Alih Kelola 6 SPBU Pelanggar Aturan di Sumbar

Jumat, 11 September 2026 - 11:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp 17.580 per Dolar AS pada 11 September 2026

Berita Terbaru

Viral

Rilis NEOGEO AES+ Ditunda Hingga September 2027

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:24 WIB

Polisi telah mengidentifikasi dua terduga pelaku penembakan iring-iringan kendaraan PT Freeport Indonesia di Mimika.

Viral

Polisi Kantongi Identitas Penembak Bus Freeport di Mimika

Sabtu, 12 Sep 2026 - 07:28 WIB