Redaksiku.com – Dunia media sosial kembali menyoroti sisi kelam interaksi daring setelah RM, pemimpin grup BTS, menjadi sasaran aksi body shaming yang cukup masif pada Selasa, 8 September 2026. Insiden ini bermula ketika sebuah foto lama yang memperlihatkan RM saat berada di pusat kebugaran diunggah kembali di platform Twitter dan disandingkan dengan potret pengusaha teknologi Elon Musk.
Unggahan yang dipicu oleh akun bernama TJ tersebut secara terang-terangan membandingkan fisik keduanya dengan narasi yang merendahkan. Dengan menyertakan keterangan yang menyiratkan bahwa RM dan Elon Musk memiliki bentuk tubuh yang serupa, konten tersebut memancing reaksi berantai dari warganet yang sebagian besar justru memperkeruh suasana dengan komentar-komentar bernada menghina.
Hanya dalam waktu singkat, unggahan awal tersebut telah memicu ribuan interaksi yang berujung pada perdebatan sengit mengenai standar fisik di ruang publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinamika Perdebatan di Media Sosial
Situasi semakin memanas ketika akun @HateCrave turut membagikan ulang perbandingan foto tersebut dengan menyertakan potret terbaru dari kedua figur publik tersebut. Langkah ini seolah menjadi bahan bakar baru bagi netizen untuk melontarkan kritik pedas terhadap penampilan fisik RM. Kolom komentar pun dibanjiri oleh opini yang tidak hanya menyerang bentuk tubuh, tetapi juga mencoba mengaitkan penampilan fisik dengan karakter personal.
Salah satu pengguna bernama Eren secara terbuka menyatakan kebingungannya dalam membedakan fisik keduanya, yang kemudian memicu respons berantai dari pengguna lain. Di sisi lain, akun @jimoutofmelon mencoba mengalihkan isu ke arah kritik terhadap perilaku Elon Musk sendiri, namun tetap dalam konteks yang membawa-bawa penampilan fisik sebagai bahan perdebatan. Fenomena ini sekali lagi menunjukkan betapa mudahnya opini publik di media sosial berubah menjadi arena penghakiman fisik yang tidak proporsional.
Tindakan membandingkan tubuh seseorang dengan orang lain untuk tujuan merendahkan adalah bentuk perundungan digital yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental targetnya.
Tekanan Fisik dalam Industri K-Pop
Kejadian yang menimpa RM ini sebenarnya bukan peristiwa isolasi dalam industri hiburan Korea Selatan. Para idol K-Pop secara konsisten hidup di bawah mikroskop publik, di mana setiap perubahan kecil pada fisik mereka sering kali menjadi konsumsi publik yang tidak jarang bersifat destruktif. Standar kesempurnaan yang dipaksakan oleh netizen sering kali mengabaikan fakta bahwa idol adalah manusia biasa yang juga mengalami perubahan fisik seiring berjalannya waktu dan aktivitas mereka.
Para penggemar BTS, yang dikenal dengan sebutan ARMY, segera bereaksi untuk membela sang idol. Mereka menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk perundungan yang tidak bisa dibenarkan. Dalam berbagai utas pembelaan, penggemar menegaskan beberapa poin penting terkait insiden ini:
- Setiap individu memiliki bentuk tubuh yang unik dan tidak etis untuk dijadikan bahan perbandingan yang merendahkan.
- Tekanan untuk selalu tampil sempurna di mata publik memberikan beban mental yang sangat berat bagi para artis.
- Budaya kritik fisik di media sosial perlu dihentikan demi menciptakan ruang digital yang lebih sehat bagi semua orang.
Jika Anda merasa terganggu dengan konten perundungan di media sosial, cara terbaik adalah dengan melaporkan unggahan tersebut dan tidak memberikan interaksi yang dapat memperluas jangkauan viralnya.
Why are they built the exact same 😭 https://t.co/WUK1clhotq pic.twitter.com/5BHHllv4aI
— TJ (@swiftandruby4) September 7, 2026
Perlu dicatat bahwa foto yang beredar adalah potongan gambar lama yang digunakan di luar konteks aslinya untuk memicu reaksi negatif dari masyarakat.
Pertanyaan Umum
Mengapa foto RM BTS kembali menjadi bahan pembicaraan negatif?
Foto tersebut sengaja diunggah ulang oleh pihak tertentu untuk membandingkan fisik RM dengan Elon Musk, yang kemudian memicu aksi body shaming dari netizen di media sosial.
Bagaimana reaksi penggemar terhadap insiden ini?
Penggemar BTS secara kompak mengecam tindakan tersebut dan menyerukan penghentian perundungan fisik, sembari memberikan dukungan moral kepada RM melalui berbagai tagar dan pesan positif di media sosial.
Apakah tindakan body shaming di media sosial memiliki konsekuensi?
Selain memberikan dampak psikologis bagi targetnya, perilaku ini melanggar norma etika digital dan kebijakan privasi platform media sosial terkait pelecehan, yang dapat berujung pada pemblokiran akun pelaku.
Ringkasan
RM BTS menjadi sasaran body shaming di media sosial setelah foto lamanya di pusat kebugaran disebarkan kembali dan dibandingkan secara merendahkan dengan Elon Musk. Tindakan ini memicu perdebatan mengenai standar fisik di industri K-Pop serta etika perundungan digital terhadap figur publik.






