Redaksiku.com – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani memasang target tinggi menjelang BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.
Setelah membawa pulang medali perunggu pada edisi 2025, Putri KW kini ingin meningkatkan warna medalinya dan membidik peluang menjadi juara dunia.
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17–23 Agustus 2026. Berdasarkan hasil undian, Putri akan menghadapi Mikaela Joy De Guzman dari Filipina pada babak pertama tunggal putri.
Putri datang sebagai salah satu tumpuan utama Indonesia. Pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, ia berhasil menembus semifinal dan meraih perunggu, mengakhiri penantian panjang Indonesia terhadap medali tunggal putri di Kejuaraan Dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Putri KW Tak Mau Berhenti di Perunggu
Target Putri kali ini jelas lebih tinggi.
Dalam persiapan di Pelatnas PBSI Cipayung, Putri mengatakan dirinya ingin memperbaiki pencapaian tahun lalu. Target idealnya adalah menjadi juara, sementara setidaknya ia ingin menembus partai final.
“Semoga bisa memperbaiki warna medali,” kata Putri mengenai target Kejuaraan Dunia 2026.
Ambisi tersebut bukan tanpa modal. Putri saat ini berada di jajaran elite tunggal putri dunia dan disebut menempati peringkat keenam dunia menjelang Kejuaraan Dunia.
Dengan status tersebut, ekspektasi terhadap Putri tidak lagi sebatas mampu mengalahkan pemain unggulan, tetapi mulai bergeser ke kemampuan menjaga konsistensi hingga babak akhir turnamen besar.
Lawan Pertama dari Filipina
Hasil drawing Kejuaraan Dunia 2026 menempatkan Putri menghadapi Mikaela Joy De Guzman pada pertandingan pembuka.
Di sektor tunggal putri, Indonesia juga menurunkan pemain muda Thalita Ramadhani Wiryawan, yang akan menjalani debut Kejuaraan Dunia melawan Ines Lucia Castillo Salazar dari Peru.
Secara keseluruhan Indonesia mengirim 11 wakil ke Kejuaraan Dunia 2026 yang berlangsung pada 17–23 Agustus di New Delhi.
Putri menjadi salah satu nama dengan ekspektasi terbesar karena telah memiliki pengalaman meraih medali pada edisi sebelumnya.
Perunggu 2025 Jadi Modal Besar
Kejuaraan Dunia 2025 menjadi salah satu titik penting dalam karier Putri Kusuma Wardani.
Ia berhasil melaju hingga semifinal setelah sebelumnya menyingkirkan mantan juara dunia dan peraih dua medali Olimpiade asal India, Pusarla V. Sindhu, melalui pertandingan tiga gim 21-14, 13-21, 21-16 di perempat final.
Perjalanan Putri akhirnya dihentikan Akane Yamaguchi di semifinal.
Pebulu tangkis Jepang tersebut menang 21-17, 14-21, 21-6 dan membuat Putri harus puas dengan medali perunggu.
Meski gagal mencapai final, hasil tersebut menjadi terobosan besar bagi tunggal putri Indonesia. RRI mencatat medali Putri menjadi medali pertama Indonesia di sektor tunggal putri Kejuaraan Dunia dalam satu dekade.
Kini Putri datang ke New Delhi dengan status berbeda: bukan lagi sekadar kuda hitam, tetapi salah satu pemain unggulan yang patut diperhitungkan.

Akane Yamaguchi Masih Jadi Tembok Besar
Salah satu tantangan terbesar Putri adalah Akane Yamaguchi.
Menjelang Kejuaraan Dunia 2026, Putri mengakui dirinya masih belum berhasil mengatasi pemain Jepang tersebut. DetikSport mencatat Putri belum pernah menang dalam delapan pertemuan melawan Akane hingga awal Agustus 2026.
Pertemuan terbaru mereka terjadi di semifinal Japan Open 2026.
Putri sebenarnya memulai laga secara luar biasa dengan merebut gim pertama 21-9. Namun Akane mampu mengubah pola permainan dan membalikkan keadaan dengan kemenangan 21-16 dan 21-14 pada dua gim berikutnya.
Putri menilai pengalaman dan kemampuan Akane melakukan penyesuaian strategi di tengah pertandingan menjadi pembeda penting.
Pengalaman tersebut kini dijadikan bahan evaluasi sebelum Kejuaraan Dunia.
Sempat Tumbangkan Wang Zhi Yi
Meski belum berhasil mengalahkan Akane, Japan Open memberikan sinyal positif yang sangat besar.
Di perempat final turnamen tersebut, Putri membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan kedua asal China Wang Zhi Yi.
Putri kalah telak 9-21 pada gim pertama, tetapi mampu bangkit dan memenangkan dua gim selanjutnya dengan skor 21-17 dan 21-4.
Kemenangan tersebut sangat berarti bagi Putri karena sebelumnya ia berulang kali kesulitan ketika bertemu pemain-pemain teratas seperti Wang, An Se Young, maupun Akane.
Putri sendiri mengakui keberhasilan mengalahkan Wang membuat kepercayaan dirinya meningkat.
Hasil itu menunjukkan dirinya mempunyai kemampuan untuk mengalahkan pemain papan atas apabila mampu mempertahankan permainan terbaik sepanjang pertandingan.
China Open Jadi Alarm Evaluasi
Sepekan setelah Japan Open, Putri melanjutkan tur ke China Open 2026.
Ia lebih dulu mengalahkan Han Qian Xi asal China 21-16, 21-16, kemudian menundukkan Busanan Ongbamrungphan dari Thailand 21-17, 21-14.
Namun perjalanan Putri kemudian berakhir saat menghadapi Tomoka Miyazaki.
Putri sempat memenangi gim pertama 21-16 sebelum kalah 11-21 dan 9-21.
Seusai pertandingan, ia secara terbuka mengatakan tidak puas dengan performanya, terutama karena kehilangan fokus dan kesulitan keluar dari tekanan pada gim penentuan.
Meski demikian, Putri melihat dua turnamen di Jepang dan China memberinya pelajaran penting.
Kemenangan atas Wang Zhi Yi serta perlawanan ketat terhadap Akane meningkatkan keyakinannya bahwa jarak dengan pemain-pemain elite semakin kecil.
Mental Jadi PR Utama Putri KW
Menjelang Kejuaraan Dunia, Putri tidak hanya fokus meningkatkan kemampuan teknik.
Ia justru menyoroti mental, konsentrasi dan kemampuan mempertahankan fokus sebagai pekerjaan rumah terbesarnya.
Menurut Putri, pertandingan di level tertinggi menguras pikiran secara sangat besar.
Pengalaman di Japan Open membuatnya merasa beban mental bahkan dapat terasa lebih berat daripada kelelahan fisik setelah pertandingan. Karena itu, latihan menjelang Kejuaraan Dunia juga diarahkan untuk memperkuat fokus dan kestabilan pikiran.
Evaluasi serupa muncul setelah China Open.
Putri mengatakan dirinya harus mampu menjaga fokus bukan hanya dalam satu atau dua pertandingan, tetapi sepanjang beberapa turnamen secara beruntun.
Aspek tersebut menjadi sangat penting pada Kejuaraan Dunia karena satu kekalahan langsung mengakhiri perjalanan pemain.
Daya Tahan Juga Ditingkatkan
Selain mental, daya tahan menjadi perhatian.
Setelah semifinal Japan Open melawan Akane, Putri mengakui pertandingan tersebut sangat menguras energi fisik dan mental. Ia kemudian menyebut peningkatan endurance sebagai salah satu evaluasi penting.
Pertandingan tunggal putri level elite memang sering berkembang menjadi reli panjang dengan durasi yang tinggi.
Jika ingin mencapai semifinal atau final Kejuaraan Dunia, seorang pemain juga harus menjalani beberapa pertandingan dalam waktu relatif singkat.
Karena itu, kemampuan mempertahankan kualitas pukulan ketika kondisi fisik menurun dapat menjadi salah satu faktor penentu.
Putri Konsisten di Level Elite
Musim 2026 memperlihatkan Putri semakin konsisten menghadapi persaingan papan atas.
Ia mencapai semifinal Japan Open setelah mengalahkan Wang Zhi Yi, lalu kembali melaju jauh di China Open sebelum dihentikan Tomoka Miyazaki.
Sebelumnya pada Maret, Putri juga mencapai final Swiss Open 2026, sebelum kalah dari Supanida Katethong 11-21, 15-21.
Di All England 2026, Putri mencapai perempat final sebelum dihentikan pemain nomor satu dunia An Se Young dengan skor 11-21, 14-21.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan Putri cukup konsisten memasuki fase akhir turnamen, meski tantangan berikutnya adalah mengubah penampilan tersebut menjadi gelar di level tertinggi.
Pernah Kesulitan Melawan An Se Young
Selain Akane Yamaguchi, An Se Young menjadi salah satu lawan yang masih sulit ditaklukkan Putri.
Pada perempat final India Open 2026, Putri kalah 16-21, 8-21 dari pemain Korea Selatan tersebut.
Mereka kembali bertemu di All England dan Putri kembali kalah dua gim langsung.
Putri pernah mengatakan pemain-pemain empat besar memiliki tingkat konsistensi dan kemampuan berpikir di lapangan yang masih harus ia kejar.
Namun kemenangan terbaru atas Wang Zhi Yi menjadi bukti bahwa batas tersebut mulai dapat ditembus.
Kejuaraan Dunia Jadi Target Utama Sejak Awal Tahun
Ambisi tampil maksimal di New Delhi sebenarnya bukan target yang baru muncul menjelang turnamen.
BWF sejak Januari 2026 sudah mencatat Kejuaraan Dunia di Delhi sebagai salah satu target utama Putri untuk musim ini setelah ia menutup 2025 dengan perkembangan signifikan dan mencapai ranking terbaik dalam kariernya.
Persiapan selama musim 2026 pun menjadi bagian dari proses menuju turnamen tersebut.
Kini jadwal kompetisi besar itu tinggal sekitar satu pekan lagi.
Kejuaraan Dunia akan dimulai 17 Agustus dan berakhir 23 Agustus 2026.
Indonesia Ingin Akhiri Puasa Gelar Dunia
Kejuaraan Dunia 2026 juga membawa misi besar bagi tim Indonesia.
Indonesia terakhir meraih gelar juara dunia pada 2019, ketika pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara di Basel.
Sejak saat itu, Indonesia belum kembali membawa pulang gelar juara dunia.
Pada edisi 2025, Putri menjadi salah satu peraih medali bagi Merah Putih dengan keberhasilannya mencapai semifinal tunggal putri.
Karena itulah Kejuaraan Dunia 2026 menghadirkan kesempatan baru bagi generasi pemain saat ini untuk mengakhiri penantian tersebut.
Putri menjadi salah satu kandidat yang paling menarik karena telah membuktikan dirinya mampu mencapai semifinal tahun lalu.
Putri KW Siap Naik Kelas di New Delhi
Bagi Putri Kusuma Wardani, Kejuaraan Dunia 2026 bukan lagi sekadar kesempatan mencari pengalaman.
Setelah meraih perunggu pada 2025, standar yang dipasang kini lebih tinggi.
Final menjadi target minimal ideal, sedangkan juara dunia adalah sasaran terbesar yang ingin dikejarnya.
Modalnya juga cukup menjanjikan.
Putri kini berada di peringkat keenam dunia, baru saja mengalahkan Wang Zhi Yi di Japan Open, mampu memberikan perlawanan kuat kepada Akane Yamaguchi, serta telah mengetahui aspek mental dan konsistensi yang masih harus diperbaiki.
Tantangan pertama akan datang dari Mikaela Joy De Guzman asal Filipina ketika Kejuaraan Dunia mulai berlangsung di New Delhi pada 17 Agustus.
Jika berhasil melangkah jauh, Putri akan kembali berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dunia.
Namun setelah perunggu 2025, ia kini datang dengan keyakinan berbeda.
Putri KW tidak ingin sekadar mengulang sejarah. Kali ini, targetnya adalah memperbaiki warna medali—dan jika memungkinkan, pulang sebagai juara dunia.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






