Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, mobil-mobil modern sudah banyak menggunakan Continuously Variable Transmission {CVT}. CVT identik dengan perpindahan percepatan yang halus dengan begitu pengendara tidak merasa hendtakan saat berpindah kecepatan. Transmisi ini juga dibekali dengan bahan bakar yang irut serta perputaran rendah dari mesin dapat dikonversikan menjadi output yang lebih tinggi dengan efektif.
Dalam ulasan ini kita akan membahas tentang penyakit CVT mobil yang cukup beragam. Hal ini perlu kamu ketahui. Semua komponen kendaraan selalu harus mendapatkan perawatan secara teratur. Sehingga risiko mobil mengalami kerusakan cukup kecil. Begitupun juga mobil dengan sistem CVT. Nah berikut ini beberapa penyakit CVT mobil yang kerap terjadi, simak penjelasan dibawah ini:

- CVT Bergetar
Penyakit CVT mobil yang pertama adalah kondisi CVT yang bergetar. Hal ini sering terjadi ketika mobil tengah berjalan di jalanan yang menanjak. Penyebab ini disebabkan oleh kondisi slip yang terjadi pada pulley set dan sabuk baja. Selain itu juga disebabkan oleh putaran pulley primer yang terlalu tinggi. Dan akibatkan akan timbul gesekan berlebihan dan getaran pada transmisi mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini mengakibatkan sensor pada transmisi mendeteksi kelebihan beban. Sehingga otomatis transmisi membatasi atau membei limitasi ke beban torsi dari mesin ke transmisi, untuk mencegah pressure oil atau tekanan oli transmisi menjadi berlebihan dan menciptakan suhu tinggi yang berakibat CVT mengalami overheat. Untuk mencegah hal ini, selalu cek rutin dan melakukan perawatan pada CVT mobil.
- Adanya hentakan keras
Selanjutnya penyakit CVT mobil adanya hentakan keras yang terjadi saat masuk ke posisi D drive terasa hentakan. Hentakan ini seperti gigi transmisi dipaksa dan putaran mesin tidak diredam dengan baik. Hal tersebut dapat membuat mobil menjadi lambat atau bahkan tidak bisa berjalan.
- Respon mundur telat
Kondisi mobil dengan transmisi matic saat sehat adalah jika tuas transmisi matic di posisi R mobil langsung respon dengan mudah mundur, hanya dengan mengangkat tuas gas. Gejala CVT mobil rusak ini saat tuas transmisi matic sudah di posisi R, namun harus menunggu lama seperti harus di gas-gas terlebih dahulu baru mobil bisa mundur. Jika mobil kamu mengalami seperti ini maka disarankan untuk memeriksa serta melakukan perawatan pada mobil kamu.
- Transmisi CVT alami Overheat
Penyakit CVT mobil selanjutnya terjadi overheat, CVT mobil jebol karena panas yang berlebihan. CVT mobil memerlukan pendingin untuk mencegah kerusakan akibat panas yang berlebihan. Jadi, jika pendingin tidak bekerja dengan semestinya, maka panas yang dihasilkan dari transmisi akan terlalu tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan. Gejala lain yang mengakibatkan mobil CVT overheat adalah menyalanya indikator peringatan bergambar gear warna kuning yang memiliki tanda seru di bagian tengah.
- Terdengar suara decitan dari gearbox
Yang terakhir adalah adanya suara decitan dari arah transmisi, hal ini adalah salah satu gejala yang umum terjadi. Suara ini disebabkan oleh sabuk baja CVT di dalam gearbox. Penyakit CVT mobil ini disebabkan oleh kehausan pada sabuk baja, salah penggunaan oli pada transmisi, dan kondisi kelembaban yang tinggi.
Itulah, penjelasan beberpa penyakit CVT mobil yang sering terjadi. Untuk mengatasi penyakit CVT tersebut kamu dapat melakukan pengecekan CVT mobil serta melakukan perawatan atau service mobil secara berkala. Hal ini bertujuan agar mobil kamu selalu dalam keadaan baik. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat menambah wawasan mengenai otomotif terutama dalam penyakit CVT mobil.
Baca Juga : Apa Itu Transmisi CVT ?
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






