Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Kemenag Janji Survei Teknis dan Rehabilitasi Cepat

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Kemenag Janji Survei Teknis dan Rehabilitasi Cepat

Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Kemenag Janji Survei Teknis dan Rehabilitasi Cepat

Redaksiku.com – Kabar duka datang dari dunia pesantren. Mushala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin sore (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika para santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Akibatnya, puluhan santri terjebak dalam reruntuhan, satu di antaranya meninggal dunia.

Insiden ini langsung menyita perhatian banyak pihak, termasuk Kementerian Agama (Kemenag). Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, menegaskan pihaknya bakal mengerahkan survei teknis untuk menyelidiki penyebab runtuhnya bangunan sekaligus memetakan risiko pada fasilitas lain di sekitar pesantren.

Fokus Utama: Evakuasi dan Keselamatan

Menurut Amin, prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman, serta memberikan perawatan maksimal bagi korban luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus kami saat ini memastikan evakuasi berjalan lancar, korban mendapat perawatan maksimal, dan aktivitas pesantren dapat kembali berlangsung dengan aman. Evaluasi teknis juga akan diperketat agar peristiwa serupa tidak terulang, jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2025).

Selain mengusut penyebab teknis, Kemenag juga berkomitmen mendampingi pihak pesantren agar kegiatan belajar-mengajar bisa segera pulih.

Bantuan Rehabilitasi dari Pemerintah

Tak berhenti di situ, Amin menegaskan pemerintah bakal memberikan bantuan rehabilitasi untuk memperbaiki fasilitas Ponpes Al Khoziny yang rusak. Bantuan ini bisa berasal dari anggaran pusat maupun dukungan pemerintah daerah.

Baik itu melalui anggaran pusat maupun dukungan daerah untuk memperbaiki fasilitas ponpes yang rusak, katanya.

Langkah ini dianggap penting agar pesantren tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan agama, sekaligus memastikan santri punya tempat belajar dan beribadah yang aman.

Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Kemenag Janji Survei Teknis dan Rehabilitasi Cepat
Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Kemenag Janji Survei Teknis dan Rehabilitasi Cepat

Koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jatim

Dirjen Pendidikan Islam juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Mereka diminta mendampingi langsung proses penanganan korban di lapangan.

Tim lapangan juga dikerahkan untuk memastikan santri dan jemaah terdampak mendapat pertolongan medis yang layak, ujar Amin.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan semua korban, baik yang luka ringan maupun luka berat, bisa segera ditangani secara optimal.

Keselamatan Jadi Prioritas

Dalam pernyataannya, Amin menegaskan bahwa keselamatan santri dan masyarakat sekitar ponpes adalah prioritas utama. Kemenag ingin memastikan semua langkah pemulihan dilakukan secepat mungkin, baik dari sisi medis maupun fasilitas bangunan.

Bantuan segera diturunkan, dan pemulihan fasilitas akan kami lakukan secepat mungkin, ujarnya.

Pernyataan ini memberi sinyal bahwa Kemenag tidak hanya hadir untuk memberikan dukungan moral, tetapi juga aksi nyata berupa bantuan langsung di lapangan.

Kronologi Kejadian

Musibah terjadi ketika bangunan mushala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny tiba-tiba runtuh saat para santri tengah menunaikan salat Ashar berjamaah. Suasana yang awalnya khusyuk berubah jadi panik saat atap dan dinding ambruk menimpa puluhan santri.

Tim evakuasi yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, relawan, dan warga sekitar langsung bergerak cepat. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena banyak santri terjebak di bawah reruntuhan beton.

Data Korban

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengonfirmasi jumlah korban. Menurutnya, sebanyak 79 santri berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Namun, peristiwa tragis ini juga menelan korban jiwa. Satu santri bernama Maulana Affan Ibrahimafic, remaja berusia 15 tahun asal Pabean Cantikan, Surabaya, meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.

Satu korban meninggal dunia dan saat ini sedang proses pemulangan terhadap korban meninggal, kata Jules.

Kabar duka ini langsung menyelimuti keluarga besar ponpes dan para wali santri. Banyak doa mengalir agar para korban luka lekas pulih dan arwah Maulana diterima dengan baik di sisi Tuhan.

Suasana Haru di Ponpes

Sehari pasca tragedi, suasana di Ponpes Al Khoziny masih dipenuhi duka. Para santri yang selamat terlihat masih syok. Sebagian dari mereka mendapat perawatan di rumah sakit terdekat.

Para pengajar, ustaz, dan pengurus ponpes juga terlihat sibuk mendampingi korban serta berkoordinasi dengan tim medis dan aparat. Banyak warga sekitar turut berdatangan untuk membantu sekaligus memberi dukungan moral.

Tanggapan Publik

Insiden ambruknya mushala ini cepat menyebar di media sosial. Netizen membanjiri timeline dengan ucapan duka dan doa untuk para santri. Tak sedikit juga yang mempertanyakan faktor keamanan bangunan pesantren.

Sedih banget dengar kabar ini. Semoga korban dan keluarganya diberi ketabahan, tulis salah satu pengguna X (Twitter).

Ada juga yang menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap bangunan sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia, agar tragedi serupa tidak terulang.

Evaluasi Keamanan Bangunan

Tragedi Ponpes Al Khoziny membuka mata banyak pihak bahwa aspek keamanan bangunan pendidikan dan keagamaan harus jadi perhatian serius. Apalagi, banyak pesantren di Indonesia yang dibangun secara swadaya, sehingga kualitas konstruksinya tidak selalu sesuai standar teknis.

Dengan adanya survei teknis dari Kemenag, diharapkan risiko ambruk bisa diantisipasi sejak dini. Evaluasi ini bisa mencakup struktur bangunan, material yang digunakan, hingga sistem perawatan gedung.

Pelajaran Penting

Dari insiden ini, ada beberapa poin yang bisa jadi pelajaran berharga:

  1. Keamanan bangunan harus jadi prioritas. Lembaga pendidikan dan ibadah yang menampung banyak orang wajib memenuhi standar teknis agar tidak membahayakan pengguna.

  2. Koordinasi cepat saat bencana. Evakuasi santri yang cepat menyelamatkan puluhan nyawa.

  3. Peran pemerintah. Dukungan nyata dari Kemenag dan pemerintah daerah menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam penanganan darurat.

  4. Kesadaran publik. Tragedi ini jadi pengingat bahwa semua pihak, termasuk masyarakat, perlu peduli pada faktor keselamatan di lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Musibah ambruknya mushala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, menyisakan duka mendalam. Satu santri meninggal dunia, puluhan lainnya terluka, dan seluruh penghuni pesantren masih dalam trauma.

Kementerian Agama langsung turun tangan dengan mengerahkan survei teknis untuk menyelidiki penyebab sekaligus mencegah insiden serupa. Pemerintah juga berjanji memberi bantuan rehabilitasi agar fasilitas ponpes bisa segera dipulihkan.

Di balik tragedi ini, ada pesan penting: keselamatan santri dan masyarakat harus jadi prioritas utama. Peristiwa ini semoga jadi pengingat agar standar keamanan bangunan pendidikan dan keagamaan diperketat di seluruh Indonesia.

 Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apakah September 2026 Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional? Cari Tahu di Sini ‎
Wanita Mabuk Pengemudi Outlander Maut Jadi Sorotan, Keluarga Korban Minta Keadilan
Eugene Panji Meninggal Dunia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sineas Kreatif
Bantuan Gempa NTT Rp200 Miliar Dikucurkan Presiden Prabowo, Ini Rincian Dana untuk Daerah Terdampak
‎10 Drama Mirip Agent Kim Reactivated dengan Aksi Seru dan Cerita Menegangkan
Artis Revaldo Fifaldi Tersandung Kasus Narkoba Lagi, Ini Pasal yang Menjeratnya
‎10 Cara Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Tidak Meluas
Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Apakah September 2026 Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional? Cari Tahu di Sini ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Eugene Panji Meninggal Dunia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sineas Kreatif

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Bantuan Gempa NTT Rp200 Miliar Dikucurkan Presiden Prabowo, Ini Rincian Dana untuk Daerah Terdampak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:16 WIB

‎10 Drama Mirip Agent Kim Reactivated dengan Aksi Seru dan Cerita Menegangkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Artis Revaldo Fifaldi Tersandung Kasus Narkoba Lagi, Ini Pasal yang Menjeratnya

Berita Terbaru

Tanda Seseorang Sudah Menyia-nyiakan Masa Muda

Life Style

5 Tanda Seseorang Sudah Menyia-nyiakan Masa Muda

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:21 WIB