Redaksiku.com – Klub raksasa Italia AS Roma sukses mengirimkan pesan peringatan dini kepada para pesaingnya di ajang Liga Italia 2026/2027 setelah membantai tuan rumah Lecce dengan skor telak 4-0 pada pekan kedua Serie A di Stadion Via del Mare, Lecce, pada Senin, 31 Agustus 2026. Pertandingan tandang ini menunjukkan dominasi mutlak skuad asuhan pelatih Roma yang langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit pertama demi mengamankan poin penuh di kandang lawan. Kemenangan meyakinkan ini diraih berkat penampilan gemilang lini serang yang dimotori oleh rekrutan anyar serta pemain muda berbakat yang tampil tanpa ampun sepanjang 90 menit pertandingan.
Penyerang asal Belanda, Donyell Malen, keluar sebagai bintang lapangan dalam pertandingan tersebut setelah berhasil memborong dua gol kemenangan bagi tim ibu kota. Selain aksi brilian Malen, dua gol tambahan masing-masing disumbangkan oleh Matias Soule dan pemain pengganti Rodrigo Mora yang baru menginjakkan kaki di lapangan hijau pada babak kedua. Pesta gol ini melengkapi performa sempurna I Lupi yang berhasil menyapu bersih dua laga perdana musim ini dengan hasil kemenangan beruntun tanpa kebobolan satu pun gol.
Tambahan tiga poin penuh ini membawa AS Roma kokoh memuncaki klasemen sementara Serie A dengan koleksi 6 poin dari dua pertandingan pembuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Posisi puncak tersebut berhasil direbut oleh Roma berkat keunggulan selisih gol atas para rival terdekat mereka di papan atas. Sejumlah tim kuat seperti Inter Milan, AC Milan, Juventus, dan Lazio sebenarnya juga mencatatkan hasil sempurna dengan mengumpulkan enam poin dari dua laga awal. Persaingan di papan atas klasemen Liga Italia musim ini diprediksi akan berjalan sangat ketat mengingat konsistensi yang ditunjukkan oleh tim-tim unggulan sejak pekan-pekan pertama kompetisi bergulir.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Tim tamu AS Roma langsung tancap gas begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan babak pertama di markas Lecce. Pertandingan bahkan baru berjalan selama empat menit ketika sebuah kesalahan elementer di lini belakang tuan rumah langsung dimanfaatkan dengan baik oleh barisan penyerang Roma. Kialonda Gaspar gagal melakukan sapuan bola dengan sempurna di area pertahanan sendiri, sehingga si kulit bulat jatuh tepat di kaki Donyell Malen yang berdiri bebas.
Tanpa membuang banyak waktu, Donyell Malen dengan tenang melepaskan tembakan terarah yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Lecce, Wladimiro Falcone. Gol cepat yang tercipta pada menit keempat tersebut langsung mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu. Tertinggal satu gol membuat para pemain tuan rumah mencoba keluar dari tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan di hadapan pendukung sendiri.
Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Lecce justru kembali jebol pada menit ke-23 melalui skema serangan balik cepat yang dibangun oleh lini tengah Roma. Penyerang tajam asal Belanda tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah sukses menyelesaikan kombinasi kerja sama apik antara Matias Soule dan Wesley Franca. Sontekan akurat dari jarak dekat yang dilepaskan oleh Malen sukses merobek jala gawang Falcone untuk kedua kalinya dan membawa Roma menjauh dengan skor 2-0.
Dominasi total AS Roma di paruh pertama babak pertama memaksa tuan rumah tak berkutik menghadapi gempuran lini serang tim tamu.
Belum sempat tuan rumah mengatur kembali strategi permainan setelah kebobolan gol kedua, AS Roma kembali memberikan hukuman telak melalui gol ketiga. Hanya berselang dua menit dari gol kedua atau tepatnya pada menit ke-25, giliran Matias Soule yang mencatatkan namanya di papan skor Stadion Via del Mare. Tembakan percobaan pertama Soule sebenarnya sempat berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Wladimiro Falcone.
Akan tetapi, bola muntah hasil tepisan tersebut jatuh tepat ke arah pergerakan Soule yang tidak terkawal di kotak penalti. Dengan sigap, pemain muda berbakat tersebut langsung menyambar bola liar tersebut untuk memperlebar keunggulan tim tamu menjadi 3-0. Keunggulan tiga gol tanpa balas membuat I Lupi semakin nyaman mengendalikan tempo permainan hingga wasit meniup peluit panjang tanda turun minum.
Sepanjang sisa waktu babak pertama, skuad Lecce terlihat sangat kesulitan untuk keluar dari tekanan ketat yang diterapkan oleh para pemain tengah Roma. Celah di lini pertahanan tuan rumah terus dieksploitasi oleh barisan penyerang tim tamu yang tampil sangat disiplin dan penuh percaya diri. Skor 3-0 untuk keunggulan telak AS Roma pun bertahan hingga kedua tim berjalan menuju kamar ganti untuk beristirahat.
Dominasi Babak Kedua dan Penguncian Kemenangan
Memasuki paruh kedua pertandingan, pelatih AS Roma menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak mengendurkan intensitas serangan meskipun telah unggul jauh. Dominasi penguasaan bola tetap dipegang sepenuhnya oleh tim tamu yang terus mencari celah untuk menambah penderitaan tuan rumah. Lecce yang mencoba tampil lebih terbuka di babak kedua justru semakin rentan terhadap serangan balik cepat yang dilancarkan oleh para gelandang kreatif Roma.
Gol keempat yang sekaligus mengunci kemenangan mutlak tim tamu akhirnya tercipta pada menit ke-65 pertandingan babak kedua. Gol penutup tersebut dicetak oleh pemain muda Rodrigo Mora yang baru saja menginjakkan kaki di lapangan selama lima menit sebagai pemain pengganti. Memanfaatkan umpan matang dari bek berpengalaman Gianluca Mancini, Mora melepaskan tembakan keras melengkung ke sudut kanan gawang.
Sepakan terukur dari Rodrigo Mora tersebut meluncur deras tanpa mampu dijangkau oleh penjaga gawang Wladimiro Falcone yang sudah berusaha terbang menghalau bola. Papan skor kembali berubah menjadi 4-0 untuk keunggulan telak AS Roma atas tuan rumah di kandang mereka sendiri. Gol dari pemain pengganti ini semakin menegaskan kedalaman skuad yang dimiliki oleh tim ibu kota pada musim kompetisi kali ini.
- Donyell Malen mencetak dua gol penting di babak pertama pertandingan.
- Matias Soule dan Rodrigo Mora masing-masing menyumbang satu gol penutup.
- Gianluca Mancini menyumbangkan assist krusial untuk gol keempat tim.
Tertinggal empat gol tanpa balas membuat mental bertanding para pemain Lecce semakin terpuruk di sisa waktu pertandingan babak kedua. Pelatih tuan rumah melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan lini tengah dan depan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil signifikan. Barisan pertahanan AS Roma tampil sangat solid dan disiplin dalam mematahkan setiap aliran serangan yang coba dibangun oleh anak asuh tuan rumah.
Hingga peluit panjang dibunyikan oleh pengadil lapangan, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua kesebelasan di atas lapangan hijau. AS Roma akhirnya memastikan diri pulang dari markas lawan dengan membawa pulang tiga poin penuh serta catatan clean sheet yang meyakinkan. Kemenangan tandang 4-0 ini menjadi modal psikologis yang sangat baik bagi skuad asuhan pelatih kepala menjelang pertandingan-pertandingan berat berikutnya di kompetisi domestik maupun Eropa.
Sementara itu, hasil negatif ini menjadi pil pahit yang harus ditelan oleh Lecce di hadapan pendukung setia yang memadati tribun stadion. Kekalahan telak di kandang sendiri membuat posisi mereka tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 3 poin dari dua laga. Manajemen dan jajaran pelatih tuan rumah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rapuhnya lini pertahanan agar tidak kembali kecolongan pada pertandingan-pertandingan selanjutnya di Serie A.
Pertanyaan Umum
Kapan pertandingan antara Lecce dan AS Roma dilangsungkan?
Pertandingan pekan kedua Liga Italia 2026/2027 antara Lecce dan AS Roma dilangsungkan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Stadion Via del Mare, Lecce.
Siapa saja pencetak gol dalam laga tandang AS Roma ke markas Lecce?
Empat gol kemenangan AS Roma masing-masing dicetak oleh Donyell Malen dengan dua gol, serta tambahan satu gol dari Matias Soule dan Rodrigo Mora.
Bagaimana posisi AS Roma di klasemen sementara setelah kemenangan tersebut?
AS Roma memuncaki klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 6 poin dari dua pertandingan awal berkat keunggulan selisih gol.
Ringkasan
AS Roma memuncaki klasemen Liga Italia 2026 setelah membantai Lecce 4-0 di Stadion Via del Mare berkat dua gol Donyell Malen, Matias Soule, dan Rodrigo Mora.






