Redaksiku.com – Jarell Quansah menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan dalam laga Meksiko vs Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Bek muda Inggris itu awalnya menjadi sorotan karena dipercaya tampil sebagai starter di posisi bek kanan, lalu semakin ramai dibahas setelah mendapat kartu merah pada babak kedua.
Keputusan memainkan Jarell Quansah sejak awal cukup menarik karena posisi aslinya adalah bek tengah. Reuters melaporkan Quansah dipasang sebagai bek kanan Inggris dalam laga melawan Meksiko di Azteca Stadium, menggantikan Djed Spence di posisi tersebut.
Jarell Quansah Jadi Sorotan di Meksiko vs Inggris
1. Dipercaya starter oleh Thomas Tuchel
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jarell Quansah mendapat kepercayaan besar dari pelatih Inggris, Thomas Tuchel, dalam laga penting babak 16 besar. Ia masuk starting XI Inggris saat menghadapi Meksiko, sebuah pertandingan yang penuh tekanan karena berlangsung di hadapan publik tuan rumah.
Reuters mencatat Inggris menurunkan Jordan Pickford di bawah mistar, dengan lini belakang yang melibatkan Jarell Quansah, Ezri Konsa, dan Marc Guehi. Di lini tengah dan depan, Inggris juga memainkan nama besar seperti Declan Rice, Jude Bellingham, Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Harry Kane.
Kepercayaan ini menunjukkan bahwa Quansah dianggap cukup siap untuk tampil dalam laga besar, meski tekanan pertandingan sangat tinggi.
2. Bermain bukan di posisi utama
Hal menarik dari Jarell Quansah adalah ia dimainkan sebagai bek kanan. Padahal, Quansah lebih dikenal sebagai bek tengah dengan postur kuat, kemampuan duel udara, dan gaya bermain yang tenang dalam membangun serangan dari belakang.
Keputusan ini kemungkinan berkaitan dengan kebutuhan taktik Inggris dan situasi kebugaran pemain. The Guardian sebelumnya menulis Quansah sudah kembali berlatih penuh, sementara Djed Spence mengalami masalah betis dan Reece James masih diragukan karena cedera hamstring.
Dalam kondisi seperti itu, fleksibilitas Quansah menjadi penting. Namun, bermain di posisi berbeda pada laga sebesar ini tentu membawa risiko tersendiri.
3. Kartu merah mengubah arah pertandingan
Nama Jarell Quansah semakin ramai dibicarakan setelah ia mendapat kartu merah dalam laga melawan Meksiko. Sportsnet melaporkan Quansah diusir keluar lapangan setelah pelanggaran terhadap pemain Meksiko.
Fox Sports juga mencatat momen kartu merah tersebut terjadi saat laga Meksiko vs Inggris memasuki fase panas, dengan Inggris sedang berusaha menjaga keunggulan.
Kartu merah ini menjadi momen besar karena Inggris harus bermain dengan 10 pemain. Dalam pertandingan fase gugur, kehilangan satu pemain bisa mengubah tekanan, ritme, dan strategi secara drastis.

4. Pelanggaran terjadi setelah tinjauan VAR
Insiden kartu merah Jarell Quansah disebut terjadi setelah tinjauan VAR. TalkSPORT melaporkan Quansah mendapat kartu merah setelah review VAR atas tekel tinggi terhadap bek Meksiko, Jesus Gallardo.
VAR membuat keputusan wasit semakin penting dalam laga besar seperti ini. Situasi yang awalnya bisa terlihat sebagai perebutan bola berubah menjadi hukuman berat setelah tayangan ulang menunjukkan adanya kontak berbahaya.
Bagi Quansah, momen ini menjadi pelajaran besar. Dalam pertandingan level Piala Dunia, timing tekel dan kontrol emosi menjadi hal yang sangat menentukan.
5. Insiden sempat memanaskan suasana laga
Kartu merah Jarell Quansah tidak hanya berdampak pada taktik Inggris, tetapi juga memanaskan atmosfer pertandingan. TalkSPORT menyebut insiden tersebut memicu ketegangan besar di lapangan, bahkan melibatkan pemain dan staf dari kedua kubu.
Laga Meksiko vs Inggris memang sudah berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal. Meksiko bermain di kandang sendiri, sementara Inggris datang dengan tekanan besar sebagai salah satu kandidat kuat.
Dalam situasi seperti itu, satu keputusan besar dari wasit bisa langsung mengubah emosi pertandingan. Quansah akhirnya menjadi pusat perhatian karena kartu merahnya datang pada momen yang sangat krusial.
6. Laga sempat tertunda karena cuaca buruk
Sebelum Jarell Quansah menjadi sorotan di lapangan, pertandingan Meksiko vs Inggris sudah lebih dulu menjadi perhatian karena tertunda. Reuters melaporkan laga babak 16 besar ini ditunda satu jam akibat cuaca buruk dan badai petir di sekitar Azteca Stadium.
Penundaan seperti ini bisa memengaruhi kesiapan pemain. Fokus, pemanasan, dan ritme mental tim harus dijaga lebih lama sebelum pertandingan benar-benar dimulai.
Bagi pemain muda seperti Quansah, kondisi pertandingan yang tidak biasa ini menambah tekanan. Ia harus menghadapi atmosfer stadion, cuaca, dan peran penting dalam susunan taktik Inggris.
7. Tetap menjadi prospek besar Inggris
Meski mendapat kartu merah, Jarell Quansah tetap merupakan salah satu bek muda Inggris yang punya prospek besar. Ia pindah dari Liverpool ke Bayer Leverkusen pada 2025, dengan Liverpool mengonfirmasi bahwa sang pemain menyelesaikan transfer setelah meniti karier dari akademi klub tersebut sejak usia lima tahun.
Bundesliga juga mencatat Quansah menandatangani kontrak lima tahun bersama Bayer Leverkusen hingga 30 Juni 2030.
Pengalaman di Bundesliga menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya. Bermain di liga besar Eropa memberi Quansah kesempatan meningkatkan kedewasaan taktik, kualitas duel, dan konsistensi di level tertinggi.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






