Harga Emas Antam Turun ke Rp2,62 Juta per Gram, Ini Prospeknya

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Antam — Batangan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebagai instrumen investasi pelindung nilai.

Harga emas Antam bertengger di level Rp2.625.000 per gram pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Redaksiku.com – Gerak harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menarik perhatian para pelaku pasar setelah mengalami koreksi cukup dalam dari level tertingginya di awal tahun ini. Meski sempat berada di puncak kejayaan pada bulan-bulan pertama tahun 2026, penurunan yang terjadi saat ini justru dipandang oleh para analis sebagai peluang untuk mulai mengoleksi kembali aset pelindung nilai ini sebelum kembali melonjak menjelang akhir tahun.

Pada perdagangan Kamis (10/9/2026), harga emas Antam bertengger di level Rp2.625.000 per gram, mencatatkan kenaikan harian sebesar Rp15.000 dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini memang menunjukkan pemulihan jangka pendek, namun jika ditarik garis lebih jauh ke belakang, posisinya masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang sejarah yang sempat menyentuh angka Rp3.168.000 per gram pada akhir Januari 2026 lalu. Bagi pemilik emas yang ingin mencairkan aset mereka, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam kini berada di level Rp2.475.000 per gram.

“Prospek hingga akhir 2026 masih cukup positif, konsensus analis memperkirakan harga emas spot internasional akan berkisar US$4.800-US$5.000.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

— Lukman Leong

Faktor Pemicu Fluktuasi Harga Emas Dunia

Pasar komoditas global sepanjang tahun 2026 ini memang dipenuhi oleh dinamika yang sangat dinamis. Lonjakan fantastis pada bulan Januari dipicu oleh tingginya ketidakpastian geopolitik global serta penyesuaian kebijakan moneter dari berbagai bank sentral utama dunia, khususnya Federal Reserve di Amerika Serikat. Ketika tensi mereda dan pasar mulai melakukan penyesuaian, harga emas spot internasional mengalami konsolidasi yang cukup wajar.

Koreksi yang terjadi dari level puncak di atas tiga juta rupiah per gram ke kisaran dua koma enam juta rupiah saat ini tidak lantas membuat daya tarik logam mulia ini pudar. Sebaliknya, penurunan ini memberikan ruang bernapas bagi pasar yang sebelumnya sempat mengalami kondisi jenuh beli atau overbought yang sangat ekstrem.

Di tingkat domestik, pergerakan harga emas Antam tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas dunia, tetapi juga sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Ketika rupiah bergerak stabil, maka pergerakan harga emas Antam akan lebih mencerminkan dinamika harga emas spot global secara murni.

Prospek Cerah Menjelang Akhir Tahun 2026

Optimisme terhadap masa depan logam kuning ini disuarakan oleh analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong. Menurut pengamatannya, prospek harga emas hingga penutupan tahun 2026 masih berada dalam tren yang sangat positif. Konsensus para analis global memperkirakan harga emas spot internasional berpotensi kuat merangkak naik menuju kisaran US$4.800 hingga US$5.000 per ounce, yang berarti masih ada ruang pertumbuhan lebih dari sepuluh persen dari level saat ini.

Emas Antam diproyeksikan berpeluang kembali menembus angka Rp2.900.000 hingga Rp3.000.000 per gram pada akhir tahun 2026.

Proyeksi optimis tersebut dibuat dengan asumsi bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat akan tetap terjaga stabil di sekitar level saat ini. Jika kondisi ekonomi makro dalam negeri tetap solid dan tidak ada guncangan mata uang yang berarti, potensi kenaikan harga emas Antam untuk mendekati kembali level psikologis tiga juta rupiah per gram sangat terbuka lebar.

Meskipun harga saat ini di kisaran Rp2,62 juta terhitung lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata harga pada satu atau dua bulan ke belakang, tingkat harga ini dinilai masih sangat kompetitif bagi investor yang baru ingin masuk atau menambah portofolio investasi mereka.

Strategi Akumulasi Bertahap untuk Investor

Menghadapi pasar komoditas yang fluktuatif, para ahli menyarankan agar investor ritel tidak bersikap impulsif. Pergerakan harga emas jarang sekali menunjukkan grafik naik yang lurus tanpa hambatan. Oleh karena itu, strategi investasi yang paling disarankan adalah melakukan pembelian secara berkala atau memanfaatkan momentum koreksi harga.

Gunakan metode dollar-cost averaging dengan membeli emas secara konsisten setiap bulan tanpa memedulikan fluktuasi harian.

Dengan menerapkan strategi akumulasi bertahap ini, investor dapat meminimalkan risiko membeli di harga puncak. Ketika harga sedang mengalami penurunan seperti saat ini, investor justru mendapatkan kesempatan untuk memperoleh gramasi emas yang lebih banyak dengan jumlah dana yang sama.

Pendekatan ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki orientasi investasi jangka menengah hingga jangka panjang. Emas secara historis telah membuktikan perannya sebagai pelindung nilai kekayaan terhadap inflasi dan depresiasi mata uang dalam jangka panjang, sehingga penurunan harga sesaat sebaiknya disikapi sebagai diskon pasar yang menguntungkan.

Bagi investor pemula, penting untuk memahami bahwa emas fisik memerlukan biaya penyimpanan dan memiliki selisih harga jual-beli (spread) yang harus diperhitungkan. Dengan harga buyback saat ini yang berada di angka Rp2.475.000 per gram, terdapat selisih sekitar Rp150.000 dari harga beli. Selisih inilah yang membuat investasi emas memerlukan waktu tunggu tertentu agar memberikan keuntungan yang optimal.

Pertanyaan Umum

Mengapa harga emas Antam turun cukup jauh dari rekor tertingginya di Januari 2026?

Penurunan ini disebabkan oleh fase konsolidasi pasar setelah mengalami kenaikan luar biasa hingga menyentuh Rp3.168.000 per gram. Faktor global seperti stabilisasi kebijakan suku bunga dan meredanya beberapa sentimen ketidakpastian membuat harga emas spot dunia mengalami koreksi sehat.

Berapa target harga emas Antam hingga akhir tahun 2026?

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, dengan asumsi nilai tukar rupiah stabil, harga emas Antam berpeluang kembali naik ke kisaran Rp2.900.000 hingga Rp3.000.000 per gram pada akhir tahun 2026 seiring proyeksi harga emas dunia yang menuju US$4.800 – US$5.000 per ounce.

Bagaimana strategi terbaik untuk berinvestasi emas saat harga sedang fluktuatif?

Strategi terbaik adalah melakukan akumulasi secara bertahap atau memanfaatkan momentum koreksi harga (buy on weakness). Hindari membeli sekaligus dalam jumlah besar saat harga sedang melonjak tinggi, dan fokuslah pada investasi jangka menengah hingga panjang.

Ringkasan

Harga emas Antam per 10 September 2026 berada di level Rp2.625.000 per gram dengan harga buyback Rp2.475.000, serta diproyeksikan berpeluang naik kembali ke kisaran Rp2.900.000 hingga Rp3.000.000 per gram pada akhir tahun seiring potensi penguatan harga emas dunia.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyeksi IHSG 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan
Saham LQ45 PER Terendah dan Tertinggi: INDY dan AADI Disorot
Proyeksi Rupiah Hari Ini 10 September 2026: Cenderung Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini 10 September 2026 Naik Jadi Rp2.625.000
Rupiah Menguat Tipis ke Rp 17.510 Per Dolar AS Hari Ini
Bursa Asia Melemah Imbas Harga Minyak Tembus US$ 100
IHSG Dibuka Menguat ke 6.690 di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Wall Street Melemah Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Yield Obligasi

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:29 WIB

Harga Emas Antam Turun ke Rp2,62 Juta per Gram, Ini Prospeknya

Kamis, 10 September 2026 - 11:09 WIB

Proyeksi IHSG 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

Saham LQ45 PER Terendah dan Tertinggi: INDY dan AADI Disorot

Kamis, 10 September 2026 - 10:54 WIB

Proyeksi Rupiah Hari Ini 10 September 2026: Cenderung Menguat

Kamis, 10 September 2026 - 10:49 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 10 September 2026 Naik Jadi Rp2.625.000

Berita Terbaru

IHSG diproyeksikan berbalik ke zona hijau setelah sebelumnya ditutup melemah di level 6.678,20.

Keuangan

Proyeksi IHSG 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan

Kamis, 10 Sep 2026 - 11:09 WIB

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp16,2 triliun.

Keuangan

Saham LQ45 PER Terendah dan Tertinggi: INDY dan AADI Disorot

Kamis, 10 Sep 2026 - 11:05 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan cenderung menguat pada perdagangan 10 September 2026.

Keuangan

Proyeksi Rupiah Hari Ini 10 September 2026: Cenderung Menguat

Kamis, 10 Sep 2026 - 10:54 WIB