Dinukil dari buku Mafatih Al-Jinan Jilid 2: Kunci-Kunci Surga edisi bahasa Indonesia karya Syekh Abbas Al-Qummi, terdapat riwayat lain mengenai bacaan doa perpisahan dengan bulan Ramadan yang dapat dibaca pada akhir Ramadan.
Sayyid Ibnu Tawus meriwayatkan dari Imam Ja‘far Ash-Shadiq bahwa barang siapa mengucapkan salam perpisahan kepada bulan Ramadan seraya berdoa:
“Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan bulan ini sebagai kesempatan terakhirku untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Aku berlindung kepada-Mu agar fajar pada malam ini tidak terbit, kecuali Engkau telah mengampuniku.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan agar Allah SWT memberikan ampunan sebelum pagi tiba serta menganugerahkan kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.
Amalan pada Hari Terakhir Bulan Ramadan
Masih merujuk pada buku yang sama, selain membaca doa tersebut, terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan pada malam terakhir bulan Ramadan.
1. Mandi
Mandi pada malam terakhir Ramadan sebagai bentuk persiapan diri dalam menyambut berakhirnya bulan suci.
2. Membaca Surah dan Istigfar
Membaca beberapa surah Al-Qur’an, yaitu:
- Surah Al-An‘am;
- Surah Al-Kahfi;
- Surah Yasin.
Setelah itu, membaca istigfar berikut sebanyak 100 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāha wa atūbu ilaih.
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
3. Membaca Doa Akhir Ramadan
Syekh Al-Kulaini meriwayatkan dari Imam Ja‘far Ash-Shadiq bacaan doa berikut:
اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَقَدْ تَصَرَّمَ، وَأَعُوذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ يَا رَبِّ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِي هَذِهِ أَوْ يَتَصَرَّمَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَلَكَ قِبَلِي تَبِعَةٌ أَوْ ذَنْبٌ تُرِيدُ أَنْ تُعَذِّبَنِي بِهِ يَوْمَ أَلْقَاكَ
Allāhumma hādzā syahru Ramadhānal-ladzī anzalta fīhil-Qur’āna wa qad tasharrama. Wa a‘ūdzu bi wajhikal-karīmi yā Rabbi an yathlu‘al-fajru min lailatī hādzihi au yatasharrama syahru Ramadhāna wa laka qibalī tabi‘atun au dzanbun turīdu an tu‘adzdzibanī bihi yauma alqāka.
Artinya:
“Ya Allah, inilah bulan Ramadan yang di dalamnya Engkau telah menurunkan Al-Qur’an dan kini bulan tersebut telah berlalu. Aku berlindung kepada Zat-Mu Yang Mahamulia, wahai Tuhanku, agar fajar pada malam ini tidak terbit atau bulan Ramadan ini tidak berlalu, sementara aku masih memiliki tanggungan kepada-Mu atau dosa yang menyebabkan Engkau menyiksaku pada hari ketika aku berjumpa dengan-Mu.”
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






