Redaksiku.com – Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Argentina bersiap menggelar aksi penghormatan massal akhir pekan ini menyusul keputusan Lionel Messi gantung sepatu dari panggung internasional. Pengumuman resmi mundurnya sang kapten disampaikan pada Senin (31/8), mengakhiri masa pengabdian lebih dari dua dekade bersama tim nasional demi memusatkan fokus pada sisa karier profesionalnya.
Laga final Piala Dunia 2026 kontra Spanyol pada Juli lalu menjadi penampilan kompetitif pamungkas Messi dalam balutan seragam tim nasional. Keputusan pemain berusia 39 tahun tersebut memicu apresiasi luas dari publik sepak bola Amerika Selatan yang telah menyaksikan sang penyerang membawa negaranya kembali ke puncak kejayaan dunia.
Penghormatan Menit Ke-10 di Liga Domestik
Otoritas sepak bola negara tersebut, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), telah menetapkan protokol seremonial khusus untuk seluruh laga liga domestik yang bergulir akhir pekan ini. Setiap wasit yang bertugas diinstruksikan meniup peluit guna menghentikan jalannya pertandingan tepat pada menit ke-10 sebagai wujud tribut kepada nomor punggung ikonik sang penyerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan tersebut diumumkan secara resmi pada Kamis (3/9) setelah AFA merilis panduan pelaksanaan bagi seluruh klub dan pengawas pertandingan. Pemain di lapangan, ofisial teknis, serta puluhan ribu pendukung di tribun stadion diarahkan untuk memberikan tepuk tangan serempak selama jeda berlangsung.
“Asosiasi Sepak Bola Argentina memutuskan bahwa sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas karier Lionel Messi bersama tim nasional Argentina, wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-10 dalam seluruh laga.”
— Pernyataan Resmi AFA
Aksi penghentian laga ini dipandang sebagai pengakuan tertinggi institusi sepak bola nasional terhadap pencapaian luar biasa sang pemain. Nomor punggung 10 yang diwarisi Messi dari legenda sepak bola Diego Maradona telah menjadi simbol supremasi dan identitas budaya olahraga di Argentina selama beberapa dekade terakhir.
Rekor Statistik dan Warisan Internasional
Selama membela panji La Albiceleste, Messi telah menetapkan tolok ukur statistik yang diprediksi sulit dilewati oleh generasi mendatang. Penyerang kelahiran Rosario itu membukukan total 207 penampilan resmi di berbagai ajang internasional, menempatkannya di posisi teratas dalam daftar pemain dengan jumlah caps terbanyak bagi Argentina.
Produktivitas gol Messi juga menempatkannya sebagai pencetak gol tersubur dalam sejarah sepak bola negaranya melalui raihan 125 gol internasional. Kontribusi tersebut tercipta secara konsisten dalam turnamen kualifikasi zona Amerika Selatan, turnamen kontinental Copa America, hingga turnamen akbar putaran final Piala Dunia.
Penghentian serentak pada menit ke-10 di seluruh stadion Liga Argentina menjadi simbol pengakuan tertinggi bagi kapten yang mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022.
Pada panggung kompetisi global, torehan 21 gol Messi di putaran final Piala Dunia menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah turnamen tersebut, berada tepat di belakang Kylian Mbappe yang mengoleksi 22 gol. Dalam lanskap sepak bola dunia secara keseluruhan, catatan 125 gol internasional Messi berada di posisi kedua di bawah Cristiano Ronaldo yang memimpin daftar dengan 146 gol.
Dinamika Karier dan Puncak Kejayaan
Perjalanan panjang Messi bersama tim nasional senior berawal pada Agustus 2005 dalam pertandingan persahabatan melawan Hungaria. Pada laga perdananya, Messi masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 sebelum menerima kartu merah kontroversial hanya beberapa saat setelah memasuki lapangan.
Fase karier internasional Messi juga sempat diwarnai periode frustrasi mendalam akibat serangkaian kegagalan di partai puncak. Argentina harus puas menjadi runner-up pada Piala Dunia 2014 di Brasil, disusul kekalahan beruntun pada laga final Copa America edisi 2015 dan 2016 dari lawan yang sama.
Kegagalan eksekusi penalti pada final Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat bahkan sempat mendorong Messi mengumumkan pengunduran dirinya dari kancah internasional. Hasil minor tersebut menjadi partai final keempat yang gagal dimenangi Argentina dalam kurun sembilan tahun, menciptakan beban mental yang sangat berat bagi sang kapten.
Messi kemudian membatalkan keputusannya beberapa bulan berselang demi memimpin restrukturisasi skuad nasional di bawah kepemimpinan pelatih baru. Komitmen tersebut terbayar lunas dengan rentetan trofi prestisius, dimulai dari dua gelar juara Copa America hingga keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar.
Alasan Personal dan Kelanjutan Karier Klub
Faktor emosional keluarga turut menjadi pertimbangan utama di balik keputusan pensiun yang diambil Messi menjelang penutupan tahun ini. Sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah menderita penyakit berkepanjangan yang telah berlangsung lama.
Masa berkabung tersebut membuat Messi mengevaluasi kembali arah karier serta beban fisik dan mental yang dijalaninya sepanjang Agustus lalu. Messi mengungkapkan bahwa kepergian sosok ayah yang mendampingi perjalanan kariernya sejak masa kanak-kanak membuat dirinya semakin yakin untuk mengakhiri pengabdian di tim nasional pada waktu yang tepat.
Secara historis, Messi tercatat tidak pernah mencicipi atmosfer kompetisi profesional di level senior klub domestik Argentina sepanjang kariernya. Ia meninggalkan tanah kelahirannya pada usia 13 tahun untuk bergabung dengan akademi La Masia di Barcelona, sebelum mengukir dominasi prestasi di panggung Eropa.
Setelah mengakhiri masa baktinya bersama tim nasional, Messi dipastikan tetap berkiprah di sepak bola profesional bersama Inter Miami. Bintang senior tersebut masih terikat kontrak kompetisi Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat yang dijadwalkan bertahan hingga akhir musim 2028.
Pertanyaan Umum
Berapa total penampilan dan gol Lionel Messi untuk Timnas Argentina?
Lionel Messi mencatatkan 207 penampilan resmi dan mencetak 125 gol, menjadikannya pemegang rekor penampilan terbanyak sekaligus pencetak gol tersubur sepanjang sejarah tim nasional Argentina.
Mengapa pertandingan Liga Argentina dihentikan pada menit ke-10?
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menginstruksikan wasit menghentikan laga pada menit ke-10 sebagai wujud apresiasi resmi atas kontribusi karier internasional Messi dan identitas nomor punggung 10 miliknya.
Di mana Lionel Messi akan bermain setelah pensiun dari tim nasional?
Messi tetap melanjutkan kariernya di level klub profesional bersama Inter Miami di kompetisi Major League Soccer (MLS) hingga berakhirnya kontrak pada musim 2028.
Ringkasan
Demi Lionel Messi yang pensiun dari timnas, seluruh laga Liga Argentina resmi dihentikan di menit ke-10 sebagai bentuk penghormatan atas karier sang kapten.






