“Saya dan Tuan Darpa sudah lama memikirkan tentang ini, dan akhirnya kami setuju untuk menjodohkan putra saya Daren dengan putri Tuan Darpa, Amora.”
“Hah?!”
Amora sangat terkejut mendengar ucapan Nata yang awalnya tidak terlalu dia dengar dan anggap penting, tapi ketika mendengar namanya disebut dan bersandingan dengan Daren membuatnya sangat terkejut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ma-maaf, maksudnya apa ya?” tanya Amora yang masih berusaha untuk menjaga sopan santunnya walaupun dirinya sangat amat terkejut.
Bukan Nata, tapi Darpa yang langsung menjawab pertanyaan putrinya itu, “Sayang, Papa sudah pikirkan matang-matang tentang ini. Untuk alasan tepatnya, nanti Papa jawab di rumah ya?”
Mendengar jawaban Darpa itu membuat Amora menggelengkan kepala beberapa kali, “Tapi kenapa Papa ngga minta persetujuan aku dulu sih, Pa?”
“Belum tentu aku setuju dengan rencana Papa sama Om Nata, mungkin. Daren, lo juga ngga setuju kan dengan rencana Papa lo sama Papa gue?” tanya Amora seraya menunjuk Daren yang kini melihat ke arahnya.
Bukan hanya Daren, semua kini melihat ke arahnya yang tengah memasang pembelaan diri, “Daren jawab!” tekan Amora yang mulai kesal karena Daren tidak menjawab pertanyaannya.
“Mora, Daren setuju, Nak” ucap Darpa yang menjawab pertanyaan Amora yang seharusnya dijawab oleh Daren.
Amora terkejut saat mendengar jawaban dari Papanya, “Aku.. yang.. nggak setuju, Pa” ucap Amora sembari menekankan seluruh kata yang dia lontarkan.
“Kenapa, sayang?. Daren anak baik, kehidupannya juga sangat mapan, usiamu juga sudah matang untuk menikah, ngga ada alasan untuk kamu menolaknya” ujar Claras yang juga berusaha meyakinkan Amora.
“Daren memang laki-laki yang memenuhi kriteria untuk calon suamiku. Tapi, aku tidak ingin menikah dengan seseorang tanpa dilandasi rasa cinta” jawab Amora yang lalu meraih tasnya dan berjalan pergi dari restoran itu.
Darpa dan Claras berusaha menghentikan Amora, tapi perempuan itu sama sekali tidak mendengarkan panggilan kedua orang tuanya itu.
Amora langsung masuk ke dalam mobil taxi yang telah dinaiki oleh seorang perempuan yang baru saja turun untuk dan masuk ke dalam restoran itu.
Bersambung…..
https://www.redaksiku.com/choose-happiness-part-2/
Halaman : 1 2






