Redaksiku.com – Fenomena meningkatnya jumlah pekerja dari generasi Z (Gen Z) di sektor informal mulai menjadi perhatian para ekonom.
Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi tantangan serius apabila tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas.
Sektor informal memang memberikan peluang bagi banyak anak muda untuk memperoleh penghasilan secara cepat. Namun, dominasi pekerjaan informal juga memiliki risiko terhadap stabilitas ekonomi individu maupun pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Ekonom menilai generasi muda membutuhkan akses pekerjaan yang tidak hanya memberikan pendapatan, tetapi juga perlindungan sosial, kepastian karier, peningkatan keterampilan, serta peluang peningkatan produktivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika sebagian besar Gen Z hanya bergantung pada pekerjaan informal, Indonesia berpotensi menghadapi masalah baru terkait kualitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi.
Ringkasan Isu Gen Z dan Sektor Informal
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Kelompok terdampak | Generasi Z |
| Masalah utama | Banyak anak muda masuk sektor informal |
| Risiko | Pendapatan tidak stabil dan minim perlindungan |
| Dampak ekonomi | Produktivitas tenaga kerja dapat terhambat |
| Penyebab | Lapangan kerja formal belum cukup menyerap tenaga muda |
| Solusi | Peningkatan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas |
Apa Itu Sektor Informal?
Sektor informal merupakan pekerjaan atau kegiatan ekonomi yang umumnya tidak memiliki hubungan kerja formal dengan perusahaan atau lembaga tertentu.
Contoh pekerjaan sektor informal antara lain:
- Pedagang online mandiri;
- Freelancer tanpa kontrak tetap;
- Pengemudi layanan transportasi daring;
- Pekerja kreatif independen;
- Usaha mikro kecil;
- Pekerja harian.
Sektor informal memiliki peran penting dalam ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Namun, pekerja informal sering menghadapi tantangan seperti tidak adanya kepastian pendapatan, perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan yang terbatas, serta sulitnya membangun jenjang karier.
Mengapa Banyak Gen Z Masuk Sektor Informal?
Perubahan pola kerja menjadi salah satu faktor utama.
Perkembangan teknologi digital membuat pekerjaan baru bermunculan. Banyak Gen Z memilih pekerjaan fleksibel seperti kreator konten, freelancer, bisnis online, hingga pekerja berbasis aplikasi.
Selain itu, persaingan mendapatkan pekerjaan formal semakin tinggi.
Jumlah lulusan pendidikan terus bertambah setiap tahun, sementara pertumbuhan lapangan kerja formal tidak selalu mampu mengikuti peningkatan jumlah pencari kerja.
Akibatnya, sebagian anak muda memilih menciptakan pekerjaan sendiri melalui sektor informal.
Pilihan tersebut tidak selalu buruk. Banyak bisnis besar juga berawal dari usaha kecil.
Namun, masalah muncul ketika sektor informal menjadi satu-satunya pilihan karena keterbatasan kesempatan kerja formal.

Bahaya Jika Gen Z Terlalu Banyak Bergantung pada Sektor Informal
Ekonom menilai ada beberapa risiko apabila dominasi pekerjaan informal semakin besar.
1. Pendapatan Tidak Stabil
Pekerja informal biasanya memiliki pendapatan yang berubah-ubah.
Berbeda dengan pekerja formal yang memiliki gaji tetap, tunjangan, dan perlindungan kerja, pekerja informal sering bergantung pada kondisi pasar dan jumlah pelanggan.
Bagi Gen Z yang sedang membangun kehidupan ekonomi, ketidakstabilan pendapatan dapat menyulitkan perencanaan masa depan seperti membeli rumah, menikah, atau membangun aset.
2. Perlindungan Sosial Lebih Rendah
Salah satu kelemahan sektor informal adalah akses terhadap perlindungan sosial.
Sebagian pekerja informal belum memiliki perlindungan seperti:
- Jaminan kesehatan;
- Jaminan kecelakaan kerja;
- Jaminan pensiun;
- Perlindungan ketika kehilangan pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat pekerja muda lebih rentan ketika menghadapi masalah ekonomi.
3. Produktivitas Ekonomi Bisa Terhambat
Produktivitas tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Pekerjaan informal sering memiliki keterbatasan dalam hal pelatihan, teknologi, akses modal, dan pengembangan usaha.
Apabila sebagian besar tenaga kerja muda berada pada pekerjaan dengan produktivitas rendah, pertumbuhan ekonomi jangka panjang dapat menghadapi hambatan.
Dampak bagi Ekonomi Indonesia
Besarnya jumlah Gen Z yang bekerja di sektor informal dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian.
Pertama, pemerintah menghadapi tantangan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.