Beberapa wilayah di Sumatera Barat, termasuk Nagari Batang Kundur, masih mengalami kendala akses jalan, jembatan, serta alat transportasi medis.
Dalam situasi darurat, seperti saat jembatan putus atau akses terputus, bidan desa harus mengandalkan inisiatif pribadi untuk tetap menjangkau pasien.
Kondisi ini mengakibatkan pelayanan kesehatan darurat menjadi sangat bergantung pada keberanian dan kesanggupan individu petugas medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanganan Belum Dilakukan, Warga Harap Ada Respons Cepat
Warga di sekitar Jorong Sinuangon berharap agar kejadian ini mendorong percepatan pembangunan atau setidaknya penyediaan jembatan darurat.
Sementara itu, situasi di lapangan masih belum berubah, dan warga yang tinggal di seberang sungai tetap sulit menjangkau fasilitas kesehatan terdekat.
Beberapa warga menyatakan, selama ini bidan desa merupakan satu-satunya petugas medis yang rutin berkeliling memberikan layanan, termasuk dalam kondisi cuaca buruk.
Ketiadaan respons cepat dari pemerintah membuat masyarakat bergantung pada inisiatif individu tanpa jaminan keselamatan atau fasilitas penunjang.
Warga berharap, kisah yang sudah viral ini dapat menjadi perhatian serius, agar akses kesehatan di daerah tidak terus terhambat akibat infrastruktur rusak.
Penutup: Dedikasi Bidan Desa dan Urgensi Pemerintah Hadir
Kejadian yang dialami bidan desa di Nagari Batang Kundur bukanlah yang pertama di wilayah terpencil Indonesia.
Namun viralnya video ini membuka kembali diskusi publik tentang pentingnya pemerataan infrastruktur dasar, terutama akses kesehatan.
Pemerintah diharapkan segera melakukan pemetaan wilayah rawan serta memberikan dukungan maksimal kepada petugas medis di garis terdepan.
Dedikasi seperti yang ditunjukkan bidan desa tersebut patut diapresiasi, namun tidak boleh menjadi standar normal dalam sistem pelayanan kesehatan.
Kehadiran negara di wilayah pelosok bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi perlindungan nyata bagi mereka yang bertugas menyelamatkan nyawa setiap hari.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






