Wakil Ketua Komisi III DPR RI Kritik Proses Penindakan KPK: Komunikasi Dulu dengan Pimpinan Partai Kalau Mau Tangkap Kader Koruptor

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni minta OTT KPK lebih jelas dan KPK koordinasi dengan partai sebelum penindakan penangkapan. (Foto: Dok. DPR RI)

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni minta OTT KPK lebih jelas dan KPK koordinasi dengan partai sebelum penindakan penangkapan. (Foto: Dok. DPR RI)

Operasi Tangkap Tangan atau OTT menjadi sorotan utama Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni karena istilah tersebut dinilai perlu diperjelas dalam praktik penindakan KPK.

Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan KPK, Sahroni menekankan bahwa pemahaman publik tentang OTT seringkali berbeda dengan praktik lembaga antikorupsi.

Menurutnya, penangkapan yang disebut OTT seharusnya terjadi di tempat dan waktu yang sama, bukan melalui rangkaian kejadian yang terpisah.

Sahroni menekankan bahwa kejelasan terminologi OTT akan membantu masyarakat memahami prosedur penindakan dan meningkatkan akuntabilitas KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, politisi Partai NasDem itu memberikan contoh kasus Bupati Kolaka Timur Abdul Azis untuk menekankan pentingnya penyesuaian istilah OTT.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Pentingnya Kejelasan Terminologi Hukum

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Kritik Proses Penindakan KPK: Komunikasi Dulu dengan Pimpinan Partai Kalau Mau Tangkap Kader Koruptor
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Kritik Proses Penindakan KPK: Komunikasi Dulu dengan Pimpinan Partai Kalau Mau Tangkap Kader Koruptor

Sahroni menilai istilah OTT harus tepat agar tidak menimbulkan salah persepsi publik.

Ia menjelaskan bahwa OTT seharusnya terjadi serentak, di lokasi dan waktu yang sama, sesuai pengertian umum tertangkap tangan.

Jika penindakan dilakukan di beberapa tempat secara bersamaan, terminologi saat ini bisa menimbulkan kebingungan.

Kalau orangnya sudah berpindah lokasi, harus dijelaskan apakah tetap disebut OTT atau OTT Plus, ujarnya.

Kejelasan OTT penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas proses hukum sehingga masyarakat mendapatkan informasi utuh.

Terminologi OTT yang tepat juga mencegah tudingan tebang pilih dalam penindakan kasus korupsi.

Dengan definisi yang jelas, publik akan memahami proses OTT tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Selain kejelasan istilah, Sahroni menekankan perlunya KPK berkoordinasi dengan pimpinan partai politik sebelum menangkap kader.

Ia menyebut bahwa penangkapan Abdul Azis yang terjadi tak lama setelah Rakernas Partai NasDem menimbulkan pertanyaan publik.

Kami berharap kejadian seperti di Makassar tidak terulang. Kalaupun mau tangkap misalnya, Bapak berkomunikasi dengan pimpinan partai. Kita anterin itu orang ke Bapak, ujar Sahroni.

Langkah koordinasi ini dinilai penting agar OTT KPK tidak mengganggu kegiatan formal partai dan agenda politik pejabat publik.

Dengan koordinasi, KPK tetap dapat menegakkan hukum secara tegas namun tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Sahroni menekankan bahwa OTT harus tetap tegas, adil, dan humanis, serta transparan terhadap publik.

Contoh Kasus OTT yang Dikritisi Sahroni

Sahroni menyinggung kasus OTT terhadap Bupati Kolaka Timur Abdul Azis untuk menjelaskan urgensi terminologi yang tepat.

Azis ditangkap setelah menghadiri Rakernas Partai NasDem di Makassar, menimbulkan pertanyaan publik mengenai definisi OTT.

Menurut Sahroni, sebaiknya semua pihak ditangkap secara bersamaan agar istilah OTT tetap konsisten dengan pengertian umum.

Jika ada yang berpindah lokasi, KPK harus menjelaskan secara rinci agar masyarakat tidak salah menilai prosedur.

OTT bukan hanya soal menangkap orang, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap integritas KPK.

Dengan pendekatan ini, istilah OTT menjadi lebih jelas dan prosedur penindakan dapat dipahami masyarakat secara utuh.

Saran Sahroni Terkait Penindakan OTT KPK

Selain menyoroti definisi OTT, Sahroni memberikan saran terkait penindakan KPK.

Ia meminta KPK mempertimbangkan perubahan nomenklatur ketika OTT melibatkan lebih dari satu lokasi.

Dengan istilah yang tepat, masyarakat dapat membedakan OTT konvensional dengan OTT versi yang lebih kompleks.

Sahroni juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan OTT dan penghormatan terhadap kegiatan resmi politik.

Penangkapan yang tepat waktu dapat mencegah gangguan terhadap agenda formal pejabat publik maupun kegiatan partai.

Dengan cara ini, OTT tetap tegas, adil, dan humanis, sekaligus menjaga citra lembaga.

Pendekatan transparan dalam OTT akan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses hukum.

Dampak Transparansi OTT

Kejelasan OTT berdampak besar pada persepsi masyarakat terhadap pemberantasan korupsi.

Jika istilah OTT tidak jelas, publik bisa salah menilai proses hukum yang berlangsung.

Sebaliknya, terminologi OTT yang tepat membuat masyarakat memahami prosedur dan menghargai upaya penegakan hukum.

Sahroni menekankan bahwa transparansi OTT penting untuk menjaga kredibilitas dan profesionalisme KPK.

Selain itu, istilah OTT yang jelas mencegah tudingan tebang pilih dalam penindakan.

Masyarakat dapat menilai apakah prosedur penindakan sesuai aturan atau ada penyimpangan.

Dengan demikian, OTT bukan hanya soal penangkapan, tetapi juga soal keadilan dan akuntabilitas lembaga.

Harapan Sahroni Terkait OTT

Sahroni berharap KPK menindaklanjuti masukan terkait OTT agar prosedur lebih konsisten.

Kejelasan OTT penting untuk menjaga integritas lembaga sekaligus kepercayaan publik.

Pemahaman yang tepat membantu masyarakat memahami perbedaan OTT tradisional dan OTT versi multi-lokasi.

Penegakan hukum tetap harus menghormati agenda resmi politik dan kegiatan formal pejabat publik.

Pendekatan humanis dalam OTT akan membuat masyarakat menerima prosedur tanpa mengurangi efektivitas penindakan.

Jika KPK memperhatikan saran ini, OTT akan menjadi simbol profesionalisme dan akuntabilitas lembaga.

OTT bukan sekadar menangkap pelaku korupsi, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap hukum.

Kesimpulan

OTT menjadi isu penting yang mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Kejelasan terminologi OTT sangat dibutuhkan agar publik memahami prosedur penindakan KPK.

Sahroni mencontohkan kasus Bupati Kolaka Timur dan menyarankan penyesuaian nomenklatur OTT untuk multi-lokasi.

Transparansi OTT menjaga kredibilitas KPK serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik.

Dengan istilah yang jelas, OTT tetap tegas, adil, humanis, dan diterima masyarakat sebagai mekanisme hukum profesional.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB