Redaksiku.com – Kepolisian Metro Bekasi menangkap Johan Bakar alias Ruhyan Saputra (30), pelatih futsal yang mencabuli tiga siswa sekolah dasar.
Pencabulan dikerjakan berulang kali dan udah terjadi sejak setahun lalu. Aksi bejat Johan terbongkar setelah video pencabulannya beredar sebagian waktu. Rupanya, tak hanya melecehkan korban, Johan secara menyadari merekam aksinya. Alasannya sebagai bahan untuk mengancam korban.
Keluarga tahunya tepat tersedia orang yang datang, bertanya ini anaknya atau bukan. Pas diamati ternyata keluarga kami, dari situ langsung enggak pake lama ke polres. Itu anak kami, menyadari kita enggak terima, marah, sedih, ujar AW (31), salah seorang anggota keluarga korban.
AW bilang, suatu waktu, korban dijebak masuk ke salah satu ruangan sampai pada akhirnya pelecehan terjadi. Awalnya anak menolak, tetap pelatihnya maksa, ‘Sebentar saja.’ Gitu katanya. Kata anaknya langsung gelap, berasa udah gak sadar. Dari situ pada akhirnya melihat videonya tersedia ternyata, kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pernyataan korban kepada keluarga, pelecehan itu terjadi dua kali Oktober dan November tahun lalu. Korban pun mengalami pengancaman dan pemaksaan dari pelaku.

Ada rekamannya, anaknya gak tau terkecuali ulang dilecehin sambil divideoin. Taunya anaknya mampu ancaman, jangan bilang siapa-siapa, terkecuali bilang siapa-siapa nanti videonya disebar, tuturnya.
Kejadian yang udah terjadi sepanjang satu tahun silam itu, pada akhirnya dilaporkan AW ke Polres Metro Bekasi 9 Oktober 2024. Dan tercatat dalam laporan polisi nomer LP/B/3593/X/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.
Seluruh korban anak-anak Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Sang Ngurah Wiratama membenarkan persoalan pelecehan yang dikerjakan Johan. Bahkan, dari hasil pemeriksaan, korbannya berjumlah tiga orang yang seutuhnya masih anak-anak.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






