Gubernur Papua Barat Elisa Kambu memberikan pernyataan tegas mengenai isu kerusakan lingkungan yang diduga terjadi akibat aktivitas tambang nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat.
Isu mengenai kerusakan lingkungan di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, belakangan memang sempat menghebohkan publik.
Menurut Elisa Kambu , klaim bahwa tambang tersebut menyebabkan pencemaran air laut di sekitar pulau merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Pemerintah daerah bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Papua Barat juga menegaskan bahwa perusahaan tambang yang beroperasi sudah menjalankan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku.
Gubernur Papua Barat Tegaskan Kondisi Lingkungan di Pulau Gag

Gubernur Papua Barat Elisa Kambu menyampaikan bahwa kondisi lingkungan di Pulau Gag tetap baik meski ada aktivitas pertambangan nikel yang berjalan di sana.
Dalam kunjungan bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, gubernur memantau langsung situasi di lokasi tambang dan memastikan bahwa air laut di sekitar tambang masih jernih dan berwarna biru.
Hal ini bertolak belakang dengan foto dan video viral yang memperlihatkan air laut berwarna coklat yang diduga akibat pencemaran tambang.
Elisa menjelaskan bahwa foto tersebut bukan diambil dari Pulau Gag, sehingga klaim kerusakan lingkungan tersebut adalah hoaks yang menyesatkan masyarakat.
Selain itu, Gubernur Papua Barat menegaskan bahwa pengelolaan aktivitas tambang nikel oleh PT Gag Nikel sudah sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku.
Perusahaan telah melaksanakan kewajiban mereka, termasuk menjaga kebersihan air di pelabuhan untuk pengangkutan hasil tambang.
Gubernur juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas tambang terus dilakukan guna memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan.
Kunjungan Menteri ESDM dan Evaluasi Tambang Nikel di Raja Ampat
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke lokasi tambang pada 7 Juni 2025 sebagai respons atas keluhan publik.
Menurut Bahlil, dari hasil inspeksi awal, tidak ditemukan masalah signifikan yang berdampak pada kawasan wisata Raja Ampat.
Namun demikian, untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap kaidah pertambangan yang baik, tim Inspektur Tambang akan melakukan evaluasi menyeluruh pada wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) di Raja Ampat.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, juga menyatakan bahwa reklamasi yang dilakukan PT Gag Nikel cukup baik.
Ia menambahkan bahwa tidak terlihat adanya sedimentasi berlebihan di pesisir Pulau Gag. Meski demikian, hasil akhir evaluasi akan bergantung pada laporan lengkap dari tim inspeksi.
Dukungan Masyarakat kepada Tambang Nikel Menjadi Bukti Keberlanjutan
Selain itu, Gubernur Papua Barat mengungkapkan bahwa masyarakat lokal di sekitar Pulau Gag memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan tambang nikel tersebut.
Ketika kunjungan dilakukan, banyak warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan menangis memohon agar tambang tidak ditutup karena tambang tersebut dianggap sebagai sumber kesejahteraan dan penghidupan mereka.
Gubernur mengakui bahwa perusahaan tambang memang telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan tidak sembarangan menutup tambang tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Meskipun begitu, Gubernur Papua Barat memastikan bahwa operasional tambang tetap diawasi ketat agar sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Hal ini untuk menjaga kelestarian alam sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Pemerintah berusaha menemukan titik tengah antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan usaha pertambangan yang membawa manfaat bagi rakyat Papua Barat.
Gubernur Papua Barat dan Pemerintah Terus Awasi Aktivitas Tambang
Pernyataan Gubernur Papua Barat Elisa Kambu menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan semua aktivitas tambang berjalan sesuai ketentuan dan tidak merusak lingkungan.
Pemerintah juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi atas kegiatan PT Gag Nikel agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Gubernur menyebutkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan adanya pelanggaran lingkungan atau penyalahgunaan sumber daya alam.
Namun, sekaligus dia menegaskan bahwa isu-isu negatif yang tidak berdasarkan fakta hanya akan merugikan masyarakat yang bergantung pada tambang tersebut.
Oleh karena itu, klarifikasi dari gubernur ini penting agar publik memahami situasi sebenarnya dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
Gubernur Papua Barat berjanji akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat, perusahaan, dan masyarakat agar pengelolaan sumber daya alam di daerahnya tetap berjalan baik dan berkelanjutan.
Pernyataan Gubernur Papua Barat Elisa Kambu memberikan gambaran jelas bahwa isu kerusakan lingkungan di Pulau Gag akibat tambang nikel adalah informasi yang keliru.
Kunjungan langsung bersama Menteri ESDM membuktikan kondisi alam masih terjaga dan aktivitas tambang dilakukan dengan standar yang sesuai aturan.
Dukungan masyarakat lokal yang sangat bergantung pada tambang menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi.
Pemerintah Papua Barat berkomitmen untuk mengawasi aktivitas pertambangan secara ketat demi memastikan kedua aspek tersebut tetap berjalan selaras.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






