Pernyataan ini sontak memicu perdebatan. Sebagian publik menganggap Ferry Irwandi terlalu berani menyebut adanya permainan elite, sementara sebagian lainnya menilai pernyataan itu justru membuka tabir gelap yang selama ini ditutupi.
Indikasi Dalang Internal yang Disebut Ferry Irwandi
Menurut Ferry Irwandi, keterlibatan ormas dan kelompok kepentingan tertentu menjadi petunjuk lain bahwa kerusuhan ini bukan sekadar pergerakan rakyat spontan. Dari beberapa laporan media, sejumlah ormas terdeteksi ikut turun ke jalan dan bukan hanya berdiri pasif, melainkan juga ikut memprovokasi suasana agar semakin ricuh.
Ia menegaskan bahwa sulit membayangkan sebuah intervensi asing mampu menggerakkan ormas-ormas lokal dalam waktu singkat tanpa adanya aktor dalam negeri yang menjembatani. Ferry Irwandi berpendapat bahwa elite politik tertentu punya cukup sumber daya untuk mengatur mobilisasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kerusuhan yang terjadi hampir serentak di berbagai kota besar menandakan adanya koordinasi nasional. Tidak mungkin tanpa dalang dalam negeri, semua peristiwa bisa terjadi bersamaan di berbagai daerah, ujar Ferry Irwandi dalam pernyataannya.
Argumen ini membuat publik semakin penasaran. Jika benar ada dalang internal, siapa yang dimaksud? Hingga kini Ferry Irwandi belum menyebutkan nama atau kelompok secara spesifik, tetapi arah analisanya cukup jelas: ada kepentingan politik yang sedang bermain di balik layar.
Reaksi Pemerintah terhadap Pandangan Ferry Irwandi
Pemerintah pusat sebelumnya sempat mengumumkan akan menyelidiki kemungkinan adanya intervensi asing dalam kerusuhan nasional.
Namun, setelah pernyataan Ferry Irwandi mencuat, arah pandangan mulai berubah. Beberapa pejabat mulai menegaskan pentingnya mengusut provokator lokal yang terbukti memanfaatkan situasi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan dan pihaknya membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak dalam negeri.
Ia menegaskan, aparat tidak hanya fokus pada isu asing, tetapi juga pada semua aktor provokatif yang terbukti menggerakkan massa untuk tindakan anarkis.
Ferry Irwandi menanggapi hal itu dengan menyatakan bahwa langkah aparat sudah tepat, karena mengusut dalang internal lebih masuk akal ketimbang terus menggulirkan isu intervensi asing yang belum terbukti.
Kalau semua hanya diarahkan ke isu luar negeri, kita justru kehilangan fokus terhadap persoalan sebenarnya, jelas Ferry Irwandi.
Sebagai penutup, pernyataan Ferry Irwandi soal kerusuhan Agustus 2025 menjadi titik balik penting dalam wacana publik. Ia menolak teori intervensi asing dan menegaskan bahwa ada permainan elite politik lokal di balik kekacauan tersebut.
Meski belum menyebut aktor secara spesifik, analisisnya membuka ruang diskusi yang lebih tajam tentang kondisi politik Indonesia saat ini.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






