Redaksiku.com – Sopir truk tangki Pertamina menjadi sorotan setelah distribusi bahan bakar minyak di sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami gangguan dan memicu antrean panjang di beberapa SPBU.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya menyebut gangguan distribusi berkaitan dengan pemberhentian sejumlah sopir mobil tangki. Namun, Pertamina Patra Niaga membantah adanya pemutusan hubungan kerja secara massal maupun aksi mogok Awak Mobil Tangki atau AMT.
Pertamina menjelaskan sedang melakukan pembenahan manajemen dan penegakan disiplin terhadap personel yang dinilai tidak memenuhi persyaratan atau terbukti melanggar prosedur operasional.
Polda Sumatera Utara memberikan keterangan berbeda dengan menyebut adanya pemberhentian terhadap sejumlah AMT. Tindakan tersebut dilakukan setelah muncul keluhan dari pemilik SPBU mengenai dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk menjaga penyaluran BBM tetap berjalan, Pertamina menambah mobil tangki, mendatangkan awak dari terminal lain, mengoperasikan terminal selama 24 jam, dan bekerja sama dengan TNI.
Polemik Sopir Truk Tangki Pertamina di Sumut
Polemik bermula ketika masyarakat menemukan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Medan dan beberapa wilayah lain di Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan persoalan bukan disebabkan stok BBM yang habis. Ia menyebut kendala terjadi pada bagian distribusi akibat pemberhentian pengemudi truk tangki secara bersamaan.
Kondisi tersebut mengurangi jumlah armada yang dapat mengirimkan BBM dari terminal menuju SPBU.
Pernyataan itu kemudian memunculkan kabar bahwa terjadi PHK massal dan aksi mogok sopir truk tangki Pertamina.
Video anggota TNI mengemudikan mobil tangki BBM juga beredar di media sosial. Kemunculan video tersebut membuat masyarakat menduga distribusi terganggu karena seluruh pengemudi berhenti bekerja.
Pertamina Patra Niaga kemudian memberikan penjelasan bahwa distribusi tetap berjalan dan tidak terdapat aksi mogok kerja secara massal.
Pertamina Membantah PHK Massal
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, membantah kabar mengenai PHK massal dan aksi mogok Awak Mobil Tangki.
Menurut Pertamina, perusahaan sedang melakukan pembenahan internal dalam sistem penyaluran BBM yang menggunakan mobil tangki.
Perusahaan mengambil tindakan terhadap personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur sesuai ketentuan. Pertamina menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu distribusi atau pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina juga menegaskan seluruh tindakan disiplin dilakukan sesuai aturan dan tidak ditujukan sebagai PHK massal.
Awak Mobil Tangki yang beroperasi dalam distribusi BBM tidak seluruhnya berstatus pegawai langsung Pertamina. Sebagian pengelolaan transportasi dilakukan melalui mitra, termasuk Elnusa Petrofin.
Karena itu, proses evaluasi, pergantian, atau pemberian sanksi dapat melibatkan perusahaan mitra yang mengelola pengemudi serta armada.
Polda Sumut Jelaskan Alasan Pemberhentian Sopir
Polda Sumatera Utara menyatakan pemberhentian sejumlah pengemudi dilakukan setelah adanya laporan dan keluhan dari pemilik SPBU.
Kepala Biro Operasi Polda Sumut Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan keluhan tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM.
Namun, keterangan yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bentuk penyimpangan, jumlah pengemudi yang diberhentikan, maupun status hukum setiap orang yang terlibat.
Belum ada pula pengumuman bahwa seluruh pengemudi yang diberhentikan telah terbukti melakukan tindak pidana.
Karena itu, penggunaan istilah “sopir nakal” perlu merujuk pada personel yang pelanggarannya telah dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan seluruh pengemudi mobil tangki.
Pertamina menyatakan setiap dugaan pelanggaran akan ditindak berdasarkan tingkat kesalahan dan ketentuan yang berlaku.

TNI Membantu Mengemudikan Truk Tangki BBM
Personel TNI Angkatan Darat dilibatkan untuk membantu menjaga distribusi BBM di Sumatera Utara.
Keterlibatan tersebut dilakukan setelah koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pertamina, TNI, dan Polri.
Sejumlah personel dari Kodam I/Bukit Barisan mengoperasikan mobil tangki dari Terminal Pertamina Integrated Terminal Medan Group di Belawan menuju SPBU.
Pengiriman dilakukan secara bertahap ke Kota Medan dan daerah lain di Sumatera Utara.
TNI tidak mengambil alih pengelolaan distribusi secara permanen. Personelnya memberikan dukungan sementara agar pengiriman BBM tetap berlangsung selama Pertamina menambah awak serta melakukan pembenahan operasional.
Pertamina menyebut dukungan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bekang TNI dan mitra transportasi.
Pertamina Tambah Armada Mobil Tangki
Pertamina Patra Niaga menjalankan sejumlah langkah untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM.
Perusahaan menambah 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki melalui skema spot charter.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






