Redaksiku.com – Dalam ajang pameran industri permainan internasional Gamescom yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, terungkap sebuah proyek ambisius dari studio pengembang Dlala Studios yang diberi judul Murals. Proyek ini menandai tonggak sejarah penting bagi studio tersebut karena menjadi gim orisinal pertama mereka dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir. Selama sepuluh tahun kebelakang, pengembang yang berbasis di Inggris ini lebih banyak mencurahkan tenaga dan kreativitas mereka untuk menggarap berbagai judul waralaba besar yang sudah mapan di industri.
Keputusan besar ini tentu menarik perhatian para pengamat industri mengingat rekam jejak Dlala Studios sebelumnya sangat lekat dengan pengelolaan kekayaan intelektual milik pihak lain. Dua judul terakhir yang berhasil mereka luncurkan ke pasar global adalah Battletoads serta Disney Illusion Island. Meskipun kualitas dari kedua produksi tersebut mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari para pemain maupun kritikus, pengerjaannya tetap bertumpu pada fondasi dunia dan karakter yang telah diciptakan jauh hari sebelumnya oleh pemilik hak cipta aslinya.
Kehadiran Murals di lantai pameran Gamescom lantas membuka lembaran baru bagi identitas kreatif mandiri sang pengembang. Proyek ini diposisikan sebagai wadah eksplorasi murni tanpa harus terikat oleh batasan naratif atau estetika dari waralaba eksternal. Para pengunjung dan jurnalis yang hadir mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mendengarkan langsung latar belakang di balik pembuatan gim ini melalui sesi perbincangan mendalam bersama para petinggi studio di lokasi acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar satu dekade telah berlalu sejak terakhir kalinya Dlala Studios mengembangkan sebuah proyek permainan orisinal murni sebelum akhirnya mengumumkan kehadiran Murals di Gamescom.
Dalam kesempatan wawancara khusus tersebut, Chief Executive Officer Dlala Studios, yakni AJ Grand-Scrutton, membeberkan alasan strategis di balik keputusan perusahaan untuk mengambil jalur independen ini. Menurutnya, momentum saat ini dirasa sangat pas setelah mereka menimba banyak pengalaman berharga dari penggarapan berbagai judul komersial berskala besar sebelumnya. Pengalaman tersebut mencakup pemahaman mendalam mengenai teknik pembangunan dunia permainan serta pengembangan karakter yang berkesan bagi para pemain.
Selain akumulasi pengalaman teknis, faktor peluang bisnis dan pendanaan mandiri juga memainkan peran krusial dalam merealisasikan proyek Murals. Pihak manajemen studio berhasil mengamankan jalur kerja sama yang memungkinkan mereka untuk bertindak sebagai penyandang dana bersama sekaligus penerbit independen untuk karya kreatif mereka sendiri. Kebebasan kreatif mutlak ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyalurkan visi artistik yang selama ini tertahan oleh batasan lisensi pihak ketiga.
Konsep dasar yang diangkat dalam gim ini berakar kuat pada elemen dongeng dan folklor tradisional yang dikemas ulang dengan sentuhan modern khas pengembang. Pilihan tema cerita rakyat ini diambil bukan tanpa alasan yang matang dari sang pemimpin perusahaan. Nuansa naratif yang dihadirkan dijanjikan memiliki karakter yang lebih segar, berani, dan sedikit lebih nakal jika dibandingkan dengan portofolio permainan ramah keluarga yang pernah mereka kerjakan sebelumnya.
Dlala Studios: Eksplorasi Dunia Dongeng dan Mekanika Permainan
Meskipun mengusung tema dunia dongeng yang kaya akan variasi cerita, Murals ternyata dirancang dengan pendekatan struktural yang sangat terarah dan tidak konvensional dalam hal penjelajahan ulang. Ketika para pemain memutuskan untuk menjelajahi sebuah dunia folklor tertentu di dalam gim, mereka harus siap dengan konsekuensi permanen atas setiap keputusan penjelajahan yang diambil. Pendekatan naratif ini sengaja dipilih untuk memberikan bobot emosional yang lebih tinggi pada setiap petualangan yang diselesaikan oleh pemain.
Menanggapi pertanyaan seputar tingkat linearitas serta potensi nilai putar ulang dari dunia-dunia yang dikunjungi, AJ Grand-Scrutton memberikan penjelasan yang cukup tegas mengenai mekanika tersebut. Kepastian ini menutup peluang bagi pemain yang berharap bisa kembali menelusuri area yang sama secara bebas setelah misi utama di tempat tersebut dinyatakan selesai. Desain permainan semacam ini menuntut para pemain untuk benar-benar menikmati setiap detik pengalaman yang tersaji di depan layar tanpa opsi untuk menoleh ke belakang.
“Tidak, sudah selesai. Jadi setelah Anda menyelesaikan mural, mural itu tertutup dan Anda tidak bisa kembali ke dalamnya lagi.”
— AJ Grand-Scrutton
Keputusan desain untuk mengunci area permainan setelah diselesaikan menunjukkan komitmen pengembang dalam menyajikan narasi yang mengalir layaknya sebuah kisah sastra hidup. Setiap mural yang ada di dalam gim berfungsi sebagai sebuah babak cerita yang memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas serta mutlak. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan kesan mendalam yang bertahan lama di benak para pemain setelah mereka menamatkan seluruh rangkaian petualangan utama.
Bagi para penggemar yang ingin memantau perkembangan lebih lanjut dari proyek ambisius ini, pihak studio telah menyediakan berbagai materi pratinjau serta dokumentasi wawancara mendalam di berbagai saluran media resmi. Materi-materi tersebut menyajikan terjemahan serta takarir lokal guna memastikan pesan yang ingin disampaikan oleh para kreator dapat dipahami dengan baik oleh audiens global dari berbagai belahan dunia.
Pertanyaan Umum
Apa latar belakang utama pembuatan gim Murals?
Gim ini dikembangkan sebagai proyek orisinal pertama Dlala Studios dalam satu dekade terakhir untuk memberikan kebebasan kreatif penuh setelah sebelumnya berpengalaman menggarap proyek waralaba besar seperti Battletoads dan Disney Illusion Island.
Bagaimana sistem penjelajahan dunia dongeng dalam Murals bekerja?
Setiap dunia atau mural dirancang bersifat permanen dan tertutup setelah diselesaikan, sehingga pemain tidak dapat kembali ke area tersebut untuk mengulang penjelajahan yang sama.
Siapa tokoh kunci yang memberikan keterangan resmi terkait proyek ini?
Informasi mendalam mengenai pengembangan gim ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Dlala Studios, AJ Grand-Scrutton, selama perhelatan Gamescom.
Ringkasan
Dlala Studios mengumumkan Murals di Gamescom sebagai game orisinal pertama mereka dalam satu dekade, menampilkan kisah dongeng dengan area permainan permanen.






