Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Terkait Sanksi Permukiman

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel Tutup Konsulat — Gedung konsulat Inggris di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang ditutup otoritas Israel.

Pemerintah Israel resmi menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur menyusul kebijakan sanksi perdagangan dan ekspor senjata dari London.

Redaksiku.com – Ketegangan diplomatik antara London dan Tel Aviv memuncak pada Selasa (8/9/2026) setelah pemerintah Israel secara resmi menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur. Keputusan drastis ini diambil hanya berselang dua jam setelah Inggris mengumumkan kebijakan tegas berupa larangan impor barang yang diproduksi di permukiman Israel di Tepi Barat, serta pembatalan sejumlah izin ekspor senjata.

Fasilitas diplomatik Inggris di kawasan Sheikh Jarrah selama ini memegang peran krusial sebagai kantor perwakilan bagi warga Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem. Penutupan sepihak ini tidak hanya menghentikan layanan konsuler bagi warga Palestina, tetapi juga mengancam kelangsungan operasional bantuan kemanusiaan serta urusan politik yang dikelola Inggris di wilayah tersebut. Sementara itu, Kedutaan Besar Inggris di Tel Aviv dipastikan tetap beroperasi seperti biasa.

Penegasan Kedaulatan Israel atas Yerusalem

Langkah penutupan ini merupakan bagian dari respons keras Israel terhadap sanksi ekonomi yang dijatuhkan Inggris. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah konsekuensi dari kebijakan luar negeri London yang dianggap menantang kedaulatan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yerusalem yang bersatu adalah ibu kota Israel, akan selalu tetap menjadi ibu kota Israel, dan berada di bawah kedaulatan penuh kami,” — Gideon Sa’ar

Posisi Israel yang mengklaim seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota yang tak terbagi sering kali bersinggungan dengan pandangan internasional. Sebagian besar negara, termasuk Inggris, tidak mengakui klaim tersebut dan tetap memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan yang statusnya harus ditentukan melalui perundingan damai.

Tindakan diplomatik ini bukanlah preseden pertama bagi Israel. Pada tahun 2024, pemerintah Israel juga pernah melarang konsulat Spanyol untuk memberikan layanan kepada warga Palestina. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes setelah Madrid secara resmi mengakui eksistensi negara Palestina di panggung internasional.

Dampak pada Koordinasi Keamanan dan Politik

Konflik diplomatik ini meluas melampaui sekadar penutupan kantor konsulat. Israel telah mengumumkan pengusiran delegasi militer Inggris dari Pusat Koordinasi Sipil-Militer di Kiryat Gat. Fasilitas yang didukung oleh Amerika Serikat ini berfungsi sebagai titik sentral untuk memantau gencatan senjata serta distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Inggris kini menjadi negara ketiga yang diusir dari pusat koordinasi tersebut setelah Spanyol dan Belanda, menandai semakin terisolasinya keterlibatan negara-negara Eropa dalam mekanisme keamanan di lapangan.

Selain pengusiran personel militer, Israel juga mengambil langkah-langkah berikut sebagai bentuk tekanan terhadap London:

  • Menghentikan seluruh program pelatihan militer yang selama ini diberikan Inggris kepada pasukan keamanan Otoritas Palestina di Ramallah.
  • Melakukan pencekalan masuk terhadap 12 tokoh politik dan masyarakat Inggris, termasuk mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, anggota parlemen Zarah Sultana, dan pimpinan Partai Hijau Carla Denyer.
  • Meningkatkan retorika politik dengan tuntutan dari menteri sayap kanan, seperti Bezalel Smotrich, yang menyerukan pengusiran Duta Besar Inggris dari Tel Aviv.

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Terkait Sanksi Permukiman

Larangan Impor sebagai Pemicu Utama

Kebijakan yang memicu kemarahan Israel ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, di hadapan parlemen. Inggris memutuskan untuk memboikot produk-produk dari permukiman di Tepi Barat serta menghentikan izin ekspor senjata yang dinilai berkontribusi pada pendudukan wilayah Palestina.

Langkah ini diambil sebagai respons atas rencana pembangunan 1.200 rumah baru di wilayah pendudukan. Miliband secara terbuka menuduh kelompok pemukim melakukan pembersihan etnis terhadap warga Palestina, sembari mengkritik pemerintah Israel yang dinilai membiarkan aksi kekerasan pemukim tersebut.

Kebijakan boikot dagang yang diinisiasi oleh Inggris ini telah mendapatkan dukungan dari negara-negara lain, termasuk Prancis dan Kanada, yang menunjukkan pergeseran sikap kolektif di kalangan negara-negara Barat.

Presiden Israel, Isaac Herzog, menanggapi langkah tersebut dengan nada sangat tajam. Ia menganggap sanksi ini sebagai campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan domestik Israel, terutama menjelang agenda pemilu mendatang.

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Terkait Sanksi Permukiman

Di sisi lain, perdebatan internal di Israel sendiri masih terus berlanjut. Mantan Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, memperingatkan bahwa tekanan ekonomi internasional justru berisiko memperkuat posisi kelompok sayap kanan ekstrem dalam peta politik domestik Israel, alih-alih memberikan tekanan yang diharapkan oleh London.

Situasi di lapangan masih sangat cair, dengan penutupan konsulat yang secara langsung menghentikan akses layanan bagi warga Palestina yang selama ini bergantung pada perwakilan Inggris di Yerusalem Timur.

Pertanyaan Umum

Mengapa Israel menutup konsulat Inggris di Yerusalem?

Israel menutup konsulat tersebut sebagai tindakan balasan atas keputusan pemerintah Inggris yang melarang impor barang dari permukiman Israel di Tepi Barat dan membatalkan izin ekspor senjata terkait pendudukan wilayah Palestina.

Siapa saja tokoh Inggris yang dilarang masuk ke Israel?

Israel telah mencekal 12 individu, di antaranya adalah mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, anggota parlemen Zarah Sultana, dan pimpinan Partai Hijau Carla Denyer, dengan tuduhan terlibat dalam kegiatan anti-Israel.

Apakah keputusan ini berdampak pada Kedutaan Besar Inggris di Tel Aviv?

Tidak, operasional Kedutaan Besar Inggris di Tel Aviv tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur yang khusus melayani wilayah Palestina.

Ringkasan

Israel menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai balasan atas kebijakan London yang melarang impor produk permukiman Tepi Barat dan membatalkan izin ekspor senjata. Langkah ini menghentikan layanan bagi warga Palestina dan memicu ketegangan diplomatik serta pengusiran personel militer.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk Ukir Sejarah di Liga Champions Meski Cadangan
Aris Serahkan Bukti CCTV Dugaan Perzinaan Istri ke Polda Metro Jaya
Bawa 10 Ribu Liter Minyak Ilegal ke Lampung, 2 Sopir Divonis 15 Bulan
Terlibat Transaksi Sabu 488 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara
Babinsa Koramil Dempo Selatan Gelar Nobar dan Patroli Bareng Warga
Drainase Jalan Supriyadi Pati Diperbaiki untuk Atasi Genangan
Pangdam Cenderawasih dan Gubernur Papua Tinjau Cetak Sawah Senggi
Iptu Joni Jamaris Resmi Menjabat Kasat Reskrim Polres Muratara

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:26 WIB

Calvin Verdonk Ukir Sejarah di Liga Champions Meski Cadangan

Rabu, 9 September 2026 - 09:01 WIB

Aris Serahkan Bukti CCTV Dugaan Perzinaan Istri ke Polda Metro Jaya

Rabu, 9 September 2026 - 08:41 WIB

Bawa 10 Ribu Liter Minyak Ilegal ke Lampung, 2 Sopir Divonis 15 Bulan

Rabu, 9 September 2026 - 08:28 WIB

Terlibat Transaksi Sabu 488 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara

Rabu, 9 September 2026 - 03:56 WIB

Babinsa Koramil Dempo Selatan Gelar Nobar dan Patroli Bareng Warga

Berita Terbaru

Investor menunjukkan antusiasme tinggi terhadap SR025 dengan tenor tiga tahun dibandingkan tenor lima tahun.

Keuangan

Minat Investor SR025: Mengapa Tenor Pendek Lebih Diminati?

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:26 WIB