Industri Game RI Melaju Kencang, Tumbuh 18,22 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri Game RI Melaju Kencang, Tumbuh 18,22 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

Industri Game RI Melaju Kencang, Tumbuh 18,22 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

Redaksiku.com – Industri game Indonesia menunjukkan perkembangan positif di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkap subsektor aplikasi dan game mencatat pertumbuhan sekitar 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan perkembangan tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky dalam peringatan Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026. Momentum HARGAI tahun ini sekaligus menandai satu dekade perjalanan Hari Game Indonesia sejak pertama kali diperingati pada 8 Agustus 2016.

Pertumbuhan tersebut membuat pemerintah semakin serius memperkuat industri game nasional, bukan hanya dari sisi jumlah pemain, tetapi juga investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, kualitas pengembang hingga kemampuan game buatan Indonesia menembus pasar global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertumbuhan Aplikasi dan Game Tembus 18,22 Persen

Teuku Riefky mengatakan empat indikator menjadi perhatian utama pemerintah dalam menilai perkembangan ekonomi kreatif, yakni investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap produk domestik bruto atau PDB.

Dari sisi pertumbuhan, subsektor aplikasi dan game mencatat kenaikan sekitar 18,22 persen secara tahunan. Menurutnya, angka tersebut cukup signifikan karena perkembangan industri digital mempunyai keterkaitan langsung dengan kebutuhan tenaga kerja baru.

Penting dicatat, angka 18,22 persen yang disampaikan pemerintah merupakan pertumbuhan aplikasi dan game secara gabungan. Karena itu, angka tersebut tidak tepat apabila diartikan sebagai pertumbuhan industri game secara terpisah tanpa konteks subsektor aplikasi.

Meski demikian, game menjadi salah satu subsektor prioritas yang saat ini sedang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Industri Game Bukan Lagi Sekadar Hiburan

Perkembangan game kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai aktivitas hiburan.

Ekosistemnya menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian yang sangat beragam, mulai dari game programmer, game designer, animator, ilustrator, 3D artist, penulis cerita, sound designer, quality assurance hingga bidang pemasaran dan bisnis.

Di luar proses pembuatan game, perkembangan esports juga membuka profesi lain seperti atlet profesional, pelatih, caster, content creator dan penyelenggara event.

Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya menegaskan bahwa ekosistem esports tidak hanya mencakup pemain profesional, tetapi juga caster, content creator, coach hingga event organizer. Pemerintah melihat rantai ekosistem tersebut sebagai sumber lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda.

Karena itu, ketika industri game berkembang, efek ekonominya tidak hanya dirasakan studio pembuat game.

Ada pula pekerjaan di bidang distribusi digital, teknologi pembayaran, penerbitan, merchandise, kekayaan intelektual hingga penyelenggaraan kompetisi.

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Potensi penciptaan lapangan kerja terlihat dari perkembangan sektor ekonomi kreatif secara keseluruhan.

Data Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan sepanjang 2025, sektor ekonomi kreatif melibatkan sekitar 27,4 juta tenaga kerja, dengan kontribusi yang kuat dari kelompok usia muda. Pada tahun yang sama, total investasi ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun.

Meski angka 27,4 juta tersebut merupakan total tenaga kerja seluruh subsektor ekonomi kreatif dan bukan khusus industri game, data itu menunjukkan besarnya ekosistem yang menjadi tempat game dan aplikasi berkembang.

Teuku Riefky mengatakan ekonomi kreatif pada 2025 telah memberikan kontribusi sekitar 7,3 persen terhadap PDB nasional. Pemerintah optimistis kontribusinya dapat meningkat melampaui 8 persen.

Dengan pertumbuhan aplikasi dan game mencapai 18,22 persen, subsektor digital diharapkan memberikan porsi semakin besar terhadap pertumbuhan tersebut.

Industri Game RI Melaju Kencang, Tumbuh 18,22 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru
Industri Game RI Melaju Kencang, Tumbuh 18,22 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

Pasar Game Indonesia Bernilai Rp32,7 Triliun

Indonesia sebenarnya mempunyai modal yang sangat besar dari sisi pasar.

Laporan Kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital 2025 yang mengutip proyeksi Newzoo menyebut nilai ekonomi industri game Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp32,7 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar game terbesar di Asia Tenggara.

Pertumbuhan pasar didukung jumlah pengguna internet yang besar, penetrasi perangkat mobile serta semakin berkembangnya ekosistem kreator dan pengembang game lokal.

Namun besarnya pasar Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri.

Kementerian Komdigi sebelumnya mencatat pendapatan pengembang game lokal masih sekitar Rp750 miliar per tahun atau kurang lebih 2,5 persen dari pasar Indonesia. Artinya, sebagian besar nilai ekonomi yang dikeluarkan pemain Indonesia masih dinikmati produk dan perusahaan game dari luar negeri.

Kondisi inilah yang ingin diubah pemerintah.

Targetnya bukan mengurangi minat masyarakat bermain game, melainkan membuat semakin banyak game buatan Indonesia ikut menikmati besarnya pasar domestik sekaligus menghasilkan pendapatan dari luar negeri.

Pemerintah Genjot Investasi Industri Game

Untuk mempercepat pertumbuhan tersebut, pemerintah mulai mengarahkan strategi ke peningkatan investasi.

Pada 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Kementerian Komdigi, Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membawa 10 pengembang game terbaik Indonesia ke Jerman.

Para developer dipertemukan dengan calon investor dan mitra bisnis internasional.

Pemerintah juga mendorong partisipasi studio Indonesia dalam berbagai ajang luar negeri, termasuk Tokyo Game Show, sebagai sarana membuka akses pasar serta peluang kerja sama.

Menurut Teuku Riefky, peningkatan investasi menjadi penting agar developer lokal mempunyai modal lebih besar untuk menghasilkan game dengan kualitas yang mampu bersaing secara internasional.

IGDX Hasilkan Potensi Transaksi Rp210 Miliar

Salah satu program yang mulai menunjukkan dampak bisnis adalah Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).

Pada penyelenggaraan IGDX Business and Conference 2025 di Bali, lebih dari 100 pengembang game lokal dipertemukan dengan sekitar 50 publisher dan investor global. Lebih dari 1.600 pertemuan bisnis berlangsung dengan potensi nilai kerja sama mencapai sekitar Rp210 miliar.

Kementerian Komdigi juga mencatat program tersebut mendorong pertumbuhan pengembang game lokal sebesar 4,04 persen.

IGDX dirancang bukan hanya sebagai pameran game.

Program itu menyediakan kesempatan bagi studio Indonesia untuk mendapatkan mentoring, membangun jaringan, bertemu publisher dan mencari pembiayaan untuk pengembangan produk.

Pemerintah berencana melanjutkan pendekatan tersebut karena masalah pendanaan masih menjadi salah satu hambatan bagi banyak studio game lokal.

Game Lokal Mulai Mendapat Pengakuan Dunia

Sejumlah produk lokal juga mulai memperlihatkan bahwa game Indonesia mempunyai kemampuan bersaing di pasar internasional.

Salah satunya KuloNiku: Bowl Up! karya Gambir Studio asal Sleman.

Game tersebut memperoleh predikat Overwhelmingly Positive di Steam setelah mendapatkan lebih dari 500 ulasan pengguna hanya beberapa hari setelah diluncurkan pada April 2026. Game yang mengambil inspirasi kuliner Indonesia tersebut juga menjadi game Indonesia pertama yang diterbitkan publisher internasional Raw Fury asal Swedia.

Pencapaian semacam ini dinilai penting karena menunjukkan budaya lokal dapat menjadi keunggulan, bukan hambatan, ketika produk ingin masuk pasar global.

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia Shafiq Husein sebelumnya mengatakan pengembang Indonesia mempunyai kelebihan berupa budaya dan karakter lokal yang dapat ditawarkan sebagai sesuatu yang berbeda di pasar internasional.

Gameseed 2026 Diikuti 2.314 Peserta

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada regenerasi pengembang.

Program Gameseed 2026, yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif, berhasil menarik 2.314 peserta yang tergabung dalam 469 tim. Program tersebut tidak hanya berbentuk kompetisi, tetapi dilanjutkan dengan masa inkubasi untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan produksi dan bisnis game.

Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing menekankan bahwa developer tidak cukup hanya mampu menciptakan game yang menarik.

Mereka juga perlu memahami kebutuhan pasar, mengelola ruang lingkup proyek dan mengubah strategi ketika produk tidak mendapat respons seperti yang diharapkan.

Kebutuhan kemampuan bisnis semakin penting karena tidak sedikit studio kecil yang mempunyai talenta teknis bagus tetapi menghadapi kesulitan dalam monetisasi dan distribusi.

Pelatihan SDM Jadi Kunci

Pertumbuhan 18,22 persen juga membuat kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan khusus semakin tinggi.

Karena itu, pemerintah menjalankan berbagai program pelatihan dan pendampingan bersama industri. Teuku Riefky menyebut salah satu kolaborasi pengembangan SDM sebelumnya dilakukan bersama Google Play.

Selain itu terdapat program IGDX dan Gameseed yang memberi ruang bagi developer maupun calon developer untuk mengasah kemampuan.

Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya juga menekankan kebutuhan talenta yang mampu menggunakan teknologi baru seperti artificial intelligence dan game engine agar pekerja Indonesia mampu bersaing di industri kreatif digital global.

Dengan perkembangan teknologi yang cepat, kebutuhan tenaga kerja game tidak lagi hanya terbatas pada kemampuan membuat kode.

Industri membutuhkan kombinasi kemampuan teknologi, desain, bisnis, komunikasi dan kekayaan intelektual.

Hari Game Indonesia 2026 Rayakan Satu Dekade

Pertumbuhan industri tersebut menjadi salah satu konteks utama penyelenggaraan HARGAI Playday 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Sabtu.

Acara tahun ini mengusung tema “Satu Dekade Kemajuan Industri Gim Nasional” dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mencoba serta mengapresiasi karya pengembang game Indonesia.

Ketua AGI Shafiq Husein mengatakan Hari Game Indonesia bukan hanya perayaan produknya, tetapi juga momentum memberikan penghargaan kepada orang-orang yang membuat game.

Menurutnya, cita-cita industri sejak awal adalah membuat game karya anak Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Perjalanan itu belum selesai karena pangsa pasar lokal masih relatif kecil dibandingkan besarnya konsumsi game nasional.

Namun bertambahnya studio, talenta dan produk yang mendapatkan pengakuan internasional menunjukkan ekosistem terus bergerak.

Pemerintah Daerah Ikut Dilibatkan

Pengembangan industri game kini juga tidak akan hanya berpusat di Jakarta.

Kementerian Ekonomi Kreatif mengatakan pemerintah daerah akan dilibatkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.

Rencana tersebut mencakup strategi pendanaan, pembiayaan, pemasaran, pelatihan serta investasi untuk berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk game digital maupun board game.

Pemerintah berharap kota dan provinsi dapat membangun ekosistem sesuai potensi masing-masing sehingga studio game tidak harus terkonsentrasi di satu wilayah.

Hal ini juga berpotensi memperluas kesempatan kerja bagi talenta kreatif di daerah.

Perpres Industri Game Sedang Direvisi

Pada saat industri bertumbuh, pemerintah juga tengah mengevaluasi regulasi.

Teuku Riefky mengungkap revisi Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional telah dibahas bersama sekitar 25 kementerian dan lembaga dan kini menuju proses harmonisasi.

Pemerintah mengaku berhati-hati dalam melakukan revisi karena industri game berkembang sangat cepat dan regulasi harus tetap adaptif.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem yang mendukung pengembang lokal sekaligus memberi ruang bagi investasi dan pertumbuhan pasar.

Tantangan: Pasar Besar, Produk Lokal Masih Harus Mengejar

Angka pertumbuhan 18,22 persen menunjukkan prospek positif, tetapi tidak berarti seluruh masalah industri game Indonesia telah selesai.

Modal dan akses investor masih menjadi kendala. Begitu pula ketersediaan tenaga profesional, kemampuan monetisasi, pemasaran global dan dominasi game asing di pasar domestik. Kementerian Komdigi sendiri mengidentifikasi akses pembiayaan serta keterbatasan talenta teknis dan kreatif sebagai tantangan bagi industri game nasional.

Ini menjadi alasan pemerintah tidak hanya mengejar jumlah game baru.

Developer harus mampu membuat studio yang sehat secara bisnis sehingga dapat mempekerjakan talenta secara berkelanjutan dan mengembangkan IP untuk jangka panjang.

Apabila sebuah studio mampu menjual produknya di pasar dunia, devisa yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada developer tetapi dapat mengalir kepada programmer, artist, animator, musisi hingga tenaga pemasaran yang terlibat dalam proyek tersebut.

Industri Game Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif

Pemerintah kini melihat game sebagai salah satu industri dengan peluang multiplier effect yang besar.

Teuku Riefky mengatakan pertumbuhan aplikasi dan game sebesar 18,22 persen diharapkan dapat diikuti peningkatan investasi, ekspor serta penyerapan tenaga kerja sehingga kontribusinya terhadap ekonomi nasional semakin besar.

Besarnya pasar domestik senilai puluhan triliun rupiah menjadi modal yang sulit diabaikan. Pada saat yang sama, program seperti IGDX telah menunjukkan adanya minat publisher dan investor internasional terhadap studio Indonesia.

Tantangan Indonesia sekarang adalah mengubah statusnya dari sekadar salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara menjadi salah satu produsen game utama di kawasan.

Jika pertumbuhan studio, investasi dan kualitas sumber daya manusia dapat dipertahankan, kenaikan industri bukan hanya berarti semakin banyak game lokal yang tersedia.

Dampaknya berpotensi terasa langsung melalui terciptanya semakin banyak pekerjaan bernilai tambah tinggi bagi generasi muda Indonesia.

Pertumbuhan 18,22 persen pun menjadi sinyal bahwa game perlahan bergerak dari sekadar hiburan menjadi salah satu industri kreatif digital yang layak diperhitungkan dalam perekonomian nasional.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Menggila di GOTF 2026! ONIC ke Final, Bigetron Berpeluang Menyusul
Kode Redeem FF Hari Ini 8 Agustus 2026, Buruan Klaim Sebelum Kehabisan!
India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit
Pendaftaran Indomaret Run 2026 Dibuka Hari Ini, Siapkan 10.000 Slot untuk 5K hingga Half Marathon
9 Tahun Setelah Rilis, Ubisoft Tiba-tiba Hidupkan Lagi Ghost Recon Wildlands
EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile dan Event Terbaru, Ini Cara Klaim Hadiahnya
Harga Emas Antam Hari Ini, Cek Pergerakan Harga Logam Mulia Terbaru
Tetangga Suka Meniru Dagangan? 5 Hal yang Perlu Dilakukan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Industri Game RI Melaju Kencang, Tumbuh 18,22 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Indonesia Menggila di GOTF 2026! ONIC ke Final, Bigetron Berpeluang Menyusul

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Kode Redeem FF Hari Ini 8 Agustus 2026, Buruan Klaim Sebelum Kehabisan!

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:02 WIB

India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Pendaftaran Indomaret Run 2026 Dibuka Hari Ini, Siapkan 10.000 Slot untuk 5K hingga Half Marathon

Berita Terbaru