Redaksiku.com – Heboh! Situs PeduliLindungi Diretas, Tiba-Tiba Tampil Situs Judi! Ini Fakta Sebenarnya
Warganet dihebohkan dengan kejadian tak terduga yang melibatkan situs resmi pemerintah, PeduliLindungi.id. Situs yang sebelumnya dikenal sebagai pusat informasi dan layanan terkait penanggulangan COVID-19 itu, mendadak menampilkan konten situs judi online saat diakses pada Senin (19/5/2025). Kejadian ini langsung menyita perhatian publik, menimbulkan pertanyaan besar: Bagaimana mungkin situs pemerintah bisa dialihkan ke konten ilegal?
Temuan ini pertama kali ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa saat mereka mencoba membuka PeduliLindungi.id, mereka justru dialihkan secara otomatis ke halaman situs judi berbahasa asing. Beberapa mengira terjadi kesalahan jaringan, namun semakin banyak laporan masuk, semakin jelas bahwa ini bukan masalah teknis biasa.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Setelah ditelusuri oleh beberapa pakar keamanan siber, ditemukan bahwa domain PeduliLindungi.id sudah tidak dikelola secara aktif oleh pemerintah sejak 2023, menyusul migrasi layanan ke aplikasi baru bernama SatuSehat. Pemerintah memutuskan untuk mengganti sistem pelacakan dan integrasi data kesehatan nasional melalui platform baru tersebut. Sayangnya, domain PeduliLindungi.id tidak diperpanjang dan akhirnya beralih tangan ke pihak ketiga yang tak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengisi domain tersebut dengan konten yang sangat berbedayakni promosi situs judi online. Perubahan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat PeduliLindungi pernah menjadi salah satu pilar penting dalam strategi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.
Tanggapan Resmi dari Pemerintah
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui juru bicaranya menyatakan bahwa domain PeduliLindungi.id bukan lagi menjadi bagian dari sistem layanan kesehatan nasional. Layanan telah dialihkan sepenuhnya ke aplikasi SatuSehat. Domain PeduliLindungi.id sudah tidak kami kelola lagi, ujar perwakilan Kemenkes dalam pernyataan tertulisnya, Senin siang.
Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada kebocoran data pengguna karena data vaksinasi dan informasi pribadi lainnya telah diamankan dalam sistem baru sejak proses migrasi dilakukan tahun lalu. Meski begitu, mereka menyayangkan bahwa domain tersebut tidak diperpanjang dan akhirnya jatuh ke tangan pihak yang menyalahgunakannya.

Pakar: Ini Tamparan untuk Pengelolaan Domain Pemerintah
Menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan aset digital, terutama domain milik pemerintah. Domain itu seperti identitas digital. Jika dibiarkan lepas, bisa disalahgunakan untuk tujuan apa pun, bahkan untuk sesuatu yang sangat bertentangan dengan citra pemerintah, seperti judi online, katanya.
Alfons juga menekankan bahwa peristiwa ini bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi berpotensi merusak kepercayaan publik. Ia menyarankan agar setiap instansi pemerintah memiliki sistem monitoring untuk domain-domain yang pernah digunakan, sekalipun tidak aktif lagi.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






