Film AI di China Melonjak, Turis Kini Bisa Jadi Aktor

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film AI China — Suasana produksi film di Hengdian World Studios yang kini menggunakan teknologi kecerdasan buatan

Industri perfilman di Hengdian World Studios mulai mengadopsi teknologi AI untuk menggantikan peran aktor figuran.

Redaksiku.com – Industri perfilman di Hengdian World Studios, China, kini tengah mengalami pergeseran drastis seiring masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten drama. Pada Jumat, 4 September 2026, laporan lapangan menunjukkan bahwa studio-studio besar mulai menggantikan peran aktor figuran dan kru teknis dengan karakter serta latar belakang yang dihasilkan oleh algoritma AI untuk menekan biaya operasional.

Perubahan ini menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi ribuan pekerja film yang selama ini menggantungkan hidup di pusat industri hiburan terbesar di Asia tersebut. Sebagai langkah adaptasi terhadap penurunan permintaan peran manusia, pengelola studio kini mulai menawarkan paket pengalaman bagi wisatawan untuk mencoba menjadi aktor dalam produksi berbasis AI, sebuah strategi yang dipandang sebagai upaya diversifikasi pendapatan di tengah ancaman pengangguran massal.

Film AI di China Melonjak, Turis Kini Bisa Jadi Aktor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi Produksi dan Dampak Tenaga Kerja

Penggunaan AI dalam industri film China tidak lagi terbatas pada efek visual sederhana, melainkan telah merambah ke pembuatan naskah, desain set, hingga penggerak karakter digital. Fenomena ini sejalan dengan ambisi pemerintah China untuk memimpin sektor teknologi global, termasuk dalam pemanfaatan model bahasa besar dan teknologi generatif untuk efisiensi industri.

Bagi para pekerja di Hengdian, teknologi ini bukan sekadar alat bantu, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan profesi mereka. Banyak aktor figuran yang melaporkan penurunan drastis dalam jadwal syuting harian karena sutradara lebih memilih menggunakan aset digital yang dapat bekerja selama 24 jam tanpa henti.

Sekitar 80 persen dari kebutuhan karakter latar dalam produksi drama baru di Hengdian kini telah beralih menggunakan teknologi AI untuk memangkas anggaran produksi hingga lebih dari setengahnya.

Kondisi ini memicu debat mengenai masa depan kreativitas manusia di industri hiburan. Meskipun efisiensi meningkat, para pengamat industri memperingatkan bahwa ketergantungan berlebih pada AI dapat menurunkan kualitas estetika dan kedalaman emosional yang selama ini menjadi keunggulan film-film drama tradisional China.

Film AI di China Melonjak, Turis Kini Bisa Jadi Aktor

Strategi Adaptasi Wisata Kreatif

Untuk menutupi hilangnya pendapatan dari produksi film konvensional, manajemen studio di Hengdian mengubah strategi dengan mengonversi set syuting menjadi destinasi wisata interaktif. Wisatawan kini dapat membayar biaya tertentu untuk dipindai oleh sistem AI dan dimasukkan ke dalam adegan film secara instan.

Program ini memungkinkan turis untuk melihat diri mereka berakting di layar lebar bersama bintang-bintang papan atas melalui bantuan teknologi deepfake yang canggih. Langkah ini dinilai sebagai upaya pragmatis untuk menjaga arus kas studio di tengah transisi teknologi yang sangat cepat.

Pengalihan fungsi studio menjadi wahana wisata berbasis AI menjadi cara bagi pengelola untuk mempertahankan eksistensi Hengdian sebagai pusat hiburan di tengah disrupsi teknologi yang masif.

Meskipun menarik minat wisatawan, banyak pekerja film senior yang mengkritik langkah ini karena dianggap mendegradasi nilai seni peran. Mereka berpendapat bahwa pengalaman wisata tersebut tidak dapat menggantikan peran profesional yang selama ini membangun karakter dan narasi film secara organik.

Konteks Teknologi dan Pasar AI di China

Perkembangan di Hengdian mencerminkan tren yang lebih luas di China, di mana integrasi AI telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari prediksi cuaca ekstrem hingga pengembangan model AI open-source. Pemerintah China terus mendorong otonomi teknologi tinggi, termasuk dalam upaya memproduksi chip AI mandiri agar tidak bergantung pada pasokan luar negeri.

Namun, integrasi AI yang terlalu agresif juga membawa risiko keamanan dan etika, seperti yang terjadi pada kebocoran model Kimi K3 baru-baru ini. Keamanan sistem dan kendali atas model AI menjadi tantangan besar bagi otoritas China saat mereka mencoba menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas sosial.

Bagi para pekerja kreatif yang terdampak, mempelajari teknis pengoperasian alat AI generatif kini menjadi syarat mutlak untuk tetap relevan di industri hiburan modern.

Ke depan, persaingan antara produksi film berbasis AI dan metode tradisional diprediksi akan semakin tajam. Studio yang mampu mengombinasikan sentuhan manusia dengan kecepatan AI kemungkinan besar akan mendominasi pasar, sementara mereka yang gagal beradaptasi berisiko tersingkir dari peta industri film global.

Pertanyaan Umum

Apakah penggunaan AI di Hengdian telah menggantikan semua aktor manusia?

Belum sepenuhnya, namun AI telah mengambil alih sebagian besar peran aktor figuran dan tugas-tugas teknis berulang. Aktor utama manusia masih tetap dibutuhkan untuk memberikan kedalaman emosi yang hingga saat ini belum bisa direplikasi sepenuhnya oleh model AI.

Mengapa studio film di China beralih ke model AI secara masif?

Faktor utamanya adalah efisiensi biaya dan kecepatan produksi. Dengan menggunakan AI, studio dapat memangkas anggaran secara signifikan dan memproduksi konten dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan metode syuting tradisional yang melibatkan ribuan kru dan aktor.

Bagaimana nasib pekerja film yang kehilangan pekerjaan akibat AI?

Sebagian besar pekerja mulai beralih ke sektor baru, seperti operator teknologi AI untuk studio atau terlibat dalam program wisata kreatif yang ditawarkan oleh pengelola studio. Namun, transisi ini masih menimbulkan tantangan ekonomi yang cukup berat bagi tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian teknis baru.

Ringkasan

Industri film di Hengdian, China, kini menggunakan AI untuk efisiensi produksi. Sebagai adaptasi, studio kini menawarkan pengalaman bagi turis untuk jadi aktor.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS di Iran
Solusi PETI Muratara, Gematara Desak Pemkab dan Polres
JBL EasySing Mic Mini dan Mics Resmi Rilis di Indonesia
Pintu Baja Fortress, Solusi Hunian Modern dari JBS Perkasa
RUU KKS: APJII Dorong Pengesahan demi Keamanan Siber
Hasil Coppa Italia: Cagliari vs Hellas Verona Berebut Tiket Roma
Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Evakuasi Korban
Penjelasan Eks Menag Yaqut Usai Marah di Rapat Pansus Haji DPR

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS di Iran

Jumat, 4 September 2026 - 16:01 WIB

Solusi PETI Muratara, Gematara Desak Pemkab dan Polres

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

JBL EasySing Mic Mini dan Mics Resmi Rilis di Indonesia

Jumat, 4 September 2026 - 15:45 WIB

Pintu Baja Fortress, Solusi Hunian Modern dari JBS Perkasa

Jumat, 4 September 2026 - 14:30 WIB

RUU KKS: APJII Dorong Pengesahan demi Keamanan Siber

Berita Terbaru

Pemerintah Indonesia dan Irlandia resmi memperkuat kerja sama di sektor teknologi digital, kecerdasan buatan, dan energi bersih di Jakarta.

Keuangan

Kerja Sama RI-Irlandia: Garap AI dan Energi Bersih

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:37 WIB

Marc Klok menegaskan fokus penuh untuk Persib Bandung saat menghadapi mantan timnya, PSM Makassar.

Olahraga

Marc Klok Lawan PSM di Persib: Lupakan Kenangan Lama

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:34 WIB

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.642 per dolar AS pada akhir pekan, mencatatkan penguatan tipis secara mingguan.

Keuangan

Rupiah Menguat Tipis Sepekan Tertekan Sinyal The Fed

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:22 WIB

Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp 17.642 per dolar AS pada akhir pekan setelah sempat tertekan sinyal The Fed.

Keuangan

Rupiah Menguat Tipis Sepekan Tertekan Sinyal The Fed

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:22 WIB