Redaksiku.com – Istilah dasarian belakangan ramai diperbincangkan masyarakat setelah sering muncul dalam berbagai informasi terkait prakiraan cuaca, musim, curah hujan, dan kondisi iklim yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Banyak masyarakat yang masih asing dengan istilah tersebut karena tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, dalam dunia meteorologi dan klimatologi, dasarian menjadi salah satu istilah penting untuk membantu para ahli membaca pola perubahan cuaca dalam periode tertentu.
Kemunculan istilah dasarian di berbagai informasi cuaca membuat banyak orang mulai mencari tahu arti sebenarnya dan bagaimana istilah tersebut digunakan dalam prediksi iklim.
Apa Arti Dasarian?
Secara sederhana, dasarian adalah periode waktu selama 10 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sistem pemantauan cuaca dan iklim, satu bulan biasanya dibagi menjadi tiga periode dasarian, yaitu:
- Dasarian I: tanggal 1 sampai 10.
- Dasarian II: tanggal 11 sampai 20.
- Dasarian III: tanggal 21 sampai akhir bulan.
Pembagian tersebut digunakan agar pengamatan kondisi cuaca dapat dilakukan lebih detail dibandingkan hanya melihat data bulanan.
Dengan menggunakan periode 10 hari, perubahan pola hujan, suhu, hingga kondisi atmosfer dapat dianalisis secara lebih spesifik.
Mengapa BMKG Menggunakan Istilah Dasarian?
Dalam bidang meteorologi, perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat.
Jika analisis hanya dilakukan berdasarkan data bulanan, beberapa perubahan penting bisa sulit terlihat.
Karena itu, periode dasarian digunakan untuk melihat perkembangan kondisi atmosfer secara berkala.
Melalui data dasarian, BMKG dapat melakukan pemantauan terhadap berbagai faktor seperti:
- Curah hujan.
- Perkembangan musim.
- Potensi kekeringan.
- Peluang hujan ekstrem.
- Kondisi awal musim hujan atau kemarau.
Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat prakiraan cuaca dan peringatan dini.
Dasarian Sering Muncul Saat Musim Kemarau dan Hujan
Masyarakat biasanya mulai mengenal istilah dasarian ketika BMKG mengeluarkan informasi terkait musim.
Misalnya, saat membahas kondisi curah hujan pada suatu wilayah, BMKG dapat menggunakan istilah seperti:
- Curah hujan dasarian pertama.
- Kondisi hujan pada dasarian kedua.
- Prediksi hujan dasarian berikutnya.
Hal tersebut bertujuan memberikan gambaran lebih rinci mengenai perkembangan cuaca dalam waktu dekat.
Terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada kondisi alam, seperti pertanian, perikanan, dan transportasi.
Dasarian Penting bagi Dunia Pertanian
Bagi petani, informasi dasarian memiliki manfaat besar karena berkaitan langsung dengan pengambilan keputusan.
Pola hujan dalam periode tertentu dapat membantu menentukan:
- Waktu tanam.
- Pemilihan jenis tanaman.
- Kebutuhan irigasi.
- Antisipasi kekeringan.
Perubahan pola musim yang semakin sulit diprediksi membuat informasi iklim menjadi semakin penting.
Dengan mengetahui kondisi dasarian, petani dapat menyesuaikan strategi agar risiko gagal panen dapat dikurangi.

Dasarian dan Perubahan Iklim
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim membuat pola cuaca menjadi semakin dinamis.
Musim hujan dan kemarau tidak selalu berjalan sesuai pola lama.
Fenomena seperti hujan ekstrem, kemarau panjang, hingga perubahan suhu menjadi tantangan baru bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, pemantauan dalam skala lebih kecil seperti dasarian menjadi semakin penting.
Data tersebut membantu ilmuwan memahami bagaimana perubahan atmosfer terjadi dari waktu ke waktu.
Banyak Warganet Baru Mengenal Istilah Dasarian
Munculnya istilah dasarian di media sosial menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap informasi cuaca.
Berbagai kejadian ekstrem seperti banjir, panas berkepanjangan, maupun perubahan musim membuat masyarakat semakin ingin memahami bagaimana prediksi cuaca dibuat.
Tidak sedikit warganet yang baru mengetahui bahwa lembaga cuaca memiliki istilah khusus untuk membagi periode analisis.
Meski terdengar ilmiah, konsep dasarian sebenarnya cukup sederhana karena hanya menunjukkan pembagian waktu setiap 10 hari.
Perbedaan Dasarian dengan Prakiraan Harian
Banyak masyarakat masih menganggap dasarian sama dengan prakiraan cuaca harian.
Padahal keduanya memiliki fungsi berbeda.
Prakiraan harian lebih fokus pada kondisi cuaca dalam waktu singkat, seperti hujan hari ini atau suhu besok.
Sementara itu, analisis dasarian melihat pola dalam periode 10 hari untuk memahami kecenderungan cuaca secara lebih luas.
Dengan kata lain, dasarian membantu melihat gambaran perkembangan cuaca, bukan hanya kondisi satu hari tertentu.
Kesimpulan: Dasarian Bukan Fenomena Baru, Tetapi Penting Dipahami
Istilah dasarian yang ramai dibicarakan masyarakat sebenarnya bukan istilah baru dalam dunia cuaca dan iklim.
Konsep ini telah lama digunakan oleh para ahli untuk melakukan pengamatan dan analisis kondisi atmosfer.
Namun, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perubahan cuaca membuat istilah tersebut semakin sering muncul di ruang publik.
Memahami arti dasarian dapat membantu masyarakat membaca informasi cuaca dengan lebih baik, terutama ketika menghadapi perubahan musim dan fenomena iklim yang semakin tidak menentu.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : redaksiku
Editor : redaksiku
Sumber Berita: Dept Viral






