Danantara: Langkah Besar Prabowo dalam Mengoptimalkan Investasi dan Aset BUMN

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danantara, Prabowo, Lebaran

Danantara: Langkah Besar yang Diambil Presiden Prabowo.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, akan meresmikan Danantara, Badan Pengelola Investasi Indonesia, pada 24 Februari 2025.

Lembaga ini didirikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset dan kekuatan ekonomi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui konsolidasi.

Nama Danantara sendiri merupakan singkatan dari “Daya Anagata Nusantara”, yang berarti “kekuatan masa depan Nusantara”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Danantara Diperlukan?

Saat ini, Indonesia sudah memiliki Indonesia Investment Authority (INA), yang bertugas mengelola dan mengembangkan aset negara.

Namun, cakupan program tersebut akan lebih luas karena akan mengkonsolidasikan berbagai aset pemerintah yang tersebar di berbagai kementerian dan BUMN besar. Model pengelolaannya mengadopsi konsep seperti Temasek Holdings dari Singapura.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk konkret dalam mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang bertujuan memastikan pengelolaan aset negara dapat berkontribusi langsung pada kesejahteraan rakyat.

Program tersebut juga dirancang untuk menjadi salah satu sumber pendanaan alternatif dalam mendukung pembangunan nasional, sehingga tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BUMN yang Berada di Bawah Danantara

Sebagai holding investasi, program tersebut akan mengelola tujuh BUMN besar, yaitu:

  1. Bank Mandiri, BRI, dan BNI (Perbankan)
  2. Pertamina dan PLN (Energi)
  3. Telkom (Telekomunikasi)
  4. Mind ID (Pertambangan)

Dengan total aset yang dikelola sekitar Rp9.600 triliun, program tersebut akan menjadi entitas pengelola investasi terbesar di Indonesia.

Harapannya, konsolidasi ini akan meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN, serta memastikan investasi yang lebih strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Struktur dan Regulasi

Danantara dibentuk berdasarkan revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, serta diperkuat oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 142/P Tahun 2024.

Presiden Prabowo telah menunjuk Muliaman D. Hadad sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, dengan tugas utama mengkoordinasikan pengelolaan aset negara secara profesional.

Berbeda dengan INA yang bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan, Danantara akan berada langsung di bawah Presiden.

Keberadaan Danantara juga akan diatur lebih lanjut melalui regulasi tambahan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitasnya.

Danantara Sebagai Sovereign Wealth Fund Indonesia

Danantara diproyeksikan akan beroperasi mirip dengan Sovereign Wealth Fund (SWF), yaitu dana kekayaan negara yang diinvestasikan dalam berbagai aset untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Contoh SWF sukses di dunia antara lain:

  • Government Pension Fund of Norway (Norwegia)
  • Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) (Uni Emirat Arab)
  • China Investment Corporation (CIC) (Tiongkok)

Sebagai SWF, Danantara akan mencari sumber pendanaan dari surplus anggaran, hasil dividen perusahaan negara, serta investasi dari mitra strategis domestik maupun internasional.

Dana ini kemudian akan dialokasikan ke sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, teknologi, energi, dan sumber daya alam.

Dampak dan Tantangan ke Depan

Pembentukan program tersebut diharapkan membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur dan profesional, BUMN dapat lebih fokus pada efisiensi operasional tanpa terbebani oleh ketergantungan pada APBN.

Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya:

Kepastian Regulasi

Perlu adanya regulasi yang jelas agar program tersebut dapat beroperasi dengan efisien tanpa tumpang tindih dengan lembaga lain seperti INA.

Transparansi dan Akuntabilitas

Pengelolaan dana besar memerlukan sistem tata kelola yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan atau korupsi.

Daya Tarik bagi Investor

Program tersebut harus mampu menarik investor global dengan memberikan jaminan kepastian hukum dan keuntungan yang kompetitif.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan regulasi yang kuat, program tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju visi “Indonesia Emas 2045”.

Kini, tinggal bagaimana eksekusi dan pengelolaannya dilakukan agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan negara.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah
Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya
Kecelakaan Maut Tol Jagorawi, Mobil Mewah Hancur Usai Tabrak Truk Kontainer
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologi OTT dan Kasusnya
Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu
Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?
Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Ini Kronologinya
Ambulans Kecelakaan di Tol Batang-Semarang, 3 Orang Tewas

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologi OTT dan Kasusnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?

Berita Terbaru

Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Bisnis

4 Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:42 WIB

Foto: Aulia, murid SMKN 5 Barru, menerima bantuan.

Pendidikan

Kepedulian Gubernur Sulsel Sampai ke Murid SMKN 5 Barru

Sabtu, 22 Agu 2026 - 09:49 WIB