Melalui monitoring, evaluasi, dan forum berbagi praktik baik.
Inovasi yang berhasil akan didokumentasikan dan disebarluaskan melalui MKKS, MGMP, lokakarya, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai mitra pendidikan.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 16 inovasi dipresentasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Temanya beragam.
Mulai dari penguatan literasi, pembelajaran mendalam, pendidikan karakter, digitalisasi layanan sekolah, pengelolaan lingkungan, pencegahan perundungan, hingga penguatan budaya religius.
Kabupaten Barru menampilkan inovasi yang berfokus pada pembelajaran, lingkungan hidup, dan penguatan karakter.
Salah satunya Program BERDAYA milik SMAN 4 Barru.
Program yang merupakan singkatan dari Belajar Reflektif, Dalam, dan Bermakna itu dikembangkan Kepala SMAN 4 Barru, Hasby, S.Pd., M.Pd., bersama timnya.
BERDAYA dirancang untuk mendorong pembelajaran yang lebih reflektif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Sementara Kabupaten Pinrang menghadirkan inovasi MASBUK dari SMKN 3 Pinrang, La Macca dari SMAN 9 Pinrang, GELISAH dan Guru Salama’ dari SMAN 4 Pinrang, SAGUSAVID dari SMKN 10 Pinrang, hingga SI-MASIGA dan SEMPAJANG dari SMAN 10 Pinrang.
Berbagai inovasi tersebut mengangkat tema literasi, digitalisasi, dan penguatan karakter.
Adapun Kota Parepare menghadirkan GRAB SMAELI dari SMAN 5 Parepare yang berfokus pada pencegahan perundungan.
Sedangkan SMKN 2 Parepare memperkenalkan GEMILANG untuk memperkuat budaya anti-kekerasan dan anti-bullying di sekolah.
Hasby mengatakan pendampingan tersebut memberikan perspektif baru bagi sekolah.
Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak ditentukan oleh besarnya program yang dibuat.
Yang terpenting adalah manfaat yang dirasakan sekolah dan peserta didik.
“Pendampingan ini membantu kami menyempurnakan inovasi secara lebih sistematis, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan strategi, hingga pengukuran dampaknya. Yang paling penting, kami semakin memahami bahwa inovasi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program sesaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi ruang untuk saling belajar antarsekolah.
Setiap peserta dapat bertukar pengalaman dan mengembangkan praktik baik sesuai karakteristik masing-masing.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII berharap pendampingan ini mampu menumbuhkan budaya inovasi di setiap sekolah.
Tidak hanya menghasilkan proposal.
Tetapi juga melahirkan inovasi yang benar-benar diterapkan dan memberi dampak.
Dengan begitu, kualitas layanan pendidikan akan meningkat.
Sekaligus memperkuat Indeks Inovasi Daerah dan daya saing sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.
Editor : Hengki
Halaman : 1 2






