Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, 2 Pejabat Senior Mossad Dilaporkan Dicopot

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, 2 Pejabat Senior Mossad Dilaporkan Dicopot

Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, 2 Pejabat Senior Mossad Dilaporkan Dicopot

Redaksiku.com – Direktur badan intelijen Israel Mossad, Roman Gofman, dilaporkan mencopot dua pejabat senior yang terlibat dalam penyusunan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Langkah tersebut muncul setelah rencana perubahan rezim yang disiapkan selama konflik dengan Iran disebut gagal diwujudkan atau tidak pernah mencapai tahap operasional penuh.

Laporan tersebut pertama kali disampaikan media Israel Channel 12 pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dua pejabat yang terkena perubahan jabatan disebut merupakan kepala Direktorat Intelijen Mossad dan kepala divisi Iran badan intelijen tersebut. Identitas keduanya tidak dipublikasikan.

Meski sejumlah pemberitaan menyebut keduanya “dipecat”, laporan dari sumber keamanan Israel memberikan gambaran lebih bernuansa. Mereka mengatakan keluarnya kedua pejabat dari posisi saat ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi besar di Mossad dan keduanya diperkirakan tetap berada di organisasi dalam jabatan lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Pejabat Mossad Disebut Arsitek Rencana Gulingkan Pemerintah Iran

Menurut Channel 12 seperti dikutip The Times of Israel, kedua pejabat tersebut termasuk di antara orang-orang yang menyusun sebuah rencana operasional tertulis untuk menjatuhkan pemerintahan Iran.

Strateginya disebut bertumpu pada pemanfaatan kelompok-kelompok minoritas di Iran serta upaya memicu kembali demonstrasi besar yang diharapkan berkembang menjadi gerakan massal melawan pemerintah.

Rencana itu dikembangkan ketika Israel dan Amerika Serikat mempertimbangkan bagaimana tekanan militer terhadap Iran dapat dikombinasikan dengan ketidakpuasan di dalam negeri.

Channel 12 melaporkan rencana tersebut dibuat dengan koordinasi Amerika Serikat dan bertujuan mendorong gerakan internal terhadap pemerintahan Iran di tengah serangan udara Israel-AS. Namun, berdasarkan penilaian yang dikutip stasiun televisi tersebut, rencana itu gagal atau tidak pernah benar-benar mencapai tahap pelaksanaan penuh.

Kelompok Kurdi Disebut Punya Peran Penting

Salah satu bagian paling menarik dari rencana tersebut berkaitan dengan kelompok Kurdi.

Menurut laporan mengenai rencana Mossad, skenarionya mencakup serangan Israel terhadap posisi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di kawasan dekat perbatasan Irak dan wilayah Kurdistan Iran.

Serangan itu disebut dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pejuang Kurdi memasuki Iran. Mossad memperkirakan ribuan anak muda Kurdi kemudian dapat bergabung dan menciptakan sebuah gerakan yang semakin besar.

Dari sana, gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong demonstrasi yang lebih luas di berbagai wilayah Iran.

Namun skenario itu tidak berjalan seperti yang diperkirakan.

The Times of Israel melaporkan kebocoran informasi ke media, kekhawatiran dari kelompok Kurdi sendiri serta lobi Turki menjadi beberapa faktor yang membuat Washington menarik dukungannya terhadap bagian dari rencana tersebut.

Ada Skenario Siapa yang Memimpin Iran Setelah Pemerintah Jatuh

Rencana tersebut bahkan dikabarkan membahas apa yang akan terjadi setelah pemerintahan Iran berhasil digulingkan.

Salah satu laporan menyebut nama mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pernah masuk dalam skenario sebagai figur yang berpotensi memainkan peran dalam pemerintahan alternatif.

Laporan sebelumnya juga menyebut Mossad pernah berupaya menjalin kontak dengan Ahmadinejad. Namun kantor mantan presiden Iran tersebut membantah laporan mengenai perekrutan atau keterlibatannya. Karena itu, bagian tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah dikonfirmasi.

Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, 2 Pejabat Senior Mossad Dilaporkan Dicopot
Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, 2 Pejabat Senior Mossad Dilaporkan Dicopot

Hubungan Roman Gofman dengan Dua Pejabat Disebut Sudah Tegang

Kegagalan rencana Iran disebut bukan satu-satunya faktor di balik pergantian pejabat.

Sumber keamanan yang dikutip Channel 12 mengatakan hubungan Roman Gofman dengan kedua pejabat tersebut sudah mengalami ketegangan sejak Gofman mulai memimpin Mossad.

Karena itulah, perubahan jabatan tersebut juga digambarkan sebagai bagian dari penataan ulang kepemimpinan, struktur dan prioritas Mossad, khususnya terkait Iran.

Hingga laporan ini muncul, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel yang mengonfirmasi secara terperinci pencopotan tersebut.

Roman Gofman Baru Menjabat Bos Mossad pada Juni 2026

Roman Gofman sendiri merupakan sosok yang relatif baru di pucuk pimpinan Mossad.

Ia resmi mengambil alih posisi direktur Mossad pada 2 Juni 2026, menggantikan David Barnea. Sebelum memimpin badan intelijen luar negeri Israel tersebut, Gofman merupakan seorang mayor jenderal dan pernah menjadi sekretaris militer Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Penunjukan Gofman cukup mendapat perhatian karena ia berasal dari latar belakang militer dan sebelumnya tidak meniti karier panjang di dalam Mossad.

Menariknya, Gofman sendiri sebelumnya disebut termasuk pejabat Israel yang memperkirakan bahwa perang dengan Iran dapat menciptakan kondisi bagi jatuhnya pemerintahan di Teheran.

CNN pada April lalu melaporkan, berdasarkan tiga sumber Israel yang mengetahui konsultasi internal, Gofman pernah menyampaikan kepada Netanyahu bahwa pemerintahan Iran berpotensi dijatuhkan melalui konflik tersebut. Penilaian itu kemudian dinilai terlalu optimistis setelah pemerintahan Iran tetap bertahan.

Netanyahu Pernah Beri Gofman Misi Terkait Iran

Iran memang langsung menjadi salah satu fokus utama Gofman sejak hari pertama memimpin Mossad.

Saat pelantikannya pada 2 Juni, Netanyahu secara terbuka memberikan pesan kepada kepala Mossad baru tersebut mengenai Iran dan menyatakan bahwa salah satu tugasnya adalah memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.

Pada Juli, Gofman juga melakukan perjalanan resmi pertamanya ke Washington sejak menjabat.

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu Direktur CIA John Ratcliffe serta sejumlah pejabat Gedung Putih untuk membahas perang Iran, program nuklir Teheran dan koordinasi antara Israel dengan Amerika Serikat.

Ini menunjukkan bahwa Iran tetap menjadi salah satu agenda terbesar Mossad di bawah kepemimpinannya.

Rencana Perubahan Rezim Ternyata Sudah Disiapkan Sebelumnya

Rencana menjatuhkan pemerintahan Iran bukan gagasan yang baru muncul setelah Gofman menjadi direktur Mossad.

Sebelum meninggalkan jabatannya, pendahulunya, David Barnea, telah terlibat dalam perencanaan skenario yang menggabungkan tekanan militer dengan upaya mendorong kelompok oposisi dan minoritas di dalam Iran.

Ketika perang berlangsung, Israel dan Amerika Serikat memang melancarkan serangan terhadap berbagai fasilitas dan unsur keamanan Iran. Namun efek politik yang diharapkan—yakni munculnya pemberontakan nasional yang mampu menggulingkan pemerintah—tidak berkembang sesuai skenario awal.

Hal itu menjadi penting karena perubahan rezim jauh lebih rumit dibandingkan sekadar melemahkan kemampuan militer suatu negara.

Pemerintahan Iran tetap memiliki struktur keamanan, militer dan politik yang kuat, sementara kelompok oposisi memiliki beragam kepentingan dan tidak otomatis bersatu hanya karena mendapat tekanan eksternal.

Restrukturisasi Mossad Bisa Mengubah Strategi Israel terhadap Iran

Pergantian dua pejabat senior kini memunculkan pertanyaan mengenai strategi Mossad selanjutnya terhadap Iran.

Channel 12 menggambarkan keputusan Gofman sebagai bagian dari perombakan organisasi dan penentuan ulang prioritas Mossad, khususnya dalam penanganan Iran.

Namun belum diketahui apakah perubahan tersebut berarti Israel akan meninggalkan strategi perubahan rezim sepenuhnya atau hanya mengubah pendekatan dalam menjalankannya.

Fakta bahwa kedua pejabat dilaporkan masih mungkin bertugas di posisi lain juga membuat istilah “pemecatan” harus digunakan secara hati-hati.

Untuk saat ini, fakta yang dapat dipastikan dari laporan media Israel adalah Gofman telah memindahkan dua pejabat senior dari posisi mereka, sementara sumber keamanan menggambarkannya sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas dan menyebut proses itu dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama.

Belum Ada Konfirmasi Resmi Mossad

Karena Mossad merupakan badan intelijen yang sangat tertutup, perubahan internal tingkat tinggi biasanya tidak dijelaskan secara terbuka.

Sampai Jumat, 7 Agustus 2026, belum ada penjelasan resmi terperinci dari Israel mengenai alasan pergantian kedua pejabat tersebut. Karena itu, klaim bahwa mereka diberhentikan secara khusus sebagai hukuman atas kegagalan menggulingkan pemerintah Iran masih bersumber pada laporan media Israel dan sumber keamanan anonim.

Meski demikian, laporan tersebut menjadi indikasi adanya evaluasi besar di dalam Mossad setelah strategi perubahan rezim Iran tidak menghasilkan hasil sebagaimana yang diperkirakan.

Bagi Roman Gofman, yang baru sekitar dua bulan menduduki jabatan direktur Mossad, perombakan ini sekaligus menunjukkan bahwa strategi menghadapi Iran akan menjadi salah satu ujian terbesar dalam masa kepemimpinannya.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday Diungkap Media? Ini Faktanya
Perombakan Kabinet Prabowo Jadi Sorotan, Istana Tegaskan Evaluasi Terus Berjalan
Jadwal Pencairan Bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra Rp900 Ribu, Cek Cara Ambil di Kantor Pos dan Bank
Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat
Rotasi Jabatan di Polres Barru, Sejumlah Perwira Dapat Amanah Baru
IShowSpeed Kecelakaan Saat Rayakan Pencapaian Besar, Ini Kondisi Terbarunya
Pernyataan Prabowo soal Nuklir Jadi Sorotan, Ini Penjelasan dan Konteks Pidatonya
Demo Peternak Ayam Keluhkan Dampak Mati Listrik, Ribuan Ayam Terancam Akibat Gangguan Kandang

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal, 2 Pejabat Senior Mossad Dilaporkan Dicopot

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday Diungkap Media? Ini Faktanya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Perombakan Kabinet Prabowo Jadi Sorotan, Istana Tegaskan Evaluasi Terus Berjalan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Jadwal Pencairan Bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra Rp900 Ribu, Cek Cara Ambil di Kantor Pos dan Bank

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Berita Terbaru