Ricuh! 4 Fakta Pesilat di Tulungagung Lempar Batu ke Mobil Polisi

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ricuh! 4 Fakta Pesilat di Tulungagung Lempar Batu ke Mobil Polisi

Ricuh! 4 Fakta Pesilat di Tulungagung Lempar Batu ke Mobil Polisi

Redaksiku.com — Kericuhan Pesilat di Tulungagung lempar batu ke mobil polisi menjadi perhatian setelah tawuran antar-rombongan terjadi di Kecamatan Pakel, Tulungagung, Jawa Timur. Peristiwa ini membuat kaca mobil polisi pecah dan warga sekitar ikut khawatir.

Keributan terjadi saat rombongan pesilat melintas setelah mengikuti kegiatan. Situasi sempat memanas karena aksi saling lempar batu tidak terhindarkan.

1. Pesilat di Tulungagung Lempar Batu ke Mobil Polisi

Peristiwa terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Rombongan pesilat disebut melintas di jalur Bandung-Pakel saat hendak pulang dari kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah perjalanan, muncul aksi pelemparan batu dari sekelompok pemuda. Kericuhan kemudian berkembang hingga terjadi saling lempar batu.

2. Kaca Mobil Polisi Pecah

Akibat kericuhan tersebut, kaca depan mobil Resmob Polres Tulungagung pecah terkena lemparan batu. Mobil polisi menjadi sasaran dampak saat petugas berusaha meredam situasi.

Kerusakan kendaraan polisi menunjukkan bahwa kericuhan berlangsung cukup serius. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

3. Titik Keributan Berpindah ke Area Persawahan

Petugas menyebut titik keributan kali ini terjadi di area persawahan. Sebelumnya, keributan biasanya diantisipasi di titik lain, tetapi massa diduga muncul dari tempat yang tidak terduga.

Kondisi area yang gelap dan terbuka membuat situasi lebih sulit dikendalikan. Karena itu, pengamanan kegiatan massa perlu memperhitungkan titik rawan yang bisa berubah.

Ricuh! 4 Fakta Pesilat di Tulungagung Lempar Batu ke Mobil Polisi
Ricuh! 4 Fakta Pesilat di Tulungagung Lempar Batu ke Mobil Polisi

4. Petugas Langsung Redam Massa

Dalam kasus Pesilat di Tulungagung lempar batu ke mobil polisi, petugas langsung mengerahkan pasukan untuk meredam kericuhan. Langkah cepat diperlukan agar keributan tidak meluas dan menimbulkan korban.

Aksi massa yang membawa identitas kelompok harus dikendalikan dengan baik agar kegiatan tidak berubah menjadi bentrokan.

Kenapa Kasus Ini Viral?

Kasus ini viral karena melibatkan rombongan pesilat, tawuran, dan mobil polisi yang rusak. Ketiga unsur tersebut mudah menarik perhatian publik, terutama warga Jawa Timur.

Selain itu, aksi saling lempar batu di jalan umum dapat membahayakan siapa saja yang melintas, bukan hanya kelompok yang terlibat.

Dampak Kericuhan bagi Warga

Kericuhan di jalan bisa membuat warga takut keluar rumah, merusak fasilitas, dan mengganggu pengguna jalan. Jika terjadi pada dini hari, warga juga sulit mengantisipasi karena suasana lingkungan biasanya sepi.

Kegiatan organisasi atau komunitas seharusnya tidak mengganggu keamanan publik. Setiap rombongan perlu memastikan anggotanya tertib saat berangkat maupun pulang.

Pentingnya Pengawasan Rombongan

Kegiatan besar yang melibatkan banyak orang membutuhkan pengawasan internal. Koordinator rombongan perlu memastikan peserta tidak membawa benda berbahaya, tidak terpancing provokasi, dan mengikuti rute yang aman.

Jika ada provokasi, anggota rombongan sebaiknya tidak membalas. Membalas lemparan justru membuat situasi semakin berbahaya.

Kesimpulan

Kericuhan Pesilat di Tulungagung lempar batu ke mobil polisi menjadi viral karena tawuran antar-rombongan membuat kaca mobil Resmob Polres Tulungagung pecah. Peristiwa terjadi dini hari di Kecamatan Pakel dan tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kegiatan kelompok harus dijaga agar tidak berubah menjadi keributan yang merugikan warga dan aparat.

FAQ

Di mana Pesilat di Tulungagung lempar batu ke mobil polisi terjadi?

Peristiwa terjadi di Kecamatan Pakel, Tulungagung, Jawa Timur.

Kapan kericuhan terjadi?

Kericuhan terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.

Apa dampak dari kericuhan tersebut?

Kaca depan mobil Resmob Polres Tulungagung pecah terkena lemparan batu.

Apakah ada korban jiwa?

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kenapa kasus ini viral?

Karena melibatkan rombongan pesilat, aksi saling lempar batu, dan mobil polisi yang rusak.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadwal Persib vs PSM Makassar Super League 2026 Hari Ini
Tottenham Seri 0-0 dengan Nottingham Forest di Liga Primer
Perbaikan Lapangan Barreiros Jelang Laga Benfica Dikonfirmasi Marítimo
BTS Dikritik Fan Usai Foto Bareng Chappell Roan
Girls’ Generation-HRS Debut dengan Lagu Skibidi yang Menghibur
Kwon Eunbi Cerita Kisah Pembelian Gedung Miliaran di Radio
Polrestabes Makassar Bongkar Jaringan Narkoba Internasional 9 Kg Sabu
Dua Pekerja PLTA Nepal Selamat Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 02:50 WIB

Jadwal Persib vs PSM Makassar Super League 2026 Hari Ini

Minggu, 6 September 2026 - 02:47 WIB

Tottenham Seri 0-0 dengan Nottingham Forest di Liga Primer

Minggu, 6 September 2026 - 01:10 WIB

Perbaikan Lapangan Barreiros Jelang Laga Benfica Dikonfirmasi Marítimo

Minggu, 6 September 2026 - 01:05 WIB

BTS Dikritik Fan Usai Foto Bareng Chappell Roan

Minggu, 6 September 2026 - 00:34 WIB

Girls’ Generation-HRS Debut dengan Lagu Skibidi yang Menghibur

Berita Terbaru

Persib Bandung menjamu PSM Makassar dalam laga pembuka Super League 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Viral

Jadwal Persib vs PSM Makassar Super League 2026 Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 02:50 WIB

Otoritas Papua Nugini mengamankan kapal nelayan KMN Kalvin 04 asal Indonesia karena beroperasi secara ilegal.

MERAUKE

Kapal Nelayan Indonesia Ditangkap Otoritas Papua Nugini

Minggu, 6 Sep 2026 - 02:50 WIB

Posyandu Ambyaan di Desa Sumberdem menjadi pusat edukasi kesehatan dan pemeriksaan fisik bagi warga.

Kesehatan

Posyandu Ambyaan Sumberdem Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Warga

Minggu, 6 Sep 2026 - 02:05 WIB