Redaksiku.com Anak-anak memang belum bisa mengontrol emosinya dengan baik dan hal tersebut perlu dimaklumi tetapi tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena jika orang tua tidak bisa membantu anak untuk mengontrol emosinya maka anak bisa bertumbuh menjadi pemarah.
Hal-hal Yang Bisa Menyebabkan Anak Menjadi Gampang Marah
1. Meniru Kebiasaan Orang Tua
Apakah orang tua sering memarahi anak atau emosi pada orang lain di depan anak? Jika iya, salah satu alasan yang menjadikan anak suka marah yaitu tentunya karena anak meniru sikap dari kedua orang tuanya.
Anak-anak sifatnya peniru karena mereka juga masih perlu banyak belajar dan bimbingan dari orang tuanya, jadi sebagai orang tua juga harus bisa memberikan contoh yang baik agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan tidak keras kepala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Terlalu Dimanja
Memanjakan anak boleh saja, tetapi terlalu sering memanjakan anak dapat membuat anak juga menjadi keras kepala. Mengapa bisa? Karena orang tuanya sering memenuhi keinginan anaknya, akibatnya jika keinginan anak tidak terpenuhi oleh orang tua maupun orang lain maka dia akan mudah marah.
Tentu saja karena sikap anak yang suka marah, teman-temannya ada beberapa yang sampai menjaga jarak dengannya karena merasa kurang nyaman. Jika anak sudah terlanjur mudah marah karena dimanja, berikan pemahaman dan contoh perilaku yang positif serta perhatian dengan komunikasi yang empati.
3. Orang Tua Kurang Perhatian
Pada Anak
Setiap anak tentu mengharapkan mereka mendapat perhatian dari orang tuanya namun terkadang karena rasa lelah, akibat mengerjakan kesibukan tertentu ataupun pekerjaan dapat membuat orang tua tidak sempat memberikan perhatian cukup bagi anaknya.
Sehingga anak merasa diabaikan dan tentu saja hal tersebut bisa memicu rasa kesal dari dalam diri anak, sehingga anak sering marah ataupun sengaja membuat orang tuanya kesal hanya karena ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.
4. Sering Menormalisasikan Kesalahan Kecil
Ada beberapa orang tua saat mendapati anak sedang melakukan suatu kesalahan, mereka malah menganggap anak lucu dan menormalisasikan kesalahan dengan perkataan ” namanya juga anak-anak” akibatnya anak dapat melakukan hal dengan sesuka hatinya karena orang tua tidak pernah menegurnya.
Biasanya sekali ditegur anak tersebut akan balik memberikan perlawanan, seperti perkataan yang membantah ataupun tetap melakukan hal yang sama. Intinya anak menjadi anti kritik, susah dinasehati dan keras kepala jadi jangan selalu menormalisasikan kesalahan anak meskipun kecil.
5. Kelelahan
Setelah seharian bersekolah ataupun bermain biasanya anak-anak nampak lelah, apalagi jika sore harinya anak-anak masih ada PR ataupun les pasti rasanya sangat lelah sekali tak jarang karena saking lelahnya mereka mudah menjadi emosi.
Agar anak tidak mudah marah akibat kelelahan yang bisa orang tua lakukan adalah dengan terus mendukungnya seperti memberikan pujian, memasakan makanan kesukaan anak, mengizinkan anak untuk sejenak bermain ponsel, mengajak anak jalan-jalan hingga sering memberikan kado kecil sebagai bentuk apresiasi.
Cara Melembutkan Hati Anak Yang Suka Marah
1. Nasehati
Memberikan nasehat pada anak yang suka marah memang tidak mudah tetapi juga tidak boleh dibiarkan saja, meskipun berpotensi memicu perdebatan saat menasehati anak tapi jangan sampai orang tua terpancing oleh emosi.
Dalam memberikan nasehat tidak harus panjang dan lebar tetapi cukup berikan nasehat singkat yang mampu menyentuh perasaannya, biasanya nasehat yang dapat langsung menyentuh hati yaitu dengan perkataan yang lembut dengan menggunakan bahasa bijak dan tegas.
2. Ajarkan Anak Kasih
Cara kedua untuk melembutkan hati anak yang suka marah yaitu dengan mengajarkannya kasih, sebab anak yang diajarkan kasih biasanya mereka memiliki hati yang lembut dan lebih bisa mengontrol emosinya.
Ajarkan pada anak untuk mengasihi orang tua, teman-teman dan orang lain karena manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya. Sebelum mengajarkan anak kasih, pastikan orang tua juga sudah bisa mengasihi sesama manusia terlebih dahulu.
3. Menjadi Orang Tua Sekaligus Sahabat
Orang tua juga harus bisa berperan menjadi sahabat bagi anaknya setiap hari, saat senggang cobalah untuk mengajak anak mengobrol. Walaupun sekedar basa-basi, seperti menanyakan bagaimana kegiatannya disekolah dan lainnya.
Memperhatikan anak dengan terus mengajak anak mengobrol sampai anak inisiatif mau bercerita di saat waktu senggang, dapat membuat anak lebih terbuka sehingga anak tidak memendam perasaan ataupun emosi sendirian jadi kebiasaan ini dapat menjaga mental health anak.
4. Bersikap Tenang
Saat mendapati anak marah tetaplah bersikap tenang, namun bukan berarti hal ini mendakan untuk membiarkan anak terus marah. Tetapi orang tua harus bersikap tenang lalu kemudian menegurnya, jika anak terus marah sampai memicu terjadinya pertengkaran maupun perdebatan tetap tenang jangan kepancing emosi.
Cobalah untuk memberikan pengertian pada anak jika sikapnya kurang baik dan beritahukan juga konsekuensinya jika sikap anak tidak mau berubah, untuk bisa menenangkan anak yang sedang marah maka orang tua boleh menegurnya tapi jangan sampai menyudutkan dan menghakimi.
Penulis : Argafica
Editor : Argafica
Halaman : 1 2 Selanjutnya






