Usai Aksinya Viral, Oknum Ormas GPK yang Geber Knalpot dan Tendang Mobil TNI Yonif 412 di Magelang Beri Klarifikasi

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klarifikasi oknum ormas GPK yang viral usai tendang mobil TNI di Magelang. (Foto: Tangkap layar Instagram @lambe_turah)

Klarifikasi oknum ormas GPK yang viral usai tendang mobil TNI di Magelang. (Foto: Tangkap layar Instagram @lambe_turah)

Ketegangan antara oknum ormas GPK dan prajurit TNI menjadi sorotan publik usai aksi provokatif mereka viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Magelang dan melibatkan anggota Yonif 412 dan rombongan GPK yang sedang melakukan konvoi.

Aksi arogan yang terekam kamera memancing kemarahan warganet dan memicu desakan agar pelaku bertanggung jawab.

Ormas GPK Terekam Tendang Mobil TNI dan Geber Knalpot

Klarifikasi oknum ormas GPK yang viral usai tendang mobil TNI di Magelang. (Foto: Tangkap layar Instagram @lambe_turah)
Usai Aksinya Viral, Oknum Ormas GPK yang Geber Knalpot dan Tendang Mobil TNI Yonif 412 di Magelang Beri Klarifikasi

Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 28 Mei 2025, saat rombongan ormas GPK baru saja selesai menyampaikan aspirasi di Kantor Kementerian Agama Magelang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perjalanan pulang, mereka berpapasan dengan truk militer milik Yonif 403 dan satu mobil OZ yang ditumpangi anggota Yonif 412 Raider Kostrad.

Bukannya memberi jalan, anggota ormas GPK justru memprovokasi dengan menggeber-geber knalpot motor hingga menghasilkan suara keras dan asap pekat.

Di tengah kemacetan tersebut, dua anggota TNI yang berada di dalam mobil dinas meminta diberi jalan karena sedang terburu-buru.

Namun, permintaan itu tak digubris dan justru salah satu oknum ormas GPK menghampiri dan menendang pintu kanan mobil TNI.

Momen ini terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @infokomando.official dan langsung viral.

Suasana sempat memanas karena anggota TNI yang berada di dalam mobil menunjukkan reaksi keras.

Namun, bentrokan fisik berhasil dihindari dan situasi dapat dikendalikan. Meski begitu, pelaku penendangan langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ormas GPK Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf di Hadapan Forkopimda

Setelah insiden itu menyebar luas dan menuai kecaman, perwakilan ormas GPK akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Pada Senin, 2 Juni 2025, mediasi digelar di Markas Kodim 0705/Magelang, dihadiri oleh unsur Forkopimda seperti Dandim, Bupati, Ketua DPRD, Kapolresta, dan Kapolres Magelang Kota.

Koordinator lapangan ormas GPK Aliansi Tepi Barat Magelang, Pujiyanto, menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut.

Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mewakili sikap seluruh anggota GPK dan pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, ia menyebut bahwa GPK ingin tetap menjadi mitra sosial yang konstruktif, bukan pemicu konflik di tengah masyarakat.

Letkol Inf Jarot Susanto selaku Dandim 0705/Magelang mengatakan bahwa TNI menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada.

Menurutnya, penyelesaian damai adalah pilihan terbaik demi menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah. Ia juga mengingatkan pentingnya etika saat berkendara dan menjaga hubungan baik antara TNI dan warga sipil.

Kapolresta Magelang, Kombes Herbin Garbawiyata, turut menegaskan bahwa ormas GPK telah membuat komitmen untuk tertib berlalu lintas, terutama saat melakukan aksi di ruang publik.

Ia mengingatkan bahwa jika kejadian serupa terulang, aparat tidak akan ragu bertindak sesuai hukum yang berlaku.

Evaluasi dan Teguran Keras untuk Ormas GPK Usai Aksi Konvoi Berujung Provokasi

Peristiwa ini menjadi titik evaluasi penting terhadap sikap ormas GPK, terutama dalam menjaga tata tertib saat berkegiatan di ruang publik.

Aksi arogan seperti menggeber knalpot atau menendang kendaraan jelas melanggar etika dan hukum.

Kehadiran ormas GPK dalam bentuk aspirasi memang dijamin oleh undang-undang, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan hak pengguna jalan lainnya.

Aksi konvoi dengan motor bising dan agresif di tengah jalan umum jelas membahayakan serta memicu konflik yang tidak perlu.

Dengan munculnya klarifikasi dari pihak GPK dan diterimanya permintaan maaf oleh pihak TNI, diharapkan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Penegakan aturan lalu lintas dan kedewasaan dalam menyampaikan pendapat menjadi kunci agar aspirasi tidak berubah menjadi provokasi.

Kesepakatan damai antara ormas GPK dan aparat keamanan menunjukkan bahwa dialog tetap menjadi jalan utama dalam menyelesaikan kesalahpahaman.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh cuplikan video di media sosial tanpa mengetahui konteks secara menyeluruh.

Peristiwa di Magelang ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kedisiplinan dalam berkegiatan di ruang publik sangat penting demi terciptanya suasana yang aman dan tertib. Jika tidak, maka risiko konflik terbuka akan selalu mengintai kapan saja.

Insiden ini juga menjadi perhatian tokoh masyarakat yang berharap semua elemen mampu menahan diri demi menjaga keharmonisan.

Pihak TNI menegaskan bahwa mereka tetap mengedepankan profesionalisme dalam menghadapi situasi di lapangan.

Sementara itu, warganet terus memantau perkembangan kasus ini sebagai bentuk kontrol sosial atas tindakan ormas yang dinilai berlebihan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki
Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai
Panas 6 Poin Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak
Viral 5 Momen Luna Maya dan Cinta Laura Ramaikan HYROX Jakarta
Viral 5 Poin Nathalie Holscher Bungkam Tanggal Nikah
Panas 5 Poin Sarwendah Laporan Fitnah Pencemaran Nama Baik

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:30 WIB

Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:25 WIB

Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:22 WIB

Panas 6 Poin Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak

Berita Terbaru